Add to Favorite
0
putiliona909 @putiliona909
pagi ini mimin balik lagi mau kasih tau tentang "Menurut Penelitian, Putus Baik-baik Itu Ternyata Justru Nggak Sehat" naah looh.. ayo simak yaa.. pic.twitter.com/Tj8BMUY9XX
 Expand pic
putiliona909 @putiliona909
Layaknya manusia pada umumnya yang menginginkan keadaan berjalan baik-baik saja. Saat hendak memutuskan tali asmara pun kebanyakan orang ingin menyelesaikan baik-baik, sebisa mungkin tanpa menyinggung pasangannya.
putiliona909 @putiliona909
Tapi baru-baru ini, Vice membagikan sebuah penelitian yang mengejutkan. Katanya, putus secara baik-baik itu justru nggak disarankan. Nah lho, ko bisa sih? Ternyata ada argumen masuk akal juga dibalik penelitian ini. Yuk, makanya disimak uraian Hipwee News and Feature berikut ini!
putiliona909 @putiliona909
Kata orang lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. Meskipun aslinya sama-sama sakit, putus cinta itu pasti traumatis, makanya semua ingin putus secara baik-baik
putiliona909 @putiliona909
Nggak bisa dimungkiri kalau putus cinta itu menyakitkan. Jadi wajar saja kalau bikin sakit hati. Secara psikologis pun hal ini ada penjelasannya. Hasil penelitian dari seorang psikolog Arthur Aron menjelaskan bahwa ketika menjalin sebuah hubungan dekat,
putiliona909 @putiliona909
seseorang berusaha mengikatkan jiwanya dengan jiwa orang lain. Dengan kata lain, kita mulai memikirkan pasangan kita layaknya diri kita sendiri. Membuat memori bersama, kesulitan pun ditanggung bersama, dan identitas pun seolah-olah sama.
putiliona909 @putiliona909
Jika pasangan terluka kita ikut terluka, pun sebaliknya, jika pasangan bahagia kita ikut bahagia. Sehingga ketika tiba saatnya berpisah dan mengurai ikatan yang pernah terjalin, semua jadi serba sulit. Kita seperti sedang menghadapi diri sendiri.
putiliona909 @putiliona909
Karna itulah banyak dari kita menginginkan keadaan yg lebih baik dgn putus secara manusiawi, tanpa emosi, dan tanpa ada masalah besar. Ini bikin cewek atau cowok yg minta putus sering mengawali keputusan berpisahnya dgn kalimat pembuka dan memulainya dengan kalimat bertele-tele.
putiliona909 @putiliona909
Padahal bertele-tele saat mau bilang putus itu nggak baik lho. Begini nih penelitian ilmiahnya
putiliona909 @putiliona909
Lebih mending putus nggak baik-baik ketimbang putus baik-baik, yang justru berkemungkinan meninggalkan luka mengganjal. Penelitian oleh Brigham Young University ini menunjukkan kalau saat menerima berita buruk,
putiliona909 @putiliona909
termasuk keinginan putus dari pasangan, mayoritas orang justru ingin semua dikatakan to the point. Penelitian ini melibatkan 145 responden yang masing-masing diberi kasus skenario buruk, salah satunya adalah gimana kalau pasangannya minta putus.
putiliona909 @putiliona909
Di setiap skenario mereka diberi pilihan, pertama berita buruk itu disampaikan secara bertele-tele, sedangkan kedua, penyampaiannya lebih to the point. Hasilnya 74% partisipan memilih penyampaian tanpa basa-basi.
putiliona909 @putiliona909
Secara umum penelitian ini juga mengungkapkan, semakin buruk berita yang ingin disampaikan, semakin minim kalimat-kalimat pengantar yang sebaiknya kamu sampaikan sebelum menyampaikan inti informasi tersebut.
putiliona909 @putiliona909
Intinya nggak usah basa-basi untuk mengakhiri hubungan, karena justru bahaya dan berpotensi jadi masalah jangka panjang. Mulai gagal move on, sampai terus menerus ingin balikan
putiliona909 @putiliona909
Logikanya begini, jika kamu didiagnosa mengidap kanker, maka kamu ingin segera dokter menyembuhkannya daripada memedulikan bagaimana penjelasan ilmiah tentang kanker yang berkembang di tubuhmu.
putiliona909 @putiliona909
Intinya makin to the point dalam penyelesaiannya justru makin baik. Sayangnya anggapan ini kadang berbeda dengan anggapan orang kebanyakan. Seperti pendapat dari beberapa responden Hipwee yang tetap menganggap putus secara baik-baik itu lebih mudah dilalui.
putiliona909 @putiliona909
Namun ada juga yang menganggap putus secara baik-baik itu meninggalkan suatu rasa yang masih mengganjal. Mungkin saja karena masalah yang menimpa pasangan ini datang tidak secara sporadis dan salah satu pasangan memprediksikan bahwa menjalani hidup masing-masing akan lebih baik.
putiliona909 @putiliona909
Jadi, kamu masih ingin putus baik-baik tapi sakit hatinya awet atau percaya dengan penelitian ini?
putiliona909 @putiliona909
Penelitian secara ilmiah memang menggunakan prosedur-prosedur tertentu sesuai dengan standar ilmu yang berlaku agar hasilnya bisa valid. Kalau dari hasil penelitian yang pernah dilakukan sih putus secara baik-baik justru nggak sehat.
putiliona909 @putiliona909
Tetapi kalau menurut kalian gimana nih? Apakah putus secara baik-baik merupakan solusi dari bagaimana kita mengakhiri hubungan asmara? Sebenarnya kalau baik-baik sih nggak mungkin putus.
putiliona909 @putiliona909
Kalau kamu sedang atau dalam perencanaan mengakhiri hubungan dengan pasanganmu, coba pikirkan lagi. Apakah masalahnya memang cukup besar dan cukup kuat untuk membuatmu berpisah dengannya?
putiliona909 @putiliona909
Kalau kamu memilih putus baik-baik dan meninggalkan tanda tanya, nggak menutup kemungkinan salah satu dari kalian justru bakalan gagal move on. Makanya, coba pertimbangkan dengan kepala dingin deh!
putiliona909 @putiliona909
sekian kultwit dari mimin nih, ini sama aja kaya pepatah zaman now yang bilang "kalau baik-baik ngapain putus? bener kan?"
Login and hide ads.