Ratusan Ribu Anggota Ormas GIBAS Jabar-Banten-DKI, Siap Bersama Polri Memerangi Aksi Terorisme

Suhaya: "Terorisme tidak terkait dengan agama apapun, mereka itu penjahat kemanusiaan yg wajib ditumpas hingga ke akar-akarnya,"
Gibas Suhaya polri breakingnews
0

GIBAS siap bersama Polri memerangi kelompok pelaku teror yang telah merongrong ketertiban dan keamanan nasional

DPP GIBAS @DppGibas
DPC Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (GIBAS) Kab Bogor, bekerjasama dengan Mabes Polri, menggelar deklarasi damai jelang pilkada serentak, bulan Juni mendatang. Deklarasi damai tersebut digelar di Lapangan Sukahati, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (14/5/2018). pic.twitter.com/99QYWJykEC
Expand pic
DPP GIBAS @DppGibas
Dijelaskan Ketua Umum DPP Gibas, Suhaya Djati Prakarsa,deklarasi damai tersebut merupakan wujud nyata kemitraan yang terjalin antara GIBAS & POLRI untuk menjaga ketertiban & keamanan, khususnya dalam menghadapi pesta demokrasi pilkada serentak 2018 serta pemilihan umum 2019. pic.twitter.com/mPS9nQbz3Q
Expand pic
DPP GIBAS @DppGibas
Ditegaskan Suhaya, pihaknya akan maksimal mengerahkan sumber daya yg ada dlm membantu aparat kepolisian menjaga ketertiban & keamanan. "Ratusan ribu anggota kami di Jabar-Banten-DKI, siap menjadi mitra terdepan Polri dalam menciptakan keamananan di tengah masyarakat," ujarnya pic.twitter.com/LmVb67DhJl
DPP GIBAS @DppGibas
Pada kesempatan itu, Suhaya juga menyatakan perang terhadap para pelaku teror yang dinilainya telah meresahkan & menciderai semangat kebhinekaan bangsa. "Seluruh pengurus dan anggota GIBAS, wajib berperan aktif dalam membantu tugas kepolisian di daerahnya masing2," ujar Suhaya. pic.twitter.com/p4jCY20Vtn
Expand pic
DPP GIBAS @DppGibas
Menurutnya, terorisme adalah tindakan pengecut, tidak bermartabat & biadab. GIBAS mendukung sepenuhnya langkah Pemerintah RI memerangi terorisme. "Saya tegaskan, terorisme itu tidak terkait dengan agama apapun, terorisme wajib kita basmi hingga ke akar-akarnya," tandas Suhaya. pic.twitter.com/PQDA3XYQZM
Expand pic

Patut diketahui bersama, kata Suhaya, terorisme digunakan sebagai senjata psikologis untuk menciptakan suasana panik, tidak menentu serta menciptakan ketidak percayaan masyarakat terhadap kemampuan pemerintah.

Terorisme tidak ditujukan langsung kepada lawan, akan tetapi perbuatan teror justru dilakukan di mana saja dan terhadap siapa saja.

"Maksud yang ingin disampaikan oleh pelaku teror adalah agar perbuatan teror tersebut mendapat perhatian yang khusus atau dapat dikatakan lebih sebagai psy-war," ungkap Suhaya.

"Jadi kita masyarakat tidak perlu takut, kita tingkatkan kewaspadaan dan menjaga setiap jengkal daerah tempat tinggal kita masing-masing. Segera laporkan ke pihak berwajib jika menemukan indikasi terorisme di sekitar kita," tutup Suhaya.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.