Cak Imin Siap-siap Menenggak "Racun Pahit" Kalajengking Jokowi

Chirpified
politician
3062 View 0 comments
Add to Favorite
0
suna marco @suna_marco
Kerja keras Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar untuk menjadi pendamping Jokowi di Pilpres 2019 sepertinya akan kandas.
suna marco @suna_marco
Ia sepertinya akan menelan pil pahit setelah usahanya berbulan-bulan keliling daerah, blusukan pakai vespa, sowan ke kyai-kyai, pasang baliho di sudut-sudut kota bahkan melebihi baliho Asian Games 2018, karena Jokowi akan memilih tokoh lain.
suna marco @suna_marco
Bukan tidak mungkin hal itu akan terjadi, mengingat track record daripada sosok pria yang akrab disapa Cak Imin itu tidak mampu menjawab kebutuhan Jokowi.
suna marco @suna_marco
Siapa yang tak kenal Cak Imin? Namanya melejit di belantika perpolitikan nasional setelah berseteru dengan mantan Presiden Indonesia Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Dan semakin melejit pada Pemilu 2014 lalu setelah berhasil menunggangi popularitas si Raja Dangdut Rhoma Irama.
suna marco @suna_marco
Namun, di balik kehebatan seorang cicit pendiri ormas terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama (NU) itu, tentu menyisakan banyak kekurangan demi kekurangan, yang, sekali lagi, tidak mampu mengimbangi kebutuhan Jokowi.
suna marco @suna_marco
Tak bisa ditawar lagi, bahwa saat bertarung di Pilpres 2019 nanti, Jokowi sangat membutuhkan sosok pendamping yang memiliki latar belakang ekonomi. Sebab kondisi ekonomi saat ini sedang mengalami degradasi, utamanya nilai tukar rupiah yang semakin ironi.
suna marco @suna_marco
Tentu saja, melemahnya nilai tukar rupiah yang terjadi dalam dekade terakhir ini merupakan ancaman bagi perekonomian Indonesia. Jika tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin musibah inflasi cepat atau lambat akan menghampiri.
suna marco @suna_marco
Jokowi butuh sosok pendamping yang paham betul dan punya solusi untuk membenahi perekonomian bangsa yang semakin hari semakin semakin mendekati zona tidak awas. Hutang semakin menumpuk, daya beli masyarakat berkurang, serta kurs rupiah semakin melorot.
suna marco @suna_marco
Jadi, kembali ke Cak Imin tadi. Ketum PKB yang pernah PHP Mahfud MD dan Rhoma Irama di Pemilu 2014 ini, jelas tidak memiliki basic ekonomi sama sekali.
suna marco @suna_marco
Saat mahasiswa, ia merupakan aktivis mahasiswa PMII. Latar belakang pendidikannya pun politik. Jadi sangat tidak mungkin Jokowi akan memilihnya untuk berduet di Pilpres 2019 mendatang. pic.twitter.com/MBIqSEv1jQ
 Expand pic
suna marco @suna_marco
Cak Imin hanyalah sosok politisi yang namanya dikenal masyarakat lantaran merupakan cicit dari salah satu pendiri NU, KH Bisri Syansuri (Allahummaghfirlahu). Tidak lebih.
suna marco @suna_marco
Andai dia bukan keturunan kyai pendiri NU, besar kemungkinan ia tidak banyak dikenal masyarakat seperti saat sekarang ini.
suna marco @suna_marco
Kemudian, soal kekuatan massanya yang katanya adalah NU, sepertinya hal itu hanyalah klaim belaka.
suna marco @suna_marco
Selain kyai-kyai dan warga NU banyak yang aktif di PPP, Cak Imin sepertinya juga tidak akan diterima oleh kalangan NU versi 'Gus Durian'. Mengapa? Tentu kalian sudah tahu jawabannya.
suna marco @suna_marco
Oleh sebab itu, bila kenyataannya tidak sesuai harapan, Cak Imin dan para pendukungnya harus bersikap legowo, dan siap menelan “pil pahit”. Atau, bahkan harus siap-siap meneggak "racun pahit" kalajengkin Jokowi. Sekian__ pic.twitter.com/UfH5ou3IiG
 Expand pic
Login and hide ads.