MESKI TELAH MINTA MAAF, ANAK KONGLOMERAT YANG HINA DAN ANCAM JOKOWI, WAJIB DIPROSES HUKUM!

Sakit Hati Anak Bangsa, Kepala Negara disebut KACUNG! SUMPAH, GAK SABAR LIHAT 'ANAK TENGIK' INI DI BUI!
breakingnews hina Jokowi ancam
0
wartawanPENSIUN @WartawanPensiun
 Expand pic
 Expand pic
 Expand pic
 Expand pic
wartawanPENSIUN @WartawanPensiun
TOLAK DISKRIMINASI! MOHON @DivHumas_Polri jangan anggap enteng penyelesaian kasus PENGHINAAN DAN PENGANCAMAN Presiden @jokowi oleh si anak (konglomerat?) Tegakkan hukum seadil-adilnya! PENJARAKAN! pic.twitter.com/Q4QigJRKQ7

TUMPUL HUKUM,-Beruntunglah lelaki tanggung berinisial RJT yang konon berusia 16 tahun ini, terlahir sebagai anak konglomerat Heri Sukanto Tjahja. Meski viral menghina Presiden Joko Widodo sekaligus mengancam akan membunuhnya, status hukum remaja milenial di Polda Metro Jaya tersebut, masih abu-abu bahkan kemungkinan *happy ending.

  • Entahlah jika sosoknya terlahir dari rakyat jelata yang bermukim di perkampungan kumuh bukan bermukim di perumahan mewah, Puri Kencana, Jalan Kencana Utama Blok K2 Nomor 2, Kembangan, Jakarta Barat.

"Jadi yang bersangkutan hanya bercanda ya. Jadi intinya dia hanya lucu-lucuan dengan teman-temannya untuk berlomba itu. Artinya bahwa dia ingin mengetes apakah polisi mampu menangkap," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (23/5/2018).

Dijelaskan Argo, alasan bercanda pemuda tersebut bermula saat pemuda itu tengah berkumpul dengan temannya. Temannya menantang apakah dia berani untuk membuat video menghina Presiden Jokowi. Tantangan itu juga sekaligus untuk mencoba apakah video itu akan berujung ke kepolisian.

"Ini merupakan kenakalan remaja. Kenapa? Ya karena pada saat dia berkumpul dengan temannya dia mengatakan bahwa 'kamu berani enggak kamu, nanti kalau berani kamu bisa enggak ditangkep polisi. Jadi mengetes ini berdua, mengetes polisi. Kira-kira polisi mampu tidak menangkap dia," kata Argo.

PRESEDEN BURUK

Sebelumnya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyarankan polisi tidak menahan RJT (16), ABG yang mengancam akan menembak Presiden Jokowi. RJT bisa tetap dikenai hukuman atau rehabilitasi tanpa harus dipenjara.

"Hukuman atau sanksi terhadap anak tidak selalu harus hukuman kurungan (penjara), tetapi bisa juga menggunakan pembinaan atau rehabilitasi," kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti.

Retno mengatakan, anak sebagai pelaku atau korban dalam sebuah tindak pidana mendapat perlakuan khusus. Penanganan proses hukum terhadap anak pun berbeda dengan penanganan kepada orang dewasa.

Lebih jauh, Retno menilai perilaku RJT di dalam video bisa menjadi preseden buruk jika dibiarkan. Ia khawatir perilaku tersebut akan ditiru oleh anak-anak lain.

"Hal ini sekaligus pembelajaran untuk anak-anak lain agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Jangan asal unggah hanya karena ingin viral dan terkenal dengan cara instan," ujarnya.

UU PERLINDUNGAN ANAK

Sementara itu, Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto mengatakan, penanganan kasus ABG berinisial RJ (16) yang mengancam Presiden Jokowi bisa dilakukan dengan diversi.

Proses ini dilakukan dengan pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

"Jadi memang ada UU Perlindungan Anak. Kami tidak akan laksanakan hukuman kecuali ancaman hukuman di atas 5 tahun, bisa, tetap (yang) utama tetap penanganan terhadap anak itu bisa diversi," ujar Ari kepada wartawan di Bareskrim Polri, gedung KKP, Jalan Medan Merdeka Timur, Kamis (24/5).

Ari mengatakan proses penanganan kasus juga bergantung pada penyelidikan polisi. "Lihat nanti hasil diversinya," ujarnya.

INI CONTOH PENANGANAN BEBERAPA KASUS YANG PUNYA KEMIRIPAN, SEMUA BERAKHIR DI PENGADILAN!
URL www.portal-islam.id 7354 Hina Presiden di Facebook, Pelajar SMK Divonis 1,5 Tahun Penjara; Terus Yang Ini Cuma Dibilang Lucu-lucuan? [ PORTAL-ISLAM.ID ] Belum apa-apa polisi sudah bilang aksi pria keturunan China yang videonya voral sekedar lucu-lucuan. Motif Pria Pe...
Bukan Patung @bukanpatung
1. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diskriminasi adalah pembedaan perlakuan terhadap sesama warga negara (berdasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi, agama, dsb); pic.twitter.com/vZXGLkfkMP
 Expand pic
Bukan Patung @bukanpatung
2. Dalam artian yg lebih luas, diskriminasi adalah pembatasan , pengucilan dan pelecehan yang didasarkan pada perbedaan manusia karena alasan agama , suku , bahasa dan yang lainnya baik yang dilakukan secara langsung ataupun dengan perantara atau tidak langsung . pic.twitter.com/N0OENTnosj
 Expand pic
Bukan Patung @bukanpatung
3. Contoh kasus diskriminasi?? Orang tua dan pria tanggung RJT (16) yg bertelanjang dada hina dan ancam Presiden Jokowi, resmi minta maaf! Cukup dengan maaf?? Hemmm, preseden buruk yang bisa 'meruntuhkan' wibawa pemerintah. cdn.metrotvnews.com/videos/2018/05…
Bukan Patung @bukanpatung
4. Beberapa contoh kasus yang mirip dengan kasus RJT: Muhammad Farhan Balatif, remaja tanggung berusia 18 tahun. Doi mendadak tenar usai polisi menangkapnya karena diduga sebagai sosok pengendali akun Facebook dengan nama Ringgo Abdillah yang kerap menghina Presiden Jokowi. pic.twitter.com/FUZPUufpsZ
 Expand pic
Bukan Patung @bukanpatung
5. Selanjutnya, Haidar (21), seorang netizen asal Pasuruan, Jawa Timur, yang ditangkap polisi karena postingannya di media sosial Instagram yang mengandung ujaran kebencian. pic.twitter.com/8tRHNTpUxG
 Expand pic
Bukan Patung @bukanpatung
6. Menyusul selanjutnya, Mustafa Kamal Nurullah yg ditangkap polisi di kediamannya di Jl.Yusuf Kahar No. 3/b RT 2 / RW2. Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, (22/2/2018). Ia ditangkap karena menghina Iriana Jokowi dengan tulisan tak senonoh di akun Facebook miliknya. pic.twitter.com/GV0PDYlUmL
 Expand pic
Bukan Patung @bukanpatung
7. Selanjutnya kasus Sri Rahayu. Sri diamankan di rumahnya di Desa Cipendawa, Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (5/8) pukul 01.00 WIB. Polisi menyebut Sri menyebarkan konten penghinaan dan SARA itu melalui akun Facebook yang bernama Sri Rahayu Ningsih (Ny Sasmita). pic.twitter.com/BS4581sXof
 Expand pic
Bukan Patung @bukanpatung
Kasus ini wajib diusut tuntas dan transparan!! Jangan ada kesan tebang pilih hukum antara si kaya dan si miskin! #KamiBersamaPolri twitter.com/WartawanPensiu…
Login and hide ads.