0
Joko Anwar @jokoanwar
Di Indonesia, orang yang namanya ada di film sebagai sutradara, bisa jadi bukan orang yang menyutradarai filmnya. Sebuah kesesatan di perfilman Indonesia. (A thread)
Joko Anwar @jokoanwar
Di negara lain termasuk di Hollywood, "co-director" adalah istilah yang digunakan untuk seorang sutradara yang menyutradarai sebuah film bersama dgn sutradara lain, secara equal, dan nama mereka dicantumkan bersamaan. Seperti Lana dan Lilly Wachowski di film The Matrix.
Joko Anwar @jokoanwar
Tapi, di Indonesia istilah "co-director" digunakan untuk orang yang menyutradarai sebuah film, tanpa disebutkan namanya sebagai sutradara, untuk menggantikan sutradara resmi, menjalankan tugas-tugas sutradara, sering saat sutradara tidak hadir di lokasi saat suting berlangsung.
Joko Anwar @jokoanwar
Praktik yang dapat dipertanyakan ini awalnya sering ditemui dalam produksi sinetron. Sutradara sinetron banyak yang cuman datang ke set suting, cuma duduk-duduk sebentar, kasih instruksi sedikit, lalu pergi, meninggalkan "co-director" untuk menyutradarai suting.
Joko Anwar @jokoanwar
Kenapa sutradaranya pergi dan nggak menjalankan tugasnya? Mungkin malas, mungkin ada kerjaan lain, mungkin memang nggak bisa menyutradarai, dan banyak kemungkinan lain. Kenapa ini bisa terjadi? Karena produser memperbolehkan. Dan tentunya karena tidak ada etika kerja.
Joko Anwar @jokoanwar
Lama kelamaan, kebiasaan ini juga masuk ke dalam produksi film. Banyak sutradara resmi yang namanya tercantum dalam credit title, hanya melakukan sebagian dari tugas yang seharusnya dia emban sepenuhnya sebagai sutradara.
Joko Anwar @jokoanwar
Sementara sebagian sutradara bekerja banting tulang dan muter otak dalam mengerjakan sebuah film, sebagian sutradara Indonesia sedihnya tega memakai predikat 'sutradara' untuk suatu hasil kerja yang bukan menjadi hak mereka.
Joko Anwar @jokoanwar
Saat ini, praktik ini semakin dianggap wajar. Kenapa ini bisa terjadi? Mungkin karena sutradara resmi tidak punya waktu menjalankan tugasnya karena banyak proyek lain. Mungkin karena para produser membiarkannya. Yang pasti, karena kurangnya integritas untuk profesi yang dimiliki.
Joko Anwar @jokoanwar
Apakah keburukan dari kebiasaan ini? Pertama, film, sekalipun adalah kerja kolektif, adalah hasil visi dari seorang sutradara. Jika sutradara tidak hadir secara fisik dan intelektual, film akan menjadi produk yang compang-camping. Yang dirugikan tentunya adalah penonton.
Joko Anwar @jokoanwar
Kedua, praktik ini menyuburkan budaya pemberian acknowledgement pada orang yang tidak bekerja. Salah satu alasan kenapa budaya 'work hard for excellence' di Indonesia tidak jalan. Makanya banyak orang yg punya satu profesi hanya dengan klaim, bukan kerja keras.
Joko Anwar @jokoanwar
Tentunya ini mengacaukan ekosistem industri.
Joko Anwar @jokoanwar
Semoga praktik ini segera berakhir. Semoga para sutradara mau mengerjakan tugas sebagaimana mereka dibayar dan dapat predikat untuk itu. Agar industri film tambah sehat dan bisa berkontribusi membuat Indonesia yang gemilang. Amin.
Adi Tayadih @adihidaayat
@jokoanwar Hah demi apasih? terus siapa dia? kok bisa?
India Romeo Fanta Alfa Nano @Nafri274
@jokoanwar Dari tulisan ini saya berpikir mungkin karena si "sutradara" sudah besar namanya, jadi mereka yang mengerjakan tugas si "sutradara" tersebut dianggap sebagai asisten. Nah karena mereka dianggap asisten akhirnya, nama mereka tidak dimasukkan dlm daftar.
Aku dan Kau @danangcatur
@jokoanwar Pernah dengar cerita sutradara yg udah kebanjiran job sampai 2021,akhirnya temen2 nya jugak kebanjiran job dari si sutradara...bikin aja filmnya tulis namanya sbg sutradara, laku gak laku uangnya udah ada... #cumadenger
Amaludin Sodhik @LsodFhikC
@indomiebrewers Jadi di sebuah film Ada 2 sutradara... Sutradara 1 yg resmi sutradara 1 lagi sutradara cadangan... Nah apesnya sutradara cadangan disaat ia banting tulang mengganti peran sutradara resmi yg absen... Kerja kerasnya gak membuat ia masuk ke credit title film tersebut
indra @indradithya
@jokoanwar spill the tea pls.. oknum nya siapa film nya apaaa pic.twitter.com/yDvAsQ3eIo
Expand pic
Lusius Sinurat @luciusinurat
@jokoanwar Sama halnya org yg namanya sbg penulis buku, belum tentu penulisnya. Fakta.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.