Sebuah Kesesatan Di Perfilman Indonesia by @jokoanwar

Di Indonesia orang yang namanya ada difilm sebagai sutradara,bisa jadi bukan orang yang menyutradarai filmya
suting sutradara movies Indonesia film
2468 View 0 comments
1
Login and hide ads.
Joko Anwar @jokoanwar 27/05/2018 12:36:07 WIB
Di Indonesia, orang yang namanya ada di film sebagai sutradara, bisa jadi bukan orang yang menyutradarai filmnya. Sebuah kesesatan di perfilman Indonesia. (A thread)
Joko Anwar @jokoanwar 27/05/2018 12:39:52 WIB
Di negara lain termasuk di Hollywood, "co-director" adalah istilah yang digunakan untuk seorang sutradara yang menyutradarai sebuah film bersama dgn sutradara lain, secara equal, dan nama mereka dicantumkan bersamaan. Seperti Lana dan Lilly Wachowski di film The Matrix.
Joko Anwar @jokoanwar 27/05/2018 12:43:12 WIB
Tapi, di Indonesia istilah "co-director" digunakan untuk orang yang menyutradarai sebuah film, tanpa disebutkan namanya sebagai sutradara, untuk menggantikan sutradara resmi, menjalankan tugas-tugas sutradara, sering saat sutradara tidak hadir di lokasi saat suting berlangsung.
Joko Anwar @jokoanwar 27/05/2018 12:45:54 WIB
Praktik yang dapat dipertanyakan ini awalnya sering ditemui dalam produksi sinetron. Sutradara sinetron banyak yang cuman datang ke set suting, cuma duduk-duduk sebentar, kasih instruksi sedikit, lalu pergi, meninggalkan "co-director" untuk menyutradarai suting.
Joko Anwar @jokoanwar 27/05/2018 12:47:58 WIB
Kenapa sutradaranya pergi dan nggak menjalankan tugasnya? Mungkin malas, mungkin ada kerjaan lain, mungkin memang nggak bisa menyutradarai, dan banyak kemungkinan lain. Kenapa ini bisa terjadi? Karena produser memperbolehkan. Dan tentunya karena tidak ada etika kerja.
Joko Anwar @jokoanwar 27/05/2018 12:49:52 WIB
Lama kelamaan, kebiasaan ini juga masuk ke dalam produksi film. Banyak sutradara resmi yang namanya tercantum dalam credit title, hanya melakukan sebagian dari tugas yang seharusnya dia emban sepenuhnya sebagai sutradara.
Joko Anwar @jokoanwar 27/05/2018 12:51:56 WIB
Sementara sebagian sutradara bekerja banting tulang dan muter otak dalam mengerjakan sebuah film, sebagian sutradara Indonesia sedihnya tega memakai predikat 'sutradara' untuk suatu hasil kerja yang bukan menjadi hak mereka.
Joko Anwar @jokoanwar 27/05/2018 12:56:34 WIB
Saat ini, praktik ini semakin dianggap wajar. Kenapa ini bisa terjadi? Mungkin karena sutradara resmi tidak punya waktu menjalankan tugasnya karena banyak proyek lain. Mungkin karena para produser membiarkannya. Yang pasti, karena kurangnya integritas untuk profesi yang dimiliki.
Joko Anwar @jokoanwar 27/05/2018 12:58:49 WIB
Apakah keburukan dari kebiasaan ini? Pertama, film, sekalipun adalah kerja kolektif, adalah hasil visi dari seorang sutradara. Jika sutradara tidak hadir secara fisik dan intelektual, film akan menjadi produk yang compang-camping. Yang dirugikan tentunya adalah penonton.
Joko Anwar @jokoanwar 27/05/2018 13:02:00 WIB
Kedua, praktik ini menyuburkan budaya pemberian acknowledgement pada orang yang tidak bekerja. Salah satu alasan kenapa budaya 'work hard for excellence' di Indonesia tidak jalan. Makanya banyak orang yg punya satu profesi hanya dengan klaim, bukan kerja keras.
Joko Anwar @jokoanwar 27/05/2018 13:03:28 WIB
Tentunya ini mengacaukan ekosistem industri.
Joko Anwar @jokoanwar 27/05/2018 13:04:57 WIB
Semoga praktik ini segera berakhir. Semoga para sutradara mau mengerjakan tugas sebagaimana mereka dibayar dan dapat predikat untuk itu. Agar industri film tambah sehat dan bisa berkontribusi membuat Indonesia yang gemilang. Amin.
Joko Anwar @jokoanwar 27/05/2018 13:06:54 WIB
Oh satu lagi. Selain sutradara-sutradara yang menggunakan "co-director" atau "co-dir" untuk mengalihkan tugas mereka, di Indonesia banyak juga sutradara yang mengalihkan tugas mereka ke asisten sutradara, yang bukan tugas mereka menjalankan tugas sutradara. Semoga berakhir juga.

Bookmarked tags

No tags
Login and hide ads.