7
Atika Nurkoestanti @tikabanget

I'm a Play At Home Mom. At some point, I'm questioning one thing: So what's the point of it all?!

Atika Nurkoestanti @tikabanget
Setelah menikah, punya anak, kumpul sama sesama ibu-ibu lain, dan saling menyimak curhatan mereka, aku baru paham kenapa kok orang Jawa kuno menyarankan pilih pasangan itu liat-liat dulu bibit, bebet dan bobotnya..
Atika Nurkoestanti @tikabanget
Lha ya gimana. Pola asuh keluarga ke anak itu ya menentukan nanti karakter anak ketika akhirnya punya pasangan itu kyk gimana. Pola romantisme bapak ibunya pasangan kita (alias mertua kita) nanti ya berpengaruh ke kadar romantisme pasangan kita ke kita. Walo gak selalu sih ya.
Atika Nurkoestanti @tikabanget
Pola asuh calon mertua kita ke anak mereka (alias calon pasangan kita) ya menentukan visi misi si anak nanti kalau udah punya anak. Pola kerjasama mengasuh anak dari calon mertua kita itu ya menentukan anak mereka seberapa mau ikut berperan jd partner kita dlm asuh anak.
Atika Nurkoestanti @tikabanget
Tentu ini gak selalu ya. Kan ada yg namanya pengembangan kepribadian, penggemblengan karakter, pembelajaran referensi hidup ketika anak makin bertambah usia (dan ketika menikah). Tapi ya soal luka batin dan innerchild seseorang itu ya bukan kayak nyuci lemak pake sunlight jeh.
Atika Nurkoestanti @tikabanget
Eh kenapa ini kok mendadak ngomong begini? Hahaha. Ini barusan baca-baca grup parenting, ada yg curhat kalau suaminya tipe yg minta diladenin banget. Diladeninnya sampai yg kalau pulang kerja, si suami tinggal duduk di sofa. Dan istrinya yg buka sepatu sampai kaos kaki.
Atika Nurkoestanti @tikabanget
Ya gak masalah sih ya kalau istrinya ikhlas dan bahagia. (Walaupun buatku itu bikin melongo) Kan kesepakatan keseharian tiap keluarga pasti beda-beda. Tapi ini istrinya mengeluh. Dan dia cerita kalau ternyata Bapak mertuanya pun ya diladeni hal yg sama oleh ibu mertuanya.
Atika Nurkoestanti @tikabanget
Jadi karena si anak punya referensi pola hubungan suami istri yg dia lihat seumur hidupnya pada ortunya, dia lalu ya menerapkan itu juga ketika akhirnya menikah dan punya istri. Pun begitu soal karakter para istri. Hampir semua punya pola turunan dari kondisi sehari2 ortu mrk.
Atika Nurkoestanti @tikabanget
Contoh paling gampang, misalnya pelaku KDRT. Ada penelitian bilang, kebanyakan profil pelaku KDRT ya rata-rata karena mereka terpapar pola kekerasan di keluarga/lingkungan terdekat. Yg lalu pola kekerasan itu terekam di otaknya dan dia ulang secara tanpa sadar ke pasangannya. pic.twitter.com/oPhLKlqcr6
Expand pic
Atika Nurkoestanti @tikabanget
Dulu pernah menyimak salah satu psikolog anak bilang bahwa yg namanya pola parenting itu akan membentuk efek spiral. Kok spiral? Iya. Dari ayah ibu ke anaknya. Lalu anaknya punya anak lg (cucu). Lalu cucu ke cicit. Kalau gak ada revolusi visi misi, polanya bakal gitu gitu aja.
Atika Nurkoestanti @tikabanget
Laki-laki yg sejak kecil terbiasa lihat Bapaknya cuek ke anak dan melempar semua urusan asuh didik anak ke si Ibu (istrinya), kemungkinan besar jg akan melakukan pola yg sama. Walaupuuuun sekali lg gak selalu kejadian gitu ya. Selalu ada yg mengalami revolusi visi misi hidup.
Atika Nurkoestanti @tikabanget
Laki-laki yg gak pernah melihat Bapak dan Ibunya bermesraan, saling bercanda, atau menunjukkan afeksi romantisme di depan anak-anak, kemungkinan besar jg bakal "kering" ke pasangannya kelak. Kemungkinan lho ya. Apalagi kalau referensi berpasangan yg dia punya cuma ortunya aja.
Atika Nurkoestanti @tikabanget
Jadi ingat kelakar #MasPsikolog kapan itu ke teman yg curhat soal suaminya. Kata Mas Psikolog waktu itu, "Jadi kamu abis ijab kabul itu dikasih surat nikah atau surat adopsi anak mertuamu?" (((SURAT ADOPSI ANAK MERTUAMU))) Ini jahad tapi kok bikin merenung dan mikir ya. 🙈🙈
Atika Nurkoestanti @tikabanget
Komentar dari #MasPsikolog panutanku yg bikin ternganga lalu ngakak lalu mikir lalu manggut-manggut itu yaa. "Jadi pasangan hidupmu sekarang itu suamimu atau anak mertuamu?" Lho gimana tho, Mas. Ya suamiku itu ya anak mertuakuuu. Bingung aku ini lho yaaa.. 🤣🤣
Atika Nurkoestanti @tikabanget
Lalu kata #MasPsikolog waktu itu gini. "Kalau si X (si suaminya teman) adalah suamimu, maka kalian harus bersepakat soal menjadi pasangan dan partner hidup. Bukan menjadi pengasuh dan yg diasuh." Glek. Jleb. Sebagai istri yg sering diasuh suamiku, aku ter-jleb-jleb. 🙈🙈🙈🙈
Atika Nurkoestanti @tikabanget
Eh tapi gimana kalau kesepakatan si suami dan si istri adalah jadi pengasuh dan yg diasuh? Gak masalah tho ya? Lalu jawab si #MasPsikolog, "Ya gak masalah kalau udah sepakat. Berarti tinggal menjalankan kesepakatan. Silakan ditunaikan nikmatnya."
Atika Nurkoestanti @tikabanget
Lalu daku iseng tanya. "Sebenernya gimana sih cara bersepakat sama pasangan tuh? Gimana caranya bikin kesepakatan sama suami yg efektif gitu. Yg gak pake ngomel ngomel. Hahaha.." Lalu dijawab #MasPsikolog, "Pake acuan SMART aja." Wahahaha. Akhirnya googling sendiri. pic.twitter.com/CU71ResAQK
Expand pic
Expand pic
Expand pic

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.