1
Story "#HargaWaktu: Kegagalan Presiden Yang Diucapkan Di Pidatonya Secara Implisit..." by @Fah.. Chirpified By @M4ngU5il BACA ~~> https://chirpstory.com/li/378814 2748 pv 10 24
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Ijin mengganti ke #20TahunReformasi karena #21Mei1998 Orde baru berakhir. Ekspektasi kita tinggi maka kita perlu presiden yang paham apa yg terjadi saat itu? Coba cek, dia paham Gak? Kalau Gak paham ijin, jangan jadi presiden di sini. Kamu Gak sanggup!
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Percakapan menjelang Pilpres itu sehat dan perlu. Karena manfaatnya buat rakyat. #AduTagar itu sehat, adu jotos jangan. Dulu sebelum ada #2019GantiPresiden sudah ada #Salam2Jari #Jokowi2Periode biasa aja. pemerintah jangan terlibat. Duduk manis aja.
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Pemerintah jangan takut diganti. Jadi rakyat biasa enak juga kok. Sambutlah masa pensiun dari politik dengan sukacita. Main larang itu nanti bikin hutang janji lagi. Lagian siapa yg bisa larang? Makanya kita bikin lagi #PresidenBaru2019. Kalau keberatan bikin aja lawannya!
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Pak @SBYudhoyono jadi presiden 2 periode: (2004-2009) dan (2009-2014). Perasaan Gak ada fenomena kayak sekarang: presiden mau pisahkan agama dengan politik, rakyat diadudomba dengan ideologi, ada nuansa anti etnis, ada nuansa tengkar agama, dan orang berantem gak jelas...
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Di zaman pak @SBYudhoyono ada pembangunan infrastruktur jalan, tol, airport, jembatan, MRT, bendungan, dll...tapi hutang Gak melambung...subsidi Gak dicabut seperti sekarang, BUMN juga sehat dan yang penting, APBN 2x melampaui ribuan (1000 dan 2000) Trilyun. Biasa aja.
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Di zaman pak @SBYudhoyono pernah ada demo #CabutMandat di mana demonstran membawa seekor kerbau yang di pantatnya tertulis #SiBuYa tapi biasa aja. Paling tidak tidak ada larangan tagar dan baju kaos. Itu yg bikin beliau dipilih kembali. Itu nyata.
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Ijin Malam2 menulis kembali alasan ke-3 kenapa incumbent pak #JokowiGagalNyapres . Alasan pertama karena kebanyakan #Janji2Jokowi yg tak ditepati dan yang ke-2 adalah karena ulah #RelawanJokowi yg bikin masalah.
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Alasan ketiga adalah #KonflikParpol yang mendukung jokowi. Sebab, tidak bisa dihindari fakta bahwa di atas kertas memang yang menjadi koalisi jokowi memang paling banyak. Parpol yang masuk kabinet ada 7 dan tidak termasuk partai relawan.
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Parpol pendukung jokowi ini sekarang sadar bahwa jika mau punya nama maka jual lah yang punya nama. Dan sekarang incumbent adalah “merek dagang” yang paling terkenal bagi parpol sehingga apabila nama itu didekatkan maka parpol akan mendapatkan efek popularitas.
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Saking berebut mendapatkan nama maka berebut pula menjadi partainya presiden. Inilah yang kemudian menjadi awal konflik yang semakin tajam. Konflik ini bisa memiliki efek negatif bagi presiden sehingga ditinggal dan lari ke lain hati. #JokowiGagalNyapres
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Konflik ini sekarang ada di belakang layar dan sesekali muncul tanpa terasa. Terutama di antara partai besar. Sementara 3 partai yang paling agresif memanfaatkan presiden adalah partai kuning, partai biru dan merah baru....ada apa dengan partai merah? #JokowiGagalNyapres
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Demikiankah faktanya. Tapi apakah itu akan membuat presiden makin bayak pendukung atau malah todak dapat? Saya mau Ambil contoh: Tengku Erry incumbent di Sumatera utara. Awalnya dia paling banyak ke dukung tapi akhirnya gagal tidak dapat tiket.
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Orang lupa, bahwa presiden sekuat apapun dia tapi tidak membubuhkan tanda tangan dalam pencalonan. Oleh sebab itu, apabila parpol salah paham maka semua bisa beralih kepada lain hati. Inilah ancaman bagi incumbent. #JokowiGagalNyapres
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Jadi, kalau presiden menghadapi sengketa antara parpol bagaimana ia menghadapinya? Sementara itu, jangan lupa bahwa ada banyak kandidat yang juga Perlu pendukung. Partai memerlukan kepastian dari presiden soal seberapa luas permainan ini? Semua belum jelas.
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Sekarang kita lanjutkan alasan ke-4 kenapa presiden incumbent #JokowiGagalNyapres adalah akibat terlalu banyak calon wakil presiden yang melamar. Ini alasan dan situasi yang paling pelik di hadapan jokowi yang dapat membuatnya tak dapat tiket.
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Dengan alasan itu, coba kita membaca secara teliti dinamikanya. Mulai dari kepentingan internal partai sampai soal elektabilitas .kali ini, dengan elektabilitas yang rendah jokowi akan semakin seleksi memilih cawapres tetapi gara2 itu malah dia Gak dapat tiket.
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Kalau kita lihat, banyaknya #CawapresJokowi lebih merupakan gambaran konflik dari Sekedar aspirasi. Ini juga menggambarkan bahwa di sekitar lingkaran dalam presiden tidak tersedia mekanisme untuk menentukan siapa yang akan menjadi orang nomor dua di Republik ini.
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Sebenarnya sebagian dari kelemahan juga ada dalam sistem kita, bahwa mekanisme koalisi antara presiden dan wakil presiden dibiarkan Longgar dan tidak jelas. Inilah yang membuat semua orang melakukan deklarasi sebagai calon wakil. #CawapresJokowi
#ArahBaru2019 @Fahrihamzah
Lalu, calon presiden nyaris tak ada deklarasi. Tapi calon wakil presiden berjamuran dan semuanya melamar jokowi. Di luar sana para tim sukses dan konsultan Mencitrakan bahwa jokowi pasti menang pasahal dengan cara itu jokowi menjadi rawan. #CawapresJokowi
Login and hide ads.