2
Malinda Mery @Malinda_Mery
Ibu Ini Hidupi 100 Anak Yatim dari Jualan Keset bit.ly/2IIkFDM
Malinda Mery @Malinda_Mery
Keterbatasan ekonomi tak lantas membuat Imas Masitoh (42) acuh tak acuh dengan penderitaan orang lain. Dengan segala keterbatasan yang dimilikinya, Imas justru menghidupi 100 anak yatim dan duafa hanya dari hasil dagangnya yang tidak seberapa.
Malinda Mery @Malinda_Mery
Kisah dimulai sejak sekitar lima tahun lalu, saat Imas harus kehilangan sang ayah. Sejak saat itu, dia selalu merasa terenyuh setiap kali melihat ada anak yatim di sekitar kediamannya di Kampung Cibungur, Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.
Malinda Mery @Malinda_Mery
“Setelah ditinggal bapak selama-lamanya, saya mencoba ingin merasakan gimana rasanya kalau anak-anak kurang mampu ini kehilangan orang yang dicintainya. Dari situ, saya mulai tumbuh rasa mencintai mereka,” tutur Imas. bit.ly/2IIkFDM
Malinda Mery @Malinda_Mery
Lantas, Imas pun nekat mendirikan sebuah panti asuhan yang kemudian diberi nama Raudhatul Amanah bermodalkan hasil jerih payahnya berjualan gorengan, kue, dan keset. bit.ly/2IIkFDM
Malinda Mery @Malinda_Mery
Rumah pribadi dijadikannya sebagai panti bagi yatim. Awalnya, ada tujuh anak yang dirawatnya. Lama-kelamanaan jumlahnya terus bertambah hingga mencapai 100 anak yatim dan duafa. bit.ly/2IIkFDM
Malinda Mery @Malinda_Mery
Mau tak mau, dia kemudian menyewa sebuah rumah yang lebih luas seharga Rp700 ribu per tahun.
Malinda Mery @Malinda_Mery
"Saya cari penghasilan mulai dari keuntungan Rp500 hingga Rp1.000, dari jual keset dan gorengan yang dititip di warung dan dijual berkeliling. Setelah uang terkumpul, lalu dibagikan untuk anak-anak..."
Malinda Mery @Malinda_Mery
"...Kalau masih kurang, botol bekas gelas mineral dan kardus saya kumpulkan juga dan kemudian dijual. Semua ini rela saya lakukan demi membiayai anak-anak yang saya cintai," ujar Imas sambil menitikan air mata. bit.ly/2IIkFDM
Malinda Mery @Malinda_Mery
Lingkungan sekitar juga sering mencibir Imas. Bahkan, Imas dianggap gila lantaran pilihannya untuk mengurus anak yatim yang jumlahnya tidak sedikit dinilai memperburuk keadaan. Namun, cibiran itu tak mematahkan semangatnya
Malinda Mery @Malinda_Mery
"Setiap waktu adalah perjuangan berat karena saya ini orang bodoh, hanya tamatan SMA, orang miskin. Orang-orang bahkan sering bilang saya tidak waras, tapi semua itu tak menjadikan saya mundur" ucapnya optimis.
Malinda Mery @Malinda_Mery
Imas bersyukur masih ada donatur dan orang yang peduli dengan memberikan titipan serta sumbangannya untuk anak-anak asuhnya. Lantaran keterbatasan tempat, saat ini panti Raudhatul Amanah hanya bisa menampung 22 anak.
Malinda Mery @Malinda_Mery
Bagi Imas, keterbatasan ekonomi bukan alasan bagi siapa pun untuk membantu sesama. Terlebih, menyayangi anak yatim mempunyai tempat sendiri di mata Tuhan.bit.ly/2IIkFDM

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.