2
Handoko @LieDetectorID
2) Lewat penunjukkan Mabes Polri, Saya pernah membawakan sekelumit tentang materi ini di hadapan pimpinan Baharkamnas dalam seminar INPAMINDO. Namun, ada bahayanya menggunakan Fisiogonomi yaitu Judging ...
Handoko @LieDetectorID
3) Ini Foto dalam link di atas. Pemosting bukan Saya ya... pic.twitter.com/kcWtSHCgSn
 Expand pic
Handoko @LieDetectorID
4) Saya akan ambil contoh dari peristiwa Teror lainnya, namun Penembakan di Kampus.
Handoko @LieDetectorID
5) Ini adalah wajah-wajah Pelaku Teror Penembakan di Kampus yang sudah divonis pengadilan. Hal yang serupa adalah: 1) POSTINGAN SOSMED mereka berisi kekerasan dengan senjata. 2) Mereka terinspirasi Teror Penembakan di kampus lainnya. Tokoh Idolanya bahkan. pic.twitter.com/lB9uwOjQXg
 Expand pic
Handoko @LieDetectorID
6) Pemantauan Sosmed di Indonesia memang masi "on progress" karena isu "multiple ID" yang dimiliki warga kita. Namun, di Cina, karena sistem SINGLE ID, data-data kita terpusat di dalam sistem pemerintah, baik itu Akte Lahir, KK, KTP, Paspor, Rekening Bank, Kartu Kredit, no HP..
Handoko @LieDetectorID
7) Sekali ada "cacat" kriminal, Black List nya bisa buat mereka "sengsara" seumur hidup karena sulit kerja, sulit cari tempat tinggal, sulit berkehidupan sosial, dsbnya. Sistem SINGLE ID ini memang sedang dikejar oleh Indonesia, oleh Pak Jokowi & siapapun PRESIDEN 2019 nanti.
Handoko @LieDetectorID
8) Kembali ke Foto yang jadi isu... Note penting untuk menganalisa FOTO terkait Fisiogonomi atau Baca Karakter via wajah adalah Kapan Foto Wajah tersebut diambil. Karena, Fisiogonomi menyakini Wajah kita bisa berubah ketika ada fase perubahan krusial dalam kehidupan kita.
Handoko @LieDetectorID
9) Kesamaan di raut wajah dari Para Pelaku Kejahatan ini terdapat pada Bentuk ALIS MATA, jarak antar ALIS MATA, dan SOROT MATA, khususnya... pic.twitter.com/Eaxjymtb6y
 Expand pic
Handoko @LieDetectorID
10) NAMUN, note penting dari no.9... Tentunya akan memancing perdebatan ketika seni Baca Raut Wajah ini dikaitkan dengan Pelaku Kejahatan. Itu sebabnya, saya justru tidak menyarankan SENI ini diajarkan kepada Petugas Penegak Hukum Pidana-Perdata dan Anti Teror. Bisa generalisasi.
Handoko @LieDetectorID
11) Itu sebabnya, Saya mengajak Anda melihat Foto ke-2 Wanita tersebut dari sisi EKSPRESI WAJAH.
Handoko @LieDetectorID
12) Mari kita lihat foto ke-2 tersebut lebih dekat... pic.twitter.com/x1tguTazbw
 Expand pic
Handoko @LieDetectorID
13) Namun ingat bahwa #AnalisaEkspresiWajah #MicroExpression #MikroEkspresi #LieDetector adalah analisa ekspresi berdasarkan momen-nya untuk menunjukkan emosi saat itu. Bukan analisa KARAKTER yang berlaku lebih periodik, bukan momentum.
Handoko @LieDetectorID
14) Kalo melihat Alis Mata, Sorot Mata, dan Bibir ... , memang ini sudah kategori ALERT bagi Petugas, baik Satpam, Petugas Bandara, Imigrasi, Petugas Fasilitas Umum, Polis, dsbnya. yaitu: Frawning (mengkerutkan alis, bermuka masam saat di hadapan Petugas) dan Menatap Tajam pic.twitter.com/jeL7ltTAQu
 Expand pic
Handoko @LieDetectorID
15) yang artinya, dalam kondisi diperiksa Petugas saja, mereka berani menunjukkan Frawning dan Menatap Tajam sang Petugas. Petugas apapun di seluruh dunia pasti akan melakukan pendalaman bila bertemu ekspresi wajah seperti itu di hadapannya. Pendalaman apa ?
Handoko @LieDetectorID
16) Pendalaman yang dimaksud adalah dengan BERTANYA (Interview) disertai Analisa Perilaku, yang biasa saya singkat dengan istilah #HumanLieDetector ataupun #LieDetector bila menggunakan alat Lie Detector seperti #LVA #LayeredVoiceAnalysis, Poligraf, P300, fMRI, dsbnya.
Handoko @LieDetectorID
17) Ini adalah standar #BehaviorDetectionOfficer di seluruh dunia. Marking yang "suspicious" (seperti ekspresi wajah di atas), teliti data-nya bila ada, samperin dan bertanya. Ketika masi ada "suspicious" ekspresi nonverbal dan verbal, dalami di ruang investigasi resmi.
Handoko @LieDetectorID
18) Pendalaman diperlukan untuk MEMASTIKAN penyebab adanya ekspresi "suspicious" tersebut, termasuk mendapatkan barang bukti dari hasil pendalaman tersebut. Jadi, Pendalaman BELUM TENTU hasilnya = pasti bersalah alias betul akan merencanakan aksinya. Bisa juga TIDAK.
Handoko @LieDetectorID
11) Jadi, apakah Foto tersebut rekayasa ? atau Penangkapan tersebut rekayasa ? Jawaban saya: Kalau foto2 tsb di atas diambil saat pemeriksaan Petugas, maka: kasus itu REAL adanya. Dan bahwa tindakan Petugas untuk pendalaman sudah benar. Jangan dilepas. Harus cari legal barbuk
Handoko @LieDetectorID
12) Yang saya maksud dengan kasus itu REAL adalah bahwa ada PENAHANAN oleh Petugas. Namun, apakah betul ke2 wanita tsb akan melakukan aksinya atau tidak. Itu adalah hasil Pendalaman Petugas.
Handoko @LieDetectorID
13) Yang terpenting bagi Saya dalam pembahasan kali ini adalah menggiring Anda untuk memahami betapa pentingnya #AnalisaPerilaku #BehaviorDetection dalam sebuah usaha memastikan seseorang berniat/tidak dan atau jujur/bohong dlm pengakuannya.
Handoko @LieDetectorID
14) Saya seringkali miris bercampur kesal ketika banyak orang meremehkan betapa pentingnya memahami perilaku dalam kaitannya dengan rekrutmen kerja ataupun investigasi kasus. Malah, menertawakan... Dianggap, "jual kecap" hahaha...
Handoko @LieDetectorID
15) Kenapa miris + kesal ? Karena, baru dalam kasus terorisme inilah, #AnalisaPerilaku disadari sangat krusial dan betapa itu menyelamatkan akibat teror yang lebih parah. ( Liat twitter.com/LieDetectorID/… ) Saya berharap semakin banyak Instansi dan Swasta yg aware terhadap ini.
Handoko @LieDetectorID
16) #AnalisaPerilaku untuk #HumanLieDetector ini seringkali jadi anak tiri dalam ketrampilan dasar bagi semua Interviewer, baik: Rekrutmen Kerja, Auditor, Fraud Investigator, Security/Satpam, Petugas Fasilitas Umum, hingga Pimpinan Perusahaan. di-training pun seadanya saja...
Handoko @LieDetectorID
17) Padahal, training sama saya MURAH lho, baik #InhouseTrainingLieDetector #KelasOnlineLieDetector #WorkshopLieDetector. Hahaha...curhat n promosi... Udah ya. Segini dulu. Saya akhiri dengan sangat indahnya malam hari ini. #KamiTidakTakutTeroris
Login and hide ads.