Tulisan Dilawan Tulisan, Debat Panjang Remotivi dengan Tribunnews Saat Tribunnews Disebut "Tuyulnya Kompas" Karena Kerap Jadi 'Clickbait

Tribunnews dan Remotivi saling menanggapi terkait pemberitaan yang sebut Tribunnews sebagai "Tuyulnya Kompas"
tanggapan Tuyulnya Kompas online media tribunnews remotivi
1506 View 0 comments
Add to Favorite
0
Login and hide ads.

Selasa (22/5), Remotivi menayangkan tulisan berjudul "Bagaimana Tribunnews Membantu Terorisme?".

URL Remotivi 2380 Bagaimana Tribunnews Membantu Terorisme? Setelah gagap menghadapi berbagai aksi teror yang sempat melanda negeri, berbagai saluran media mulai berbenah menjadi lebih baik. Kecuali Tribunnews.com.
Remotivi @remotivi
#Amatan "Sebagai salah satu media milik Kompas Gramedia, Tribunews memang pantas disebut sebagai 'tuyulnya Kompas'. Ia bertugas mencuri klik (uang)  sebanyak-banyaknya." Tulisan oleh Muhamad Heychael remotivi.or.id/pantau/466/Bag…
🧠 @teguhwicaksono
Tulisan @remotivi ini bagus banget, analisa pemberitaan media lokal penting dilakukan, strategi @tribunnews menurut saya murahan banget dan tidak mendidik 👎🏼 pic.twitter.com/isy9QEptsy
 Expand pic
 Expand pic
 Expand pic
🌻Robin🌻 @adekdedees
@remotivi Kritik terhadap TribunNews yg clickbait sebenarnya juga kritik untuk media online lain yg mainstream yg bertabiat serupa. Jika tidak berbenah, dibantu Dewan Pers, komitmen pada jurnalisme tentu semakin dipertanyakan publik. Tidak hanya TribunNews saya kira.
𝐄𝐧𝐭𝐞𝐫𝐩𝐫𝐢𝐬𝐞 𝐆𝐨𝐨𝐬𝐞 🐧 @rakas___
@remotivi Masalah saya terhadap pemberitaan Tribun bukan terletak di berita yang remeh-temeh. Sah-sah saja. Penyajiannya yang saya tidak sukai. Tidak jarang saya amati beberapa artikel yang intinya sama saja. Perbedaannya hanya satu-dua kalimat.
luthfief @rangerhijau_
@remotivi Sepakat soal kritik terhadap tribun, tapi kalimat tuyul kompas gramedia agak gimana ya min. hehehe.
Remotivi @remotivi
@rangerhijau_ "agak gimana" gimana? Silakan sampaikan kritiknya terhadap kami dengan bebas. :)
Fadhil Abdillah @fadhilmunonice
@remotivi @rangerhijau_ i think kalimat tuyul kompas lebih kyk kata kiasan aja. tapi emang faktanya tribun tidak melakukan pencurian uang seperti tuyul *lol* hmm, mungkin kalo diganti dgn rubahnya kompas? tapi nanti tribun nyangkal kalo mereka gak licik. kancilnya kompas? nanti tribun malah kesenengan.
Dc Witut @awantangine
@fadhilmunonice @remotivi @rangerhijau_ mungkin maksudnya, karena sedang bahas klik (adsense) maka dikasih istilah tuyul, krna dlm dunia ads dr google ada istilah tersebut pic.twitter.com/VRV6zaU1ps
 Expand pic
B A Y U @bayudhiyan
Tidak ada yg salah dengan analisis ini bagi saya, karna jujur saya juga merasa tribun news ini cuma mencuri klik dengan headline 'fenomenal', Komitmen jurnalisme? Nihil sih kalau kurasa dari tribun ini :( Well they said semua orang bebas beropini yah :o twitter.com/remotivi/statu…
Dewi Rachmanita S. @dedewii
@remotivi @yurisisasi Yap. Nampaknya media-media di Indonesia harus sdh mulai mengubah model bisnisnya. Nggak melulu soal traffic berujung display ads di web. Cnthnya lewat premium content, crowdfunding, community engagement, dll. Sedikit referensi: id.techinasia.com/model-bisnis-m… Tentu masy berpengaruh.

Rabu (23/5), tulisan tersebut ditanggapi oleh pemimpin redaksi Tribunnews, Dahlan Dahi, yakni Analisa Muhammad Heychael Soal Tribunnews Cenderung Tendensius, Kasar dan Tidak Fair.

URL TribunJakarta 34 Analisa Muhammad Heychael Soal Tribunnews Cenderung Tendensius, Kasar dan Tidak Fair - TribunJakarta Tanggapan atas tulisan Muhammad Heychael di Remotivi, berjudul Bagaimana Tribunnews membantu Terorisme?
TRIBUNnews.com @tribunnews
Analisa Muhammad Heychael Soal Tribunnews Cenderung Tendensius, Kasar dan Tidak Fair jakarta.tribunnews.com/2018/05/23/ana…
Remotivi @remotivi
Tulisan kami berjudul "Bagaimana Tribunnews Membantu Terorisme" ditanggapi oleh Pemred TribunNews Dahlan Dahi. Kami screencapture-kan tanggapan itu biar kawan-kawan gak repot klik berhalaman-halaman. :) pic.twitter.com/i8v3E2cKau
 Expand pic
 Expand pic
 Expand pic
 Expand pic
Remotivi @remotivi
Menurut kami tanggapan seperti ini adalah contoh debat publik yang sehat. Kami berterima kasih tulisan kami direspon oleh TribunNews. Lalu, bagaimana tanggapan kawan-kawan soal ini? Mari berdiskusi. pic.twitter.com/TQAiTl7dOT
 Expand pic
 Expand pic
Elma Adisya @Spoopyydo
@remotivi saya kaget sih .. tribun langsung nanggepin.. tapi agak disayangkan nanggepinnya.. penulisan mereka pun masih acak adut sebagai media ... yha :<
marty muhamaddin @MMuhamaddin
Om @dahlandahi marah-marah dalam klarifikasi atas artikel @heychael1 di @remotivi. Emosinya tumpah ruah, berbuntut salah tik sana-sini dan abai tata bahasa (ini Tribun banget). Paling nyantol: 1.What's wrong 2. Semua orang berhak beropini. 3. Klarifikasi dibikin 3 halaman. 😂 twitter.com/tribunnews/sta…
ادو نيا | אדניה @DFRNHDYT
@tribunnews Klarifikasi kok dibagi jadi beberapa halaman. Ibarat tulisan cuman 3 paragraph, tiap paragraph di print di satu kertas. Ketahuan kalau cuman cari adsense aja.
Mohammad KH @ilurr
@tribunnews males klik tp pengen baca berita halaman selanjutnya? coba url di belakang di tambah ini 👇🏻 ?page=all
Agatha Danastri @agadanastri
@remotivi Saya kok gak suka ya dengan tanggapan “sah-sah aja wawancara Ahmad Dhani”? Di peraturan Dewan Pers kan tertera jelas, jurnalis harus mampu memilih narasumber yang kredibel. Dalam kasus ini, lihat background dan kumpulan orangnya, apakah mereka juga pelaku penyebar teror.
Agatha Danastri @agadanastri
@remotivi Ya as we know, Ahmad Dhani jelas kumpulannya seperti apa. Kalau mau wawancara artis gak masalah, tapi buat apa? Kalau bisa cari narasumber lain yang bisa menyingkap fakta terorisme, atau pakar2 lainnya, kenapa harus artis? Kenapa harus Ahmad Dhani? Astaga w laper nih min jadinya.
Agatha Danastri @agadanastri
@remotivi Menyingkap fakta bukan maksudnya kiat2 jadi teroris ya. Wkwkwk. Maksudnya media bisa menelusuri, bagaimana para penebar teror ini mengrasionalkan hal-hal yang irrasional. Bagaimana rasionalitas mereka berjalan. Media kayak gini kan keren! Mendidik khalayak!
Agatha Danastri @agadanastri
@remotivi Saya wartawan, saya paham do’s and dont’s dalam penulisan berita, walau saya juga masih harus banyak belajar. Saya beneran marah waktu Tribun nulis surat pelaku teror di Riau, yang isinya ajakan berjihad. Ditranskrip rapi betul. Redaksinya tuh mikir gak ya?
Load Remaining (33)
Login and hide ads.