Menguak Perbandingan Pola Gerakan Jamaah Islamiyah VS Jamaah Anshar Daulah: Versi Ex. Teroris dan @MIBAgent_

Pola gerakan aksi teror yang dilakukan dulu lebih besar efek korbannya dibandingkan yang sekarang
bom surabaya Jamaah Islamiyah awesomes Jamaah Anhsar Daulah bomgereja makobrimob teror
3971 View 0 comments
1
Login and hide ads.
Addin @MIBAgent_ 14/05/2018 11:18:08 WIB
Ada perbedaan besar antara aksi terorisme dulu dan sekarang. Dulu, aksi2 terorisme dilakukan dg perhitungan yg sangat matang dg bom yg memiliki daya ledak yg sangat besar, contoh Bom Bali, Kedubes Aussie, Marriot dll.
Addin @MIBAgent_ 14/05/2018 11:18:09 WIB
Sekarang, pola2 aksi terorisme berbeda. Beberapa kejadian seperti serangan bom panci yg gagal di bandung, serangan di thamrin, atau di kampung melayu serta penusukan polisi2 secara individu menunjukkan bahwa para pelaku lebih bermodal nekat daripada otak
Addin @MIBAgent_ 14/05/2018 11:18:09 WIB
Mengapa bisa berbeda? Hal ini bisa dijelaskan berdasarkan fakta bahwa pelaku2nya memang berasal dr organisasi atau ideologi yg berbeda. Dulu, para teroris merupakan bagian dari jaringan JI (Jamaah Islamiyah). Sekarang, para teroris merupakan anggota JAD (Jamaah Anshar Daulah)
Addin @MIBAgent_ 14/05/2018 11:18:10 WIB
JI memiliki jaringan yg sama dg Alqaidah sedangkan JAD merupakan anak cabang ISIS. kedua organisasi ini memiliki pebedaan yg sangat mendasar dalam tujuan maupun cara mewujudkan tujuan tersebut. Di timur tengah sana, Alqaidah dan ISIS saling bertempur satu sama lain
Addin @MIBAgent_ 14/05/2018 11:18:11 WIB
Alqaidah memiliki tujuan untuk menghancurkan dominasi Amerika yg menurut mereka sedang menjajah negeri2 muslim. Sehingga sasaran mereka lebih ditujukan kepada representasi dari Amerika dan sekutunya itu sendiri. Hal ini dpt kita lihat dr kasus bom Bali, Kedubes Aussie, & mariot
Addin @MIBAgent_ 14/05/2018 11:18:13 WIB
ISIS memiliki tujuan untuk mendirikan daulah (negara) dan mereka percaya bahwa satu2nya daulah yg sah di mata Allah adalah daulah mereka. Oleh karena itu, siapapun yg menolak sumpah setia kpd khalifahnya, dihukumi kafir dan sah untuk dibunuh
Addin @MIBAgent_ 14/05/2018 11:18:14 WIB
Karena menganggap sebagai satu2nya negara yg sah, NKRI pun dianggap sebagai penyimpangan dan harus dilenyapkan. Untuk itu, maka aparat keamanan harus dihabisi terlebih dahulu sebelum menggabungkan NKRI dlm wilayah ISIS. Hal tsbt jg berlaku untuk negara2 mayoritas muslim yg lain
Addin @MIBAgent_ 14/05/2018 11:18:15 WIB
Meskipun seringkali memakan korban sipil yg muslim, Alqaidah tidak pernah (secara teori) memiliki niat untuk menyasar umat muslim. Konon Amrozi cs (para pelaku bom bali 1) berpuasa selama 2 bulan berturut2 setelah mereka mengetahui bahwa ada korban muslim dlm aksi mereka
Addin @MIBAgent_ 14/05/2018 11:18:15 WIB
Tentu puasa 2 bulan tsbt tidak bisa membenarkan aksi mereka. Namun, dari sini kita bisa melihat perbedaan tajam antara Alqaidah dan ISIS dalam memandang sasarannya. ISIS tidak akan pernah bepuasa untuk korbannya. Karena bagi mereka "yang lain" adalah "yang sah" untuk dibunuh
Addin @MIBAgent_ 14/05/2018 11:18:16 WIB
Sedangkan untuk perkara bom, para anggota JI memiliki pengetahuan yg lebih memadai tentang bagaimana cara merakit/membuat bom secara lebih canggih dan lebih berbahaya. Mereka mempelajari itu semua dari camp2 yg pernah mereka datangi di Afghanistan
Addin @MIBAgent_ 14/05/2018 11:18:17 WIB
Tahun 80an, banyak org2 Indonesia pergi ke Afghanistan untuk berjihad melawan Soviet. Sebagai salah satu negara adidaya waktu itu, berperang melawan Soviet bukan hal yg mudah. Sangat berdarah2 dan menghabiskan biaya yg tidak sedikit
Addin @MIBAgent_ 14/05/2018 11:18:18 WIB
Namun hal itu justru memberikan pengalaman berharga yg membuat mereka menjadi kombatan yg tangguh dan tidak takut mati. Pengalaman berharga juga didapat dari pelatihan2 bom yg mereka jalani selama berada di sana
Addin @MIBAgent_ 14/05/2018 11:18:18 WIB
Orang2 indonesia ini mendapatkan pelatihan perakitan bom dr instruktur2 yg kompeten yg mewarisi ilmu perakitan bom dari para prajurit Soviet yg ditawan dan CIA (kita tahu di masa itu bahwa Soviet adalah musuh besar Amerika)
Addin @MIBAgent_ 14/05/2018 11:18:19 WIB
Ketika mereka pulang ke tanah air, sebagian membentuk kelompok bernama JI dan melakukan aksi teror di Indonesia. Berbekal ilmu & pengalaman dr afghan sana, mereka mampu menyerang sasaran dg bom canggih yg memakan bnyak korban jiwa. Sesuatu hal yg blum dimiliki oleh JAD
Addin @MIBAgent_ 14/05/2018 11:18:20 WIB
Saya pernah berbincang dg para mantan anggota JI, baik yg masih ditahan maupun sudah bebas. Bahwa mereka sering mendapatkan pesan dari anggota JAD yg bernada bujukan maupun ancaman untuk membagikan ilmu perakitan bomnya kepada anggota JAD. Tentu saja mereka menolak
Addin @MIBAgent_ 14/05/2018 11:18:20 WIB
Dan semoga mereka tetap menolaknya karena bisa dibayangkan betapa dahsyat kerusakan yg ditimbulkan jika org2 JAD mewarisi ilmu dari JI ini. Kini JI sendri sudah bubar dan banyak dr anggotanya yg bertobat dan ikrar sumpah setia kepada NKRI
Addin @MIBAgent_ 14/05/2018 11:18:21 WIB
ketika saya bertemu dg salah satu pelaku utama bom bali yg masih ditahan dan sudah bertobat, saya pernah bertanya kpd dia mengapa tdk mengajukan grasi kpd presiden? krna telah bnyak berjasa dlm membantu polisi dlm membongkar jaringan teroris dan "men-tobatkan" anggota JI yg lain
Addin @MIBAgent_ 14/05/2018 11:18:22 WIB
Dia menjawabnya dengan "saya malu dan merasa tidak pantas melakukan hal itu setelah apa yg saya lakukan kpd rakyat bali dan indonesia"
Addin @MIBAgent_ 14/05/2018 11:18:22 WIB
Teror mako brimob dan surabaya telah menujukkan kepada kita level yg lebih sadis dan berbahaya yg bahkan berada di luar nalar para teroris lama. Ketika satu kluarga dilibatkan dlm aksi bom bunuh diri. Hal tersebut tidak pernah dilakukan oleh anggota JI
Addin @MIBAgent_ 14/05/2018 11:18:23 WIB
Ratusan orang simpatisan ISIS telah pulang ke Indonesia. Mereka datang dg ideologi yg sangat berbahaya dan siap menjadikan indonesia sbg pusat ISIS selanjutnya. Dibutuhkan tindakan yg cepat dan efektif yg tdk hanya melibatkan pihak keamanan, namun juga pemerintah & masyarakat
Addin @MIBAgent_ 14/05/2018 11:18:24 WIB
jangan pernah ragu untuk melakukan tindakan tegas yg dirasa perlu. Karena mereka pun tidak ragu memenggal kepala tawanannya. Jangan takut & tetap bersatu. Indonesia tdk boleh takut melawan aksi teror. Mari jadikan Indonesia menjadi kuburan terakhir teroris. Sekali & selamanya

Sama dengan analisa BNPT dan mantan narapidana teroris

afanafana @afannna 14/05/2018 12:21:09 WIB
@MIBAgent_ gak banyak yg tahu soal kelompok teroris di indonesia. dulu berkiblat ke al qaeda, klo yg sekarang ini ya bagian dari isis
Ferry Andrea @andreasuu 14/05/2018 15:57:43 WIB
@MIBAgent_ Betul, mereka memiliki cara pandang yg berbeda. Al Qaeda tidak sejalan dengan ISIS. Di sana mereka crash cenderung musuhan.
Load Remaining (41)

Bookmarked tags

No tags
Login and hide ads.