Chirpstory will close the service later this year. At the end of September, you will not be able to post stories or comments.

Tulisan Dilawan Tulisan, Debat Panjang Remotivi dengan Tribunnews Saat Tribunnews Disebut "Tuyulnya Kompas" Karena Kerap Jadi 'Clickbait

Tribunnews dan Remotivi saling menanggapi terkait pemberitaan yang sebut Tribunnews sebagai "Tuyulnya Kompas"
0

Selasa (22/5), Remotivi menayangkan tulisan berjudul "Bagaimana Tribunnews Membantu Terorisme?".

URL Remotivi Bagaimana Tribunnews Membantu Terorisme? Setelah gagap menghadapi berbagai aksi teror yang sempat melanda negeri, berbagai saluran media mulai berbenah menjadi lebih baik. Kecuali Tribunnews.com. 2380
Remotivi @remotivi

#Amatan "Sebagai salah satu media milik Kompas Gramedia, Tribunews memang pantas disebut sebagai 'tuyulnya Kompas'. Ia bertugas mencuri klik (uang)  sebanyak-banyaknya." Tulisan oleh Muhamad Heychael remotivi.or.id/pantau/466/Bag…

22/05/2018 19:34:30 WIB
@teguhwicaksono

Tulisan @remotivi ini bagus banget, analisa pemberitaan media lokal penting dilakukan, strategi @tribunnews menurut saya murahan banget dan tidak mendidik 👎🏼 pic.twitter.com/isy9QEptsy

23/05/2018 11:17:30 WIB
Expand pic
Expand pic
Expand pic
🌬️Robin😷 @adekdedees

@remotivi Kritik terhadap TribunNews yg clickbait sebenarnya juga kritik untuk media online lain yg mainstream yg bertabiat serupa. Jika tidak berbenah, dibantu Dewan Pers, komitmen pada jurnalisme tentu semakin dipertanyakan publik. Tidak hanya TribunNews saya kira.

23/05/2018 16:22:33 WIB
sh @rakas___

@remotivi Masalah saya terhadap pemberitaan Tribun bukan terletak di berita yang remeh-temeh. Sah-sah saja. Penyajiannya yang saya tidak sukai. Tidak jarang saya amati beberapa artikel yang intinya sama saja. Perbedaannya hanya satu-dua kalimat.

23/05/2018 15:40:18 WIB
luthfief @rangerhijau_

@remotivi Sepakat soal kritik terhadap tribun, tapi kalimat tuyul kompas gramedia agak gimana ya min. hehehe.

23/05/2018 15:31:10 WIB
Remotivi @remotivi

@rangerhijau_ "agak gimana" gimana? Silakan sampaikan kritiknya terhadap kami dengan bebas. :)

23/05/2018 15:34:23 WIB
Fadhil Abdillah @fadhilmunonice

@remotivi @rangerhijau_ i think kalimat tuyul kompas lebih kyk kata kiasan aja. tapi emang faktanya tribun tidak melakukan pencurian uang seperti tuyul *lol* hmm, mungkin kalo diganti dgn rubahnya kompas? tapi nanti tribun nyangkal kalo mereka gak licik. kancilnya kompas? nanti tribun malah kesenengan.

23/05/2018 15:39:39 WIB
Dc Witut @awantangine

@fadhilmunonice @remotivi @rangerhijau_ mungkin maksudnya, karena sedang bahas klik (adsense) maka dikasih istilah tuyul, krna dlm dunia ads dr google ada istilah tersebut pic.twitter.com/VRV6zaU1ps

23/05/2018 16:27:50 WIB
Expand pic
BUKAN ORANG BAIK @bayudhiyan

Tidak ada yg salah dengan analisis ini bagi saya, karna jujur saya juga merasa tribun news ini cuma mencuri klik dengan headline 'fenomenal', Komitmen jurnalisme? Nihil sih kalau kurasa dari tribun ini :( Well they said semua orang bebas beropini yah :o twitter.com/remotivi/statu…

24/05/2018 04:14:22 WIB
Dewi Rachmanita S. @dedewii

@remotivi @yurisisasi Yap. Nampaknya media-media di Indonesia harus sdh mulai mengubah model bisnisnya. Nggak melulu soal traffic berujung display ads di web. Cnthnya lewat premium content, crowdfunding, community engagement, dll. Sedikit referensi: id.techinasia.com/model-bisnis-m… Tentu masy berpengaruh.

24/05/2018 23:56:02 WIB

Rabu (23/5), tulisan tersebut ditanggapi oleh pemimpin redaksi Tribunnews, Dahlan Dahi, yakni Analisa Muhammad Heychael Soal Tribunnews Cenderung Tendensius, Kasar dan Tidak Fair.

URL TribunJakarta Analisa Muhammad Heychael Soal Tribunnews Cenderung Tendensius, Kasar dan Tidak Fair - TribunJakarta Tanggapan atas tulisan Muhammad Heychael di Remotivi, berjudul Bagaimana Tribunnews membantu Terorisme? 34
Tribunnews @tribunnews

Analisa Muhammad Heychael Soal Tribunnews Cenderung Tendensius, Kasar dan Tidak Fair jakarta.tribunnews.com/2018/05/23/ana…

23/05/2018 12:35:22 WIB
Remotivi @remotivi

Tulisan kami berjudul "Bagaimana Tribunnews Membantu Terorisme" ditanggapi oleh Pemred TribunNews Dahlan Dahi. Kami screencapture-kan tanggapan itu biar kawan-kawan gak repot klik berhalaman-halaman. :) pic.twitter.com/i8v3E2cKau

23/05/2018 15:27:42 WIB
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Remotivi @remotivi

Menurut kami tanggapan seperti ini adalah contoh debat publik yang sehat. Kami berterima kasih tulisan kami direspon oleh TribunNews. Lalu, bagaimana tanggapan kawan-kawan soal ini? Mari berdiskusi. pic.twitter.com/TQAiTl7dOT

23/05/2018 15:30:25 WIB
Expand pic
Expand pic
E.A @Kitasemualelah

@remotivi saya kaget sih .. tribun langsung nanggepin.. tapi agak disayangkan nanggepinnya.. penulisan mereka pun masih acak adut sebagai media ... yha :<

23/05/2018 16:51:27 WIB
marty muhamaddin @MartyMuh

Om @dahlandahi marah-marah dalam klarifikasi atas artikel @heychael1 di @remotivi. Emosinya tumpah ruah, berbuntut salah tik sana-sini dan abai tata bahasa (ini Tribun banget). Paling nyantol: 1.What's wrong 2. Semua orang berhak beropini. 3. Klarifikasi dibikin 3 halaman. 😂 twitter.com/tribunnews/sta…

23/05/2018 13:39:32 WIB
Vogel im Käfig @DFRNHDYT

@tribunnews Klarifikasi kok dibagi jadi beberapa halaman. Ibarat tulisan cuman 3 paragraph, tiap paragraph di print di satu kertas. Ketahuan kalau cuman cari adsense aja.

24/05/2018 16:23:07 WIB
lur @ilurr

@tribunnews males klik tp pengen baca berita halaman selanjutnya? coba url di belakang di tambah ini 👇🏻 ?page=all

24/05/2018 06:23:53 WIB
Simbok Tiwi @tiuwtiw

@remotivi Saya kok gak suka ya dengan tanggapan “sah-sah aja wawancara Ahmad Dhani”? Di peraturan Dewan Pers kan tertera jelas, jurnalis harus mampu memilih narasumber yang kredibel. Dalam kasus ini, lihat background dan kumpulan orangnya, apakah mereka juga pelaku penyebar teror.

24/05/2018 06:46:39 WIB
Simbok Tiwi @tiuwtiw

@remotivi Ya as we know, Ahmad Dhani jelas kumpulannya seperti apa. Kalau mau wawancara artis gak masalah, tapi buat apa? Kalau bisa cari narasumber lain yang bisa menyingkap fakta terorisme, atau pakar2 lainnya, kenapa harus artis? Kenapa harus Ahmad Dhani? Astaga w laper nih min jadinya.

24/05/2018 06:48:40 WIB
Simbok Tiwi @tiuwtiw

@remotivi Menyingkap fakta bukan maksudnya kiat2 jadi teroris ya. Wkwkwk. Maksudnya media bisa menelusuri, bagaimana para penebar teror ini mengrasionalkan hal-hal yang irrasional. Bagaimana rasionalitas mereka berjalan. Media kayak gini kan keren! Mendidik khalayak!

24/05/2018 06:52:42 WIB
Simbok Tiwi @tiuwtiw

@remotivi Saya wartawan, saya paham do’s and dont’s dalam penulisan berita, walau saya juga masih harus banyak belajar. Saya beneran marah waktu Tribun nulis surat pelaku teror di Riau, yang isinya ajakan berjihad. Ditranskrip rapi betul. Redaksinya tuh mikir gak ya?

24/05/2018 06:55:05 WIB
Load Remaining (33)

Comment

No comments yet. Write yours!