0
Nadirsyah Hosen @na_dirs
Semakin banyak kita ber-interaksi dengan mereka yang berbeda dan berada di luar komunitas kita maka semakin kita memahami bagaimana menghormati sesama manusia dengan adil dan beradab. Tulisan 3 tahun lalu, semoga masih berguna 🙏 pic.twitter.com/qkr5wc3Qmg
Expand pic
cryobi @ircboy
@na_dirs benar mas mutasi kerjaan saya dari Aceh yang mayoritas Islam ke daerah seperti Medan, Tebing Tinggi dan Pematang Siantar lebih membuat saya bisa berinteraksi, melihat dan merasakan toleransi
Obed R.W. Nadeak 🇲🇨 @orw7
Dari interaksi, kita berbagi, kita saling membantu, kita saling mengasihi. Wonderful life. twitter.com/na_dirs/status…
1ND1 @1ND1RA69
@orw7 Dg interaksi kita saling menghargai, memahami utk saling menghormati perbedaan yg ada. Indahnya hidup dlm keragaman di antara kita
Foda SM @fodasm
sayangnya ndak banyak yg bisa punya pengalaman seperti itu.. dan mampu memahami situasinya.. apalagi me-manage sikapnya.. twitter.com/na_dirs/status…
Ismail Al Anshori @thedufresne
Tapi “teori” tentang interaksi ini tidak bisa menjelaskan tentang orang2 Indonesia yg kuliah negara barat & kemudian kerja di perusahaan milik asing, tp berpikir sempit, eksklusif, & (agak) radikal. twitter.com/na_dirs/status…
Nadirsyah Hosen @na_dirs
Saat di LN mereka ngumpulnya cuma sama komunitas Indonesia dan pengajian mereka saja. Boleh saja mereka hidup di LN, tapi tetap interaksinya terbatas. Makanya banyak yg justru semakin kuat hendak meneguhkan identitas keislamannya. Kira-kira begitu mas bro @thedufresne 😊 twitter.com/thedufresne/st…
LIAR @arli_ardhi
@na_dirs @thedufresne Nah tepat sekali gus 🙏 Hidup di luar negri hanya tempat nya , interaksi tetap dalam tempurung
vivatyahya @vivattt
@na_dirs @thedufresne Setuju sekali prof,tinggal LN bahkan sudah jadi WNA segala, suka maki2 pemerintah negara asing(NKRI) ngak malu bilang negara asing itu thogut, padahal dia hidup dan cari nafkah di negara thogut juga. Banyak teman saya seperti ini hehehe
Achmad S Rofie @sjari_a
ketika kecil, saya tinggal di Mangga Besar, Jakarta, di lingkungan yang majemuk, setelah dewasa, saya bekerja puluhan tahun di perusahaan minyak asing, ini semua membuat saya terbuka terhadap perbedaan. twitter.com/na_dirs/status…
🌊 @ianhryd
@na_dirs saya dulu sangat mendukung FPI menjadi polisi iman, sweeping sana sini.. apadaya waktu itu saya mainnya belom jauh prof 🤣
Media Febrianingtyas @mediiaaaa
@ianhryd @na_dirs Hahahaha SAMA!! Aku dulu juga menganggap Indonesia butuh FPI 😂😂😂
abdul karim z b @abdulkarimzb
@na_dirs menghormati siapapun sebagai sesama manusia okey tetapi dalam hal kelakuan dan perbuatan jelas dalam islam bagaimana tindakan setiap umatnya Islam mengatur segala urusan dengan jelas tanpa ambigu jangan anda membiaskan sikap sebagai seorang muslim yang di contohkan Rasulullah
叫我老大 @a0927277163
@na_dirs Seperti berita kemarin seorang bule marah marah dengar orang bershalawatan seperti karaoke.karena tak pernah dengar di komunitasnya.jadi tak paham apa yang terjadi.di beri penjelasan akan paham juga.
sindu @sindu10
@na_dirs Keluarga simbah mayoritas muslim,bude ada yg protestan.adik kandung sya katolik. Kdang sya & kakak antar dia ke gereja.th 94 jaman sma virus2 kebencian mulai merebak,keluarga plural sya yg membuat saya tetap waras :)
Leonardo diPranowo @leodipranowo
@na_dirs Beragamapun berevolusi, dari belajar ---> paham kaki ---> toleran, kuncinya 3, tidak pernah berenti belajar, bersikap kritis dan gaul sama yg beda keyakinan, wisss ngono wae

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.