Begitu Hinanya Jokowi Dalam prasangka Kita!

Chirpified
Famous People
2632 View 0 comments
Add to Favorite
0
bim salabim @abekadabra
Begitu Hinanya Jokowi dalam Prasangka Kita || #Thread ~ Memahami Jokowi sebenarnya sangat sulit, bahkan oleh orang-orang terdekatnya sendiri. Tentu ada plus-minusnya, Jokowi manusia biasa. Namun dari banyak hal yang saya ketahui, kesimpulannya hanya satu: Jokowi orang baik. pic.twitter.com/q6fOGZVlwp
 Expand pic
bim salabim @abekadabra
Kita mulai dari keluarganya. Gibran itu anak miliarder, walikota, tapi dia merintis usaha dari jualan kaki lima. Anak pengusaha sukses itu tdk mau meneruskan bisnis keluarganya. Ia ingin mandiri, tak mau dibayang2i nama besar ayahnya. Berapa banyak anak seperti ini di Indonesia?
bim salabim @abekadabra
Anak perempuannya mendaftar PNS dan gagal. Bayangkan, anak orang nomor satu itu memiliki cita-cita sederhana dan itupun tidak berhasil. Banyak orang menertawakan hal ini.
bim salabim @abekadabra
Apa hebatnya jadi PNS? Pertanyaan ini kita balik, "Apakah hina menjadi PNS?" Semua pekerjaan itu hebat. PNS yang baik bisa jadi pahlawan bagi negara ini. Begitu juga dengan guru, tentara, penyair, wartawan, buruh bangunan. Itu soal person, niat dan ketulusannya.
bim salabim @abekadabra
Anak bungsunya memang kuliah di Singapura, sudah lihat kos-kosannya? Tempat itu bahkan tak layak untuk anak seorang camat. Sangat sederhana. Di tempat kuliahpun awalnya tak banyak yang tahu dia anak Jokowi, presiden dari dua ratus juta sekian rakyat.
bim salabim @abekadabra
Ia bukan tipikal anak songong yang membanggakan orang tuanya. Istrinya, adalah perempuan dusun biasa. Ia tak paham apa itu kemewahan ala selebritis. Tukang gosip atau punya hobi aneh-aneh. Ia hanya seorang ibu, yang jika pulang ke rumah masih menyapu sendiri.
bim salabim @abekadabra
Keluarganya juga bkn tipikal org yg suka pamer. Pernah mereka kena tilang polisi, apakah mereka sibuk menunjukkan identitas, saya keluarga Jokowi? Tdk. Mereka menerima kesalahan yg mungkin masih bisa diperdebatkan. Begitulah mereka itu dididik dlm keluarga. Cara2 hidup sederhana.
bim salabim @abekadabra
Ada juga keluarga yang kena kasus hukum. Jangankan membela, peduli saja tidak. Jokowi memang begitu. Orangnya tak bisa kompromi. Salah ya salah. Semua diserahkan sesuai mekanisme hukum. Bahkan terhadap keluarga sendiri.
bim salabim @abekadabra
Persoalan menjadi berbeda ketika masuk ranah politik. Banyak yang tak mengerti ilmu politik, tapi berlagak jadi ahlinya. Persoalan yang sampai ke publik itu terlihat sederhana seperti cara berpikir mereka. Kemudian mereka menyalahkan Jokowi.
bim salabim @abekadabra
Mereka berpikir bahwa, Jokowi adalah pucuk pimpinan, semua hal di bawah kendalinya. Begini, Jokowi tak mungkin mengurus semua hal. Dia hanya memberi instruksi, arahan, pedoman. Jalannya instruksi ini ditentukan oleh mental pejabat yang bersangkutan.
bim salabim @abekadabra
Bayangkan soal demo 212 misalnya, ada banyak aparat yg bermain di sana. Kalian tdk tahu? Oke, tdk hanya itu, ada aliran uang dari BUMN untuk mendanai demo itu. Ini juga kalian tdk tahu? Di kementerian itu saja banyak bedebah cingkrangnya. Jangan lg ngomong soal PNS, guru, dosen.
bim salabim @abekadabra
Kasus yang kalian bayangkan sederhana, sejatinya rumit. Kita masuk rimba raya yang penuh sengkarut. Di sana berdiri seorang laki-laki kurus dari Solo. Langkahnya terus dijegal.
bim salabim @abekadabra
Niat baiknya digembosi, bahkan sejak dari istana. Di partai pendukungnya sendiri banyak yang tak menyukainya. Ia hanya bisa berkelit dan mencari jalan tengah paling mungkin. Kalau ia melawan secara frontal, pasti digusdurkan.
bim salabim @abekadabra
Padahal ada amanat yang harus dia panggul. Anak-anak berperut buncit di Papua, intoleransi di Aceh, kemiskinan di pelosok Jawa, disintegrasi di seluruh sendi negara. Bangsa ini sakit kronis, dekaden parah, dan butuh waktu 200 tahun untuk memperbaikinya.
bim salabim @abekadabra
Yg bisa dilakukan adl menyelesaikan persoalan skala prioritas. Ada byk masalah di bidang ekonomi, politik, hukum, kebudayaan-sosial, persatuan-kesatuan, pendidikan, kesehatan, olahraga, & seterusnya. Problem bangsa ini banyak sekali. Dan itu tak bisa diselesaikan dg one man show.
bim salabim @abekadabra
Orang-orang mudah menghujat Jokowi berdasarkan prasangka mereka. Padahal faktanya belum tentu demikian. Kasus Rizieq Shihab menjadi heboh karena banyak orang sibuk berasumsi.
bim salabim @abekadabra
Mereka tidak kenal Jokowi secara mendalam. Penilaian mereka terhadap Jokowi begitu rendah dan hina. Mereka menerapkan cara pandang mereka sendiri terhadap Jokowi. Membayangkan kelicikan, sabotase, distorsi, dari upaya hukum, pada diri Jokowi.
bim salabim @abekadabra
Ada juga yang mengharapkan Jokowi otoriter, main paksa, asal perintah. Padahal Orde Baru yang keji itu baru saja tumbang. Gampang sekali mereka lupa bahayanya pemerintahan tangan besi.
bim salabim @abekadabra
Kebebasan yang kita peroleh hari ini harus dijaga. Perjuangannya panjang, korbannya banyak. Risikonya, yang jahat, rusak, busuk, juga ikut berkembang.
bim salabim @abekadabra
Inilah demokrasi itu. Garis batasnya jelas, hukum. Jika hukumnya bermasalah, mari kita perbaiki. Mulai dari calon aparat, anak kita, keluarga kita, sudah hidup jujur belum? Kalau ketilang polisi milih diproses atau damai di tempat?
bim salabim @abekadabra
Oknum aparat busuk, oknum wakil rakyat busuk, oknum pemerintahan busuk berasal dari lingkungan yang juga busuk. Berasal dari rakyat yang busuk. Berani memperbaiki diri daripada merasa sok suci?
bim salabim @abekadabra
Menuduh Jokowi ini-itu tanpa bukti namanya fitnah, dan fitnah itu dosa. Disiplin berpikir begini saja sulit dilakukan. Apalagi membicarakan hal muluk tentang keadilan hukum dan kemakmuran bangsa.
bim salabim @abekadabra
Jangan berasumsi terlalu tinggi, nanti mulutmu tersambar pesawat terbang kapok. Dudukkan persoalan sesuai porsinya. Jangan membuat kisah fiksi, fake news, provokasi.
bim salabim @abekadabra
Asumsi-asumsi offside itu bermasalah, tak perduli dari kubu mana berasal. Biasakan untuk berpikir kritis, pertanyakan bukti dan koherensi penalaran. Jangan mudah terbawa ombak dan pusaran rasa benci.
bim salabim @abekadabra
Siapapun kita, di pihak manapun kita, asal berperan sebaik-baiknya akan baik untuk bangsa ini. Silakan dukung pemerintah atau jadi oposisi, lakukan dengan profesional, kritis, logis. Itu bagus untuk penyeimbang. Jangan hanya bisa membual. Negara ini tak butuh tambahan sampah.
Load Remaining (7)
Login and hide ads.