0
#SangGelombang @PrijantoRabbani
1. Kenapa masjid mau dipisahkan dari politik? Ide memisahkan masjid dari politik di Indonesia ini lebih dulu merupakan gagasan Snouck Hurgronje. #NarasiRabbani
#SangGelombang @PrijantoRabbani
2. Ketika pemerintahan Belanda kewalahan menghadapi perlawanan rakyat Indonesia, mereka mencari cara untuk melemahkannya. Maka, Snouck menyarankan supaya pemerintah Belanda memberlakukan peraturan bahwa masjid hanya untuk tempat ritual ibadah.  #NarasiRabbani
#SangGelombang @PrijantoRabbani
3. Ini adalah bentuk pembodohan supaya umat alergi dengan politik dan melihat politik sebagai racun agama. #NarasiRabbani
#SangGelombang @PrijantoRabbani
4. Pandangan masjid harus steril terhadap politik justru akan melemahkan umat Islam, terkhusus lemahnya kesadaran umat Islam akan politik Islam. Hasilnya, masjid hanya untuk tempat ibadah ritual saja. #NarasiRabbani
#SangGelombang @PrijantoRabbani
5. Sebaliknya, seharusnya masjid dijadikan tempat untuk menyadarkan umat Islam akan pentingnya politik dan bagaimana Islam mengatur urusan politik. Sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah dan para sahabat. Karena masjid pondasi awal pembangunan keumatan. #NarasiRabbani
#SangGelombang @PrijantoRabbani
6. Sebab itulah, Rasulullah melihat terlebih dahulu adanya suara adzan sebelum memerangi suatu negeri. Karena, jika suatu negeri dikumandangkan adzan, maka itu tanda adanya umat Islam di daerah tersebut. Yaitu umat Islam yang masjid menjadi pusat kegiatannya. #NarasiRabbani
#SangGelombang @PrijantoRabbani
7. Adalah Rasulullah apabila akan menyerang suatu kaum, tidaklah Beliau menyerang sehingga datang waktu Subuh. Jika Beliau mendengar adzan, maka Beliau menahan diri. Dan jika tidak mendengar adzan, maka Beliau mulai menyerang setelah waktu Subuh”. (HR Bukhari) #NarasiRabbani
#SangGelombang @PrijantoRabbani
8. Politik adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam Islam. Islam tidak hanya mengatur urusan-urusan ibadah saja, bahkan hal yang sangat kecil, seperti keluar masuk WC saja diatur dalam Islam.  #NarasiRabbani
#SangGelombang @PrijantoRabbani
9. Jika hal yang kecil saja diatur dalam Islam, apalagi urusan yang besar seperti POLITIK yang menyangkut urusan banyak orang. #NarasiRabbani
#SangGelombang @PrijantoRabbani
10. Sudah dimaklumi, konsekuensi dari paham sekuler adalah memisahkan politik dari agama, termasuk rumah ibadah. Sekali lagi, itulah paham sekulerisme dan pasti pengusungnya sekuat tenaga memperjuangkan paham tersebut. #NarasiRabbani
#SangGelombang @PrijantoRabbani
10. Paham sekuler ini dilandasi dari pemikiran bahwa agama tidak ada hubungannya dengan politik. Sedang bagi seorang muslim, meyakini bahwa syariat Islam adalah landasan utama dalam berpikir, berkata dan bertindak. #NarasiRabbani
#SangGelombang @PrijantoRabbani
11. Jika yang dimaksud dengan politisasi masjid adalah memanfaatkan masjid untuk berburu kepentingan politik sesaat, baik perorangan atau kelompok, maka ini suatu tindakan yang kurang beradab terhadap masjid. #NarasiRabbani
#SangGelombang @PrijantoRabbani
12. Karena masjid hanya akan menjadi alat atau tunggangan partai atau kelompok tertentu. Bukan untuk menyadarkan umat akan pendidikan politik Islam. Malah memanfaatkan masjid untuk kepentingan politik semata. #NarasiRabbani
#SangGelombang @PrijantoRabbani
13. Hal ini bisa dilihat dari adanya partai atau tokoh politik yang tidak memiliki visi Islam dan hari-harinya jauh dari kehidupan Islam... Secara mendadak menjadi manusia-manusia religius. #NarasiRabbani
#SangGelombang @PrijantoRabbani
14. Baju koko menjadi trending dalam foto-foto kegiatan kampanyenya, jilbab menjadi hiasan pemanis muka menjelang pencalonannya. Termasuk masjid-masjid yang tidak luput dari jeratannya, supaya jamaah merekomendasikan dirinya. #NarasiRabbani
#SangGelombang @PrijantoRabbani
15. Sementara itu, sebelum musim kampanye, jangankan rutin ke masjid, kemampuannya mengucapkan kalimat-kalimat dzikir saja dipertanyakan. #NarasiRabbani
#SangGelombang @PrijantoRabbani
16. Terlebih ketika sebelumnya menjabat, kebijakan-kebijakannya kerap merugikan umat Islam. Lebih parah lagi, mereka dikenal dengan anti Islam atau Islamophobia. #NarasiRabbani
#SangGelombang @PrijantoRabbani
17. Mental yang demikian merupakan mental orang munafik. Hasan Al-Bashri mengatakan : "Di antara tanda kemunafikan adalah berbeda antara hati & lisan, berbeda antara sesuatu yang tersembunyi & sesuatu yang nampak, berbeda antara yang masuk dan yang keluar." #NarasiRabbani
#SangGelombang @PrijantoRabbani
18. Politisasi masjid seperti ini yang bertentangan dengan fungsi masjid. Inilah bentuk kampanye terselubung yang tidak relevan. Sehingga, politisasi yang seperti ini harus dijauhkan dari masjid-masjid. #NarasiRabbani
#SangGelombang @PrijantoRabbani
19. Dengan demikian, gerakan anti politisasi masjid tidak bisa dibenarkan. Sebaliknya, masjid harus jadi pusat penyadaran politik dan pendidikan politik Islam, agar umat Islam paham seperti apa aturan politik dalam Islam. #NarasiRabbani
#SangGelombang @PrijantoRabbani
20. Jadi, memisahkan masjid dari politik sangat tidak tepat dan bertentangan dengan fungsi masjid itu sendiri Dan ini lebih ketakutan dari mereka yang tidak ingin Islam dan umat Islam bersatu dikarenakan memiliki pemahaman yang benar tentang Islam dan politik. #NarasiRabbani
#SangGelombang @PrijantoRabbani
21. Islam dan politik bagi umat Islam tak bisa dipisahkan. Islam harus jadi landasan dalam beraktifitas politik Politik tanpa landasan agama, yang terjadi adalah politik tanpa ruh, tanpa nilai. Hanya mengedepankan ambisi dan syahwat politik semata. #NarasiRabbani @M4ngU5il

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.