2
Eliya @eliya_mkom
Dalam perjalanan kehidupan, seringkali kita menemukan nilai nilai yg bisa jadi sudah ditanamkan sejak kecil, tetapi dalam perjalanan masing masing kita akan menemukan nilai mana yang menjadi faktor utama dan mana faktor sekunder. Karakter diri dan lingkungan ikut berkontribusi
Eliya @eliya_mkom
Selain urusan turunan yang diturunkan secara genetik, faktor faktor psikologi, lingkungan dimana dibesarkan, berapa jumlah saudara, berapa jumlah orang yang tinggal serumah, sampai anak ke berapa, jugab memberikan pengaruh bagi pembentukan karakter diri.
Eliya @eliya_mkom
Persoalan yang dihadapi juga memberikan warnanya, persoalan pribadi, persoalan keluarga, persoalan orang tua, persoalan warga, segala urusan memperkaya nuasa kehidupan, membentuk kepribadian. Contoh dan teladan lebih kuat menancap dibanding tutur nasehat.
Eliya @eliya_mkom
Belum tentu kebiasaan orang tua lebih dominan menurun ke anak, dalam perumahan yang rapat, dimana tembok tetangga sebelah seringkali bagaikan alat pengeras suara yang terus mendendangkan nafas penghuninya, tetangga bisa saja jadi contoh suri tauladan bagi sebagian individu.
Eliya @eliya_mkom
Derik pintu diwaktu subuh, gemericik air mengalir saat berwudhu bisa menjadi contoh. Lantunan ayat Suci tetangga sebelah setiap habis waktu sholat juga dapat menjadi contoh baik yang turut mewarnai karakter seseorang. Begitu juga amarah dan caci maki, bisa menular.
Eliya @eliya_mkom
Ada teman yang punya kebiasaan yang berbeda dari keluarganya, ternyata mencontoh tingkah laku tetangga yang didengarnya setiap hari selama tahunan. Tapi kebanyakan perilaku dan kebiasaan diturunkan dari rumah sendiri oleh kedua orang tua. Bagaimana menata rumah misalnya.
Eliya @eliya_mkom
Lihat bagaimana ruangan dalam rumah kawanmu. Jika rapi tertata dan teratur, bandingkan dengan rumah orang tuanya, kemungkinan besar juga begitu. Kalau berantakan, barang ditumpuk tumpuk, kemungkinan rumah orang tuanya juga begitu 😁
Eliya @eliya_mkom
Juga bagaimana bersikap dan berkomunikasi, jika cara komunikasinya santun, runtut, jelas dan penuh kesopanan, kemungkinan besar kedua orang tuanya juga seperti itu. Kalau penuh dgn caci maki dan kata kata kasar, kemungkinan orang tuanya juga begitu. Buah jatuh dekat pohonnya
Eliya @eliya_mkom
Di era kemajuan teknologi, ternyata Dirupsi bukan hanya bidang ekonomi dan transportasi yang disebabkan oleh ojek Online, tenyata sosmed juga menyebabkan terjadi dirupsi.. Dirupsi yang tercipta oleh sosmed, adalah bagaimana cara berkomunikasi.
Eliya @eliya_mkom
Yg memberikan contoh bukan lagi orang tua dan lingkungan rumah, sosmed menciptakan dirupsi komunikasi, tokoh, orang yg dipuja, opinion leader, para selebtwit dan selebgram menjadi panutan, contoh bagaimana cara berkomunikasi. Dirupsi komunikasi sebabkan perubahan kultur budaya.
Eliya @eliya_mkom
Ahok merupakan salah satu contoh tokoh yang dipanut, cara berkomunikasinya, sikapnya, ekspresinya. Kata kata kasar dianggap sebuah ketegasan, teriak teriak dianggap berwibawa, caci maki dianggap sebuah kejujuran dan keterbukaan, apa adanya. Tul gak?
Eliya @eliya_mkom
Saat ahok berjaya,masih berkuasa, menjadi panutan bagi seluruh pendukungnya, ada akun yg terus menerus mengajak pihak yg dianggap lawan utk twitwar, katanya sih utk menambah follower, tapi cara komunikasi ahok yg dipraktekkannya. Ahoker dengan gaya komunikasi ahok pernah berjaya
Eliya @eliya_mkom
Kata kata kasar dianggap sebuah ketegasan, teriak teriak dianggap berwibawa, caci maki dianggap sebuah kejujuran dan keterbukaan, apa adanya. Kok bisa begitu ? Mungkin antitesis dari kondisi yang ada saat itu, publik bosan dgn gaya SBY yg santun, gaya ahok jadi menarik.
Eliya @eliya_mkom
Padahal konon katanya, gaya komunikasi yang ditampilkan ahok, bukanlah dirinya yang sebenarnya. Keberanian yang ditampilkan bukan juga keberanian yang sebenarnya, semua diciptakan sebagai sebuah drama, personal branding, mungkin juga sesuatu perasaan terpendam sejak lama.
Eliya @eliya_mkom
Diruang terbatas, diantara kawan, dan senyap dari sorotan kamera video, ahok bukanlah seorang yg garang seperti gaya komunikasi yang dipertontonkan diruang publik. (Konon katanya) Semua hanyalah sandiwara belaka, yang mencapai puncaknya karena berlebihan dan overdosis.
Eliya @eliya_mkom
Gaya komunikasi ala ahok ternyata gagal memenangkan hati pemilih, ternyata ahok kalah di pilkada DKI 2017. Gaya komunikasi ahok terbukti tak berhasil menang dikontestasi merebut hati rakyat. Kalau ada yg ingat saat itu, banyak kepala daerah baru sidak pakai gaya marah marah.
Eliya @eliya_mkom
Ahok kalah, dipenjara, gaya komunikasi ala ahok gagal, tapi para pendukung ahok yg sudah menjiwai dan menjadikan gaya komunikasi ala ahok sebagai karakter diri, ternyata tak mudah utk kembali ke gaya komunikasi sesuai kepribadian masing masing, gaya ahok tertanam di hati mereka.
Eliya @eliya_mkom
Para kepala daerah yang sempat gunakan gaya komunikasi marah marah saat sidak, nampaknya sudah berubah, karena mereka paham gaya komunikasi ala ahok itu gagal, tapi pendukung ahok nampaknya sulit utk merubah, karena mereka gagal paham soal perubahan kondisi. Dunia sudah berubah.
Eliya @eliya_mkom
Selain gaya komunikasi yang marah marah, aku memberikan istilah gaya komunikasi agresif provokatif, ternyata ada hal lain yang juga tertanam dalam diri pendukung ahok, persis seperti ahok yang menyerang Islam, pendukungnya cenderung melakukan hal yang sama.
Eliya @eliya_mkom
Bukan hanya yang beragama non muslim saja yang menyerang, bahkan yang mengaku Muslim, malah ikutan menyerang Islam. Mungkin tak bisa move on kalahnya ahok karena kebangkitan Umat Islam #GenM . Mereka tak sadar menyerang agama mereka sendiri. Padahal sesama Muslim Bersaudara.
Eliya @eliya_mkom
Tentu sesama anak bangsa, apapun agamanya, kita semua bersaudara. Hanya berbeda pandangan politik, berbeda yang didukung. Seharusnya perbedaan politik, jangan menyerang agama. Agama itu keyakinan, dan memang Al Qur'an memerintahkan utk memilih pemimpin Muslim. Fakta
Eliya @eliya_mkom
Kalau ada Umat Islam yang tak setuju dengan yang disampaikan oleh Al Qur'an tentang memilih pemimpin Muslim, silakan saja, karena agama itu keyakinan masing masing, dan dipertanggung jawabkan masing masing. Tak Usah mau diAduDomba sesama Muslim. 🙏
Eliya @eliya_mkom
Kembali ke gaya komunikasi ahok yang meledak ledak dan gagal itu, rasanya tak ada kesempatan utk mencobanya kembali, jelas gagal total, tak sesuai dengan jaman, bisa dilihat partai yg tetap gunakan gaya komunikasi ahok berada paling buncit, padahal selalu bikin ramai setiap hari.
Eliya @eliya_mkom
Kembalilah ke gaya asli kalian, semoga ahok juga akan kembali pada gaya asalnya, gak pakai gaya meledak ledak lagi, karena tak punya kekuasaan yang bisa menfasilitasinya. Gaya agresif provokatif sudah tak bisa lagi berkembang di Tanah Pertiwi ini. Tak cocok dengan budaya timur.
Load Remaining (1)
Login and hide ads.