0
ALy @amailtwit
Kalau kereta jurusan Nambo - Angke relasinya cukup sebatas Nambo - Citayam sebenarnya bisa lebih efisien. Dampaknya; Kereta Bogor - Jatinegara bisa diperbanyak, serta headway kereta Nambo - Citayam bisa jadi tiap 1 jam sekali. Cc @JalurNambo @CommuterLine
ALy @amailtwit
Waktu tempuh Nambo - Citayam itu 24 menit. Kalau perjalanan bolak balik plus waktu ngetem, jadinya ya kira2 tiap 1 jam sekali ada kereta dari Nambo berangkat ke Citayam. Cukup 1 kereta utk relasi ini, tapi hasilnya maksimal. @JalurNambo @CommuterLine
ALy @amailtwit
Lalu untuk kereta bandara. Coba min tolong sampaikan lagi ke pihak terkait mengenai usul relasinya sebatas BatuCeper - Bandara saja. Sebab cuma itu caranya supaya jadwal (hampir) semua jalur bisa kembali normal. @CommuterLine
ALy @amailtwit
Karena lebih baik 1 rangkaian 8 gerbong tapi jadwalnya 10-20 menit sekali, daripada 12 gerbong tapi paling cepat per 30 menit. (terutama u/ jalur kuning). @CommuterLine
ALy @amailtwit
Kapasitas stasiun terkait sarana infrastruktur, mobilitas, serta jumlah petugas yg melayani itu idealnya utk 1 gerbong 8 rangkaian per 10-20 menit sekali. Kenapa? Karena pertimbangan awal desain seperti itu. Lebih dari itu ujungnya cuma masalah. @CommuterLine
ALy @amailtwit
Bagaimana petugas bisa kerja optimal kalau jumlah penumpang jadi membludak, baik di stasiun maupun di kereta? Ngawasin copet, penumpang duduk lantai, bangku prioritas, dll., kalau penumpangnya membludak ya susah. @CommuterLine
ALy @amailtwit
Disisi lain, ya gimana penumpangnya gak tambah ganas rebutan bangku, makan di kereta, komplain kapasitas mushola, dll kalau nunggu keretanya kelamaan hingga terjadi penumpukan? Capek, lapar, dll, jadi bisa diwajari. @CommuterLine
ALy @amailtwit
Itulah dampak negatif sistemik dari keberadaan kereta bandara, dan mengapa lebih baik kereta bandara cukup dari BatuCeper - Bandara saja. Selama jalur komuter masih dijadikan ekspres, maka solusi2 yang ada hingga saat ini sebenarnya percuma saja. @CommuterLine
ALy @amailtwit
Daripada memaksa ada kereta bandara - yang headwaynya paling mentok per 30 menit sekali, kenapa tidak mengintegrasikan penumpang kereta bandara ke kereta KRL dengan headway 10-20 menit sekali? @CommuterLine @RailinkARS
ALy @amailtwit
Caranya; dari 8 gerbong/ rangkaian KRL, bisa tambah 1 gerbong khusus penumpang bandara. Naik gerbong ini tinggal tunjuk tiket/ kode booking ke petugas jaga. Naik bisa dari stasiun mana saja. Sampai di BatuCeper tinggal beli tiket lagi ke bandara. @RailinkARS @CommuterLine
ALy @amailtwit
Tak masalah kalau waktu transit kereta ditiap stasiun lebih lama (asumsi bertambah 30 detik) utk naik turun penumpang bandara karena ada barang bawaan. Toh yang dibawa juga dibatasi, serta tidak semua stasiun ada penumpang bandara. @RailinkARS @CommuterLine
ALy @amailtwit
Kalau promosi kereta ke bandara adalah bisa naik di stasiun mana saja, ada gerbong khusus, serta headway kereta per 10-20 menit sekali, saya pribadi yakin jumlah penumpangnya potensi meningkat banyak. Semua hepy. @RailinkARS @CommuterLine
ALy @amailtwit
Jangan seperti sekarang. Dengan hanya dua stasiun keberangkatan (Sudirman Baru dan Batu Ceper), ditambah kedua stasiun tsb juga tidak terintegrasi dgn stasiun KRL yg ada, ini yang bikin mikir 5x naik kereta bandara. Hasilnya ya seperti sekarang ini. @RailinkARS @CommuterLine
ALy @amailtwit
Okelah, keluhan dan usulan ini mohon disampaikan ke pihak terkait ya min @CommuterLine Sembari menunggu selesainya DDT serta pembangunan stasiun Manggarai dan Jatinegara utk KAJJ, kira2 ini usul sementara mengenai fragmentasi jalur KRL. Moga berguna, thx. pic.twitter.com/opfnuvb88S
Expand pic

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.