0
Ambrogio Balakosa @balakosa_amb
Mumpung lagi gabut, gue mau bagi cerita lagi #memetwit . Waktu awal kuliah, gue punya temen namanya Nik. Kalau kata orang-orang, dia termasuk pemilik 'aura hijau' yang didemenin sama saudara beda alam. . Suatu hari, Nik pindah kosan ke Tubagus Ismail Dalam. Biar deket kampusnya.
Ambrogio Balakosa @balakosa_amb
Kosannya biasa aja, bentuknya rumah dua lantai (again). Di lantai satu, cuma ada dua kamar sama kamar mandi. 4 kamar lain di atas. . Baru beberapa hari pindah, si Nik tumbenan manggil gue ke kosannya. Katanya buat bantuin nugas dengan bayaran seporsi sate.
Ambrogio Balakosa @balakosa_amb
Gue dateng sekitar abis maghrib, dikasih makan dulu, terus baru ngendon di kosan Nik. Awalnya sih biasa aja. Sampai sekitar jam 10 malem, kaca jendelannya digedor. . Gue kira razia ibu kostnya (yang tinggal di rumah seberang). Gue uda ga enak, mau pamit, jendela digedor lagi.
Ambrogio Balakosa @balakosa_amb
Pas gue keluar, ternyata enggak ada orang. Khusnudzon, mungkin udah cabut si ibunya. . Jendela digedor lagi, waktu gue lagi pakai sepatu di depan rumah. Hening. Kan di depan jendela enggak ada orang, dan di dalam kamar Nik juga ga ada siapa-siapa. Terus gimana cara gedornya?
Ambrogio Balakosa @balakosa_amb
"Yo, sini aja lah. Mending lo jangan pulang dulu," rayu Nik. . Gue enggak mau. . "Please lah, malem ini aja. Gue takut. Please." . Gue tetep ga mau. . "Gue bayarin makan malem seminggu deh, please." . Oke, gue mau. Emang murahan anaknya.
Ambrogio Balakosa @balakosa_amb
Canggung, kita sempet ngobrol dulu sambil main Ragnarok (waktu itu demen banget gue). Jendela digedor, tapi kita abai. Biarin aja, pura-pura budeg. . "BRAKK!!" . Kali ini jendela digebrak, pas kita nengok, ada bekas tangan ngecap di situ. . "Nik, gue balik ah." Nyali mulai ciut.
Ambrogio Balakosa @balakosa_amb
Tapi si Nik, rayuannya maut. Daripada takut, kita mulai nonton, volume dikerasin. Bodo amat, berisik juga. . Sekarang giliran pintu digedor. Kirain tetangga yang mau protes, mau si Nik berdiri buat buka, pintunya kebanting. . "BRAKK!!!" jemuran rontok. . Tapi gak ada orang lagi..
Ambrogio Balakosa @balakosa_amb
Gue udah mulai males, si Nik makin melas. "Lo kalo balik sekarang, gue ikut." Ini lebih ga mungkin lagi. . "Yaudah, tidur aja. Biar tau-tau pagi." . Pintu dikunci, Nik tidur di kasur, gue rebahan di lantai. Nyudut. . Saran buat tidur aja (atau pura2 mati) awalnya manjur, sampai..
Ambrogio Balakosa @balakosa_amb
Sampai gue kebangun gara-gara selimut yang gue pakai pindah ke ujung kamar (beda ujung sama gue maksudnya) dan udara mulai dingin. . Ah, mungkin gue tidur berantakan. . Duduk, garuk2 bentar, lalu males-males ngambil selimut. Gue liat si Nik tidur nyenyak, meluk gulingnya.
Ambrogio Balakosa @balakosa_amb
Aman, damai. . Sampai guling yang lagi dipeluk Nik merosot. Kayak ada yang narik dari arah kaki si Nik. . Sampai di ujung kasur, gulingnya 'berdiri'. . Gue speechless, ingin pura-pura mati tapi enggak bisa. Lalu merapal doa apapun yang gue inget, termasuk doa buka puasa.
Ambrogio Balakosa @balakosa_amb
Cukup lama sampai akhirnya itu guling jatoh lagi (lemes, layaknya guling pada umumnya). Inilah, kenapa gue enggak suka guling. . Kirain udah aman, jendela kamar Nik kembari digedor. Gue diemin aja, ngesot, lalu duduk di pojokan ruangan. Ingin googling "cara pingsan dalam sekejap"
Ambrogio Balakosa @balakosa_amb
Jendela digedor lagi. Mungkin kesel karena dicuekin, sekarang gordennya ngebuka. . Jendela digedor lagi. Bodo amat. . Si empunya kamar masih pules, mukanya kayak enggak ada dosa padahal baru aja meluk dedemit guling. . Hening.
Ambrogio Balakosa @balakosa_amb
Lanjut. . Karena gue rasa udah kondusif, lagian udah adzan subuh harusnya udah pada pulang ke alamnya (teori sesat). Jadi gue beranikan diri ambil selimut, lalu beranjak nutup gorden, kan gak enak kalau diliat dari luar. . Baru berdiri di depan jendela, baru megang ujung gorden..
Ambrogio Balakosa @balakosa_amb
"BHUAKK!!!" . "Astaghfirullah!" . Jantung gue berasa pindah ke dengkul. Ada muka orang tiba-tiba nemplok di jendela. . Saking kagetnya gue langsung loncat, ngeringkuk di sebelah kasur. Ah apaan nih, katanya kalo udah pagi hantu pada balik kandang. . Gini kira2, cuma berwarna. pic.twitter.com/BOrnMV2uUI
Expand pic
Ambrogio Balakosa @balakosa_amb
Nik kebangun, mukanya bete. "Napa sih?" . Bodo amat. Gue minta pulang dan gak mau balik-balik lagi. Sudah cukup satu malamnya. . Tapi rupanya, gue tetep harus balik lagi ke kosan kampret itu sekali lagi.
Ambrogio Balakosa @balakosa_amb
Lama kemudian, gue harus ke kosan Nik buat nganter barang dari pacar gue (sekarang mantan, hmm). Pacar gue pedagang, Nik pembeli, dan gue budak angkut. . Nganter tapi gak dibayar, suka semena-mena emang kalau udah jadi pacar (curcol dikit). . Nik waktu itu bari balik dari gunung.
Ambrogio Balakosa @balakosa_amb
Ada acara sama kampusnya. Gue pikir aman lah ya kalau gue dateng siang bolong, pasti enggak serem. . Dan tumben, di kamar Nik waktu itu ada temennya dua biji (yang sama-sama dari gunung). Si Nik keliatan sakit, pucat dan tak bersemangat. . Barulah gue tau, rupanya di gunung...
Ambrogio Balakosa @balakosa_amb
Rupanya waktu di gunung Nik kesurupan penunggu gunung. Tiga hari kemping, dua hari kesurupan :) Nice girl. . Usut punya usut, temen kempingnya si Nik buang hajat di sungai, gak pake permisi. Lalu yang nunggu bete. Wajar sih, gue juga bete kalo tiba2 ada yang boker depan gue..
Ambrogio Balakosa @balakosa_amb
Dan entah kenapa, mereka milih si Nik sebagai "media unjuk rasa". Mungkin karena si Nik anak politik (apa coba). . "Oh, gws deh," kata gue, yang enggak mau lama2. Enggak ada empatinya emang. . Meski dagangan sudah diantar, tapi gue ga bisa pergi dulu. Dua temen Nik mau beli makan
Ambrogio Balakosa @balakosa_amb
Perasaan gue udah enggak enak. Si Nik masih diem, enggak ceriwis kayak biasanya. Tatapan matanya kosong. . "Nik, jangan bengong ntar kesurupan lagi." . "Grrrrrrrrr...." . Lah dia ngegeram. "Nik?" . "Grrrrrrr.... GRRR!!" . Oke, gue mundur teratur. Gue kunciin Nik dari luar.
Ambrogio Balakosa @balakosa_amb
Bukannya gimana, gue sadar diri, ibadah gue bolong-bolong. Takutnya, nanti malah gue lagi yang kesambet, lebih susah kan. Badan gue lebih gedhe. . Gue bingung mau ngapain. Dari luar kedengeran, si Nik makin keras menggeram, sambil garuk-garuk pintu. Heran, kesurupan apa dia?
Ambrogio Balakosa @balakosa_amb
Meski bokap gue tukang Ruqyah, tapi gue enggak punya ilmu itu. Karena bingung mau ngapain, gue tunggu sampai dua temennya Nik dateng. Sambil jajan di warung seberang. . Begitu mereka balik, mereka nanya kenapa gue di luar. Gue cuma nyengir aja.
Ambrogio Balakosa @balakosa_amb
Pintu dibuka, bak kucing garong rebutan ikan asin, Nik langsung menerkam keluar. Posisinya beneran kayak kucing lagi nerkam. . Nik ngamuk, dia nindihin salah satu temennya, sebut aja Nia. Lupa namanya. Kedua tangannya mencekik leher Nia. . Menggeram, minta balik.
Ambrogio Balakosa @balakosa_amb
In my opinion, kalau udah nempel kenapa minta balik? Kenapa gak lepas aja sebelum Nik balik? Bikin repot. . Balik lagi. Temen satunya lagi, anggep aja namanya Susi, teriak minta Nik istighfar. . "Nyebut Nik! Nyebut!" . "Grrrrrrrrr!!!!" . "Astaghfirullah!" . "Grrrr!!!"
Ambrogio Balakosa @balakosa_amb
Suasana makin "panas". Peristiwa Nik kesurupan jadi tontonan warga sekitar. . "Pegang tangannya!" kata bapak haji, yang punya warung. . Ragu, gue takut kesurupannya nular, kayak waktu di SMP gue dulu. Tapi yaudah, pasrah kan. Daripada dibilang gak gentle...
Load Remaining (14)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.