1
The Lost Book @kisahtanahjawa
Fenomena Suara gamelan di pasar Bubrah Merapi, bagi sebagian pendaki yang pernah mencapai puncak Merapi adalah suatu hal yang dianggap biasa #memetwit pic.twitter.com/psiSQ6pfoO
Expand pic
The Lost Book @kisahtanahjawa
Sebagian menganggap suara gending jawa atau gamelan di pasar bubrah adalah efek dari suara hembusan angin kencang yang ada di hamparan luas tanpa vegetasi tanaman #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Dari hasil investigasi dengan metode retrocognism, suara gending² gamelan yang ada di pasar bubrah, diyakini dulunya adalah se kelompok Dalang lengkap dengan pengerawit dan warangono #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Dalang berjumlah 2 orang yakni yang kami ketahui bernama Ki Laras Bagaswara dan Ki Sayekti Kuncoroseno #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Dalang berjumlah 2 orang yakni yang kami ketahui bernama Ki Laras Bagaswara dan Ki Sayekti Kuncoroseno #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Mereka memang sengaja "diundang" dalam acara Jumenengan nDalem Karaton Hargo Merapi atas undangan Gusti Kanjeng Ratu Ayu Sekhar Kedhaton #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Kejadian ini terjadi sekitar th 1600 an pada masa kepemimpinan Sultan Agung #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Dalam kepercayaan Jawa, seorang dalang rata² adalah orang yang memiliki tingkat spiritual yang cukup mumpuni #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Tidak jarang dalang akan melakukan ritual khusus ketika akan melakonkan cerita² tertentu #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Pada waktu itu, salah satu dalang diatas mendapatkan wisik untuk mementaskan pertunjukan wayang selama 7 malam berturut² di pasar bubrah #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Semua peralatan diangkat dengan tandu dan kuda. Mereka mendaki hingga pasar bubrah dari pagi hingga menjelang sore hari #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Sesampai nya dipasar bubrah, rombongan pertunjukan wayang telah disambut oleh para penghuni ghaib karaton Merapi #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Semua anggota rombongan tersebut tidak paham bahwa yang menyambut mereka bukan dari golongan manusia, melainkan dari bangsa jin #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Namun 2 orang Dalang yang memiliki kemampuan spiritual sangat paham betul, bahwa semua sambutan yang mewah tersebut adalah ilusi bagi mata manusia #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Meskipun begitu, Ki laras bagaswara dan ki sayekti kuncarasena merasa sedikit bangga karena mereka menjadi dalang pilihan yang didaulat untuk menghibur masyarakat ghaib Karaton Merapi, meskipun mereka sadar resiko nya, yakni sangat kecil #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
kemungkinannya mereka untuk kembali lagi di kehidupan manusia #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Hingga saat ini, diwaktu² tertentu masih terdengar suara gamelan² gending Jawa yang menandakan bahwa di Karaton Merapi sedang ada acara bisa berupa upacara penyambutan kepada "tamu" dari wilayah lain, seserahan pernikahan, syukuran ataupun sedang ada pesta "rakyat" #memetwit
The Lost Book @kisahtanahjawa
Sekedar tambahan, rata2 penampakan sosok² ghaib di gunung² sudah bukan lagi sosok² seperti kuntilanak, gendruwo, tuyul dsb. Penampakan ghaib di puncak2 gunung biasanya adlh sosok2 hewan naga/sosok manusia dengan penampilan busana Jawa/ menggunakan jubah seperti surban #memetwit
IG: CeritaMemedi @InfoMemeTwit
Buat yg pernah naik ke Merapi pasti akrab sama suara gamelan Pasar Bubrah. Kenapa bisa begitu? #memetwit dari @kisahtanahjawa ini mungkin membantu pic.twitter.com/m5icG2h7zU
Expand pic
Expand pic
Expand pic

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.