Add to Favorite
0

Nilai tukar Dolar Amerika Serikat (AS) terhadap Rupiah pagi ini menembus Rp 14.000. Dolar AS merangkak naik dari sebelumnya di level Rp 13.995. @detikcom

"Berdasarkan Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 33 poin atau 0,23% ke level Rp14.085 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.085 per USD-Rp14.085 per USD."
"Sedangkan Yahoofinance mencatat, Rupiah melemah 40 poin atau 0,28% menjadi Rp14.080 per USD. Adapun Rupiah berada dalam rentang Rp14.023 per USD hingga Rp14.085 per USD."

Penguatan dolar AS terjadi belakangan ini dan dikarenakan sentimen eksternal seperti membaiknya ekonomi AS dan sinyal kenaikan suku bunga acuan AS The Fed. @detikcom

Di sisi lain, aksi tunggu pelaku pasar terhadap rilis cadangan devisa turut membuat Rupiah tertahan.
Tetapi , Bank Indonesia (BI) tidak bisa hanya mengandalkan cadangan devisanya untuk menstabilisasi nilai tukar rupiah, Apalagi posisi cadangan devisa saat ini makin tergerus.

"BI masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25-50 basis poin dari level yang ada saat ini di 4,25 persen, jika suku bunga acuan naik, maka imbal hasil instrumen keuangan di Indonesia akan meningkat. Hal itu yang bisa menahan arus modal keluar sehingga pelepasan aset rupiah bisa tertahan," kata Ekonom Institute for Development of Economic and Financial (INDEF) Bhima Yudhistira.

Seperti yang diketahui posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2018 tercatat US$ 124,9 miliar. Angka ini masih turun sekitar US$ 1,1 miliar dibandingkan dengan posisi akhir Maret 2018 sebesar US$ 126,0 miliar. @detikcom

Di tengah kondisi itu Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai pelemahan nilai tukar rupiah memicu investor terutama asing untuk melakukan strategi penyesuaian kembali atau "rebalancing" aset sahamnya.

Maka hal tersebut akan menahan indeks harga saham gabungan (IHSG) untuk bergerak di area positif.

Pada perdagangan preopening, IHSG berkurang 40,536 poin (0,70%) ke level 5.734,180. Indeks LQ45 ikut turun 10,186 poin (1,11%) ke 910,351.
Membuka perdagangan, Rabu (9/5/2018) IHSG turun 29,224 poin (0,51%) ke level 5.745,492. Indeks LQ45 turun 7,795 poin (0,85%) ke level 912,742.
Pada pukul 09.05 waktu JATS, IHSG berbalik menguat 14,243 poin (0,25%) ke level 5.788,959. Indeks LQ45 naik 3,246 poin (0,35%) ke level 923,783. @detikcom

Di tengah pelemahan IHSG saat ini merupakan salah satu peluang bagi investor dengan orientasi jangka penjang untuk melakukan akumulasi saham mengingat sejumlah harga saham relatif rendah harganya.

Dan ini data nilai tukar rupiah yang melemah dari tweet @FaisalBasri πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

Faisal Basri @FaisalBasri
Tidak banyak pilihan kebijakan jangka pendek untuk memulihkan nilai tukar rupiah. pic.twitter.com/mtaT12cYTl
 Expand pic
Faisal Basri @FaisalBasri
Untuk meredam kemerosotan rupiah, BI mengintervensi pasar uang. Karenanya cadangan devisa turun terus dalam 3 bulan terakhir. pic.twitter.com/U16EqmhGLq
 Expand pic
Faisal Basri @FaisalBasri
Sudah merembet ke pasar sahΓΊma. IHSG melorot. Hari ini turun ke aras 5.700, sudah turun 15% dibandingkan polisi tertinggi pada 19 Februari 2018. pic.twitter.com/zpRsRl9cf8
 Expand pic
Faisal Basri @FaisalBasri
IHSG tercecer dan terperosok dalam dibandingkan negara tetangga. pic.twitter.com/fDSqsy5FEx
 Expand pic
Faisal Basri @FaisalBasri
Seraya terus tumbuh di bawah pertumbuhan PDB, semakin banyak kelompok industri yang mengalami petumbuhan negatif. pic.twitter.com/dFElIeXdjd
 Expand pic

Saat ini nilai tukar rupiah yang menjadi tanggung jawab sepenuhnya Bank Indonesia untuk dijaga stabilitasnya.
Melihat kondisi tersebut, anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengaku kaget disaat nilai rupiah turun, ternyata posisi Gubernur Bank Indonesia sedang tidak di Indonesia.
"Saya meminta Gubernur Bank Indonesia segera pulang dan memperpendek perjalanan dinas untuk mengurus nilai kurs rupiah yang jeblok ini," kata Misbakhun.

Bahkan tersiar kabar, Gubernur Bank Indonesia di sisa jabatan yang sudah akan habis masih melakukan mutasi jabatan.
"Kebijakan mutasi tentunya akan sangat mengganggu Gubernur Bank Indonesia terpilih karena akan mengalami kesulitan ketika saat dilantik dan menduduki jabatan bisa saja mengalami kesulitan menyusun formasi jabatan yang dikehendaki guna membangun kinerja Bank Indonesia yang lebih ideal dan berkinerja tinggi," pungkas dia.

Login and hide ads.