0
Irene @IreneViena
Lagi mulai baca buku Insane Clown President (Matt Taibbi) Baru baca pengantar plus bbrp halaman, saya melihat kesamaan kisah nyata yg terjadi pada pemilihan presiden AS 2016 dgn kisah nyata yg terjadi pada pilpres RI 2014 di mana hoax bisa mengantar orang buruk jadi presiden pic.twitter.com/AbSQmZMpX4
Expand pic
Irene @IreneViena
Mudah2an saya diberi waktu dan kesempatan bisa menulis buku dgn topik yg sama mengenai kisah nyata yang terjadi pada pemilihan presiden RI 2014: di mana media telah menjerumuskan rakyat utk memilih orang yg salah "Presiden Badut Sinting" pic.twitter.com/BgGZQDi6lo
Expand pic
Irene @IreneViena
1. Membaca sebagian buku "Insane Clown President" karya Matt Taibbi cukup menarik meski tdk bisa dihilangkan kesan Matt Taibbi dlm buku ini mewakili kekecewaan kelompok Liberal AS pro Hillary Clinton yg secara tdk terduga kalah dari Trump pada Pilpres Nop 2016 lalu pic.twitter.com/W7P9JXzYTv
Expand pic
Irene @IreneViena
2. Polarisasi rakyat AS : Konservatif & Liberal, meski tdk sepenuhnya benar telah membelah rakyat AS pada pilpres 2016: Pro Clinton vs Pro Trump Komunitas media, industri pers, hiburan, kulit berwarna, non prostestan, kelas pekerja, dianggap sbg pro Clinton/ P Demokrat pic.twitter.com/heiaTVCevu
Expand pic
Irene @IreneViena
3. Melalui "Insane Clown President", Taibbi mengecam gaya kampanye Trump "Dia dapat melakukan banyak kerusakan hanya dgn mendorong orang utk menjadi sama bodoh .. dalam kebodohan mereka seperti itu." Taibbi mengejek Trump sebagai tokoh bodoh yg mengajak rakyat ikut bodoh . pic.twitter.com/iYo3yNLo8C
Expand pic
Irene @IreneViena
4. Baru membaca sebagian isi buku, sy langsung teringat modus pencitraan dan gaya kampanye Jokowi pada Pilkada 2012 dan Pilpres 2014. Persis seperti penilaian Taibbi terhadap Trump Walau pun saya tahu persis bhw Jokowi lebih banyak mengadopsi strategi Obama/Demokrat saat itu
Irene @IreneViena
5. Terpukul, sangat kecewa dan sulit menerima hasil pilpres AS 2016 menjangkiti mayoritas pendukung P Demokrat/Hillary Clinton. Taibbi salah satu pendukung Clinton yg menuangkan kekecewaannya melalui buku ini. Sehingga kesan penolakan thdp hasil pilpres sangat terasa . pic.twitter.com/btNR6Bdapv
Expand pic
Irene @IreneViena
6. Kemenangan Trump dalam pemilihan presiden 2016 adalah kejutan bagi hampir semua lembaga survei, analis politik, wartawan dan pakar, dll termasuk bagi Timses Trump sendiri Semua memprediksi Hillary Clinton bakal menang mudah dan telak
Irene @IreneViena
7. Sistem pilpres AS bukan pemilihan langsung seperti di Indonesia, tapi berdasarkan EC (elektoral college). Unggul dalam perolehan total suara pemilih tidak otomatis menjadikan kandidat sebagai pemenang Pilpres. Kemenangan ditentukan oleh perolehan suara EC
Irene @IreneViena
8. Walau begitu, mayoritas pemilihan presiden AS (95%), pemenang suara populer nasional juga telah menjadi pemenang Electoral College Sayangnya (sialnya) hal itu tidak terjadi pada pilpres 2016, ketika hasil Hillary unggul suara rakyat tapi kalah suara EC Trump jadi POTUS
Irene @IreneViena
9. Mayoritas pendukung dan timses Hillary tidak menemukan jawaban penyebab kekalahan selain mengkambinghitamkan keterlibatan pihak Rusia, Media Sosial khususnya FB dan Twitter serta Wikileaks pada Pilpres AS 2016 Kecuali Stan Bernard Greenberg. Stan sdh meramalkan Clinton kalah
Irene @IreneViena
10. Stanley Bernard Greenberg pakar polster No. 1 Dunia, konsultan politik Demokrat puluhan tahun, yg jugakonsultan politik Jokowi di balik layar di pilkada 2012 dan pilpres 2014, sdh memprediksi kekalahan Clinton Sayangnya Stan tdk terlibat sbg konsultan Clinton di Pilpres 2016
Irene @IreneViena
11. Ketika hampir semua (93%) lembaga survey, polster, media, pengamat, pakar dan analis politik memprediksi Hillary Clinton menang mudah dan menang besar, Stan mengatakan sebaliknya: Hillary sangat mungkin kalah krn swing voters sangat besar dan strategi kampanye Hillary keliru
Irene @IreneViena
12. Kesalahan fatal Hillary adalah melakukan pengkhianatan dan mengecewakan pemilih kelas pekerja yg selama puluhan tahun adalah pendukung dan konstituen utama Demokrat Trump menang karena banyak kelas pekerja beralih memilih Trump. Suatu hal yg tidak pernah trjadi sebelumnya
Irene @IreneViena
13. Menurut Stan media sosial & keterlibatan pihak Rusia hanya sebatas meningkatkan tekad para pemilih kelas pekerja beralih mendukung Trump. Kekecewaan kelas pekerja sdh ada sebelumnya dan semakin membesar karena tdk diredam oleh Hillary Demokrat kehilangan konstituen utama
Irene @IreneViena
14. Feneomena perubahan orientasi dan dukungan kelas pekerja AS dari loyalis Demokrat menjadi pemilih Trump sangat mengancam masa depan partai Demokrat AS jk tdk segera diantisipasi Sangat mungkin perubahan itu menjadi permanen bukan temporer. Jika itu terjadi, kiamat bagi PD AS
Irene @IreneViena
15. Menurut Stan Greenberg, proses hukum dan politik yg sedang dilakukan AS trhadap intervensi Pihak Rusia pada pilpres AS adalah tidak menyelesaikan masalah P Demokrat. Bukan itu substansi masalahnya, melainkan: Pengkhianatan PD AS pada konstituennya
Irene @IreneViena
16. "Make America Great Again dan America First" jargon kampanye Trump yg meniru jargon kampanye Ronald Reagan sangat efektif menarik dukungan rakyat AS yg sedang mengalami krisis ekonomi karena meningkatnya pengangguran dan terbatasnya lapangan kerja
Irene @IreneViena
17. Jutaan rakyat kelas pekerja di PHK dan menganggur. Ribuan pabrik tutup karena produk kalah bersaing dgn produk impor utamanya China. Tdk punya income, kesejahteraan rakyat menurun, tekanan ekonomi dan kebutuhan hidup semakin besar. Mereka semua adalah konstituen Demokrat
Irene @IreneViena
18. Di tengah persoalan besar mendera konstituen Demokrat, Hillary malah asyik sibuk dgn isu2 kampanye yg tdk relevan dg solusi masalah konstituen. Ga nyambung. Keberpihakan sangat besar dan eksplisit kepada China juga dianggap pengkhianatan Hillary kepada konstituen Demokrat
Irene @IreneViena
19. Sebab itu meski mayoritas media, survey, pakar, analis dll yakin Hillary menang Pilpres, namun rakyat AS khususnya konstituen Demokrat seolah2 bersatu dan bertekad menghukum Hillary dan P Demokrat dgn berbondong2 ke TPS untuk memilih Trump ! Vox populi vox Dei !
Irene @IreneViena
20. Obama sampai mengejar Mark Zuckerberg ke Lima, Peru agar bisa menyampaikan permohonan pribadi kepada Mark usai konferensi yg mereka hadiri bersama. Obama mohon agar Facebook memastikan kejadian pada Pilpres 2016 tidak terulang dan terus menghantui pilpres AS berikutnya Sia2
Irene @IreneViena
21. Demokrat boleh jadi menguasai jaringan media AS. Demokrat boleh jadi didukung Hollywood dan industri hiburan yang semua ini telah menjadi mesin raksasa propaganda dan pembentuk opini rakyat AS Namun, pada satu titik kesadaran tertentu, rakyat pemilih pasti bertindak rasional
Irene @IreneViena
22. Boleh jadi mereka mengaku liberal, demokrat, progresif bahkan revolusioner sekali pun Namun jika pada kehidupan nyata, pekerjaan dan kesejahteraan mereka direbut pihak asing dan Demokrat tdk melakukan upaya apapun utk menolong, maka mereka tidak akan memilih Demokrat !
Load Remaining (17)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.