Chirpstory will close the service later this year. At the end of September, you will not be able to post stories or comments.

Kerancuan Konsep Jakarta Integrated Tunnel (JIT) Sebagai Solusi Kemacetan dan Penanganan Banjir

andai kekeh dibangun, setidaknya Jakarta tidak dipenuhi jalan layang.
1
ALy @amailtwit

Selain macet dan banjir, proyek ini juga direncanakan sebagai sumber energi pembangkit listrik tenaga air. Proyek ini memadukan fungsi pengaliran air sungai dan arus lalu lintas kendaraan (jalan tol) dalam satu terowongan multi fungsi. pic.twitter.com/LAKt9DgDns

07/05/2018 09:17:39 WIB
Expand pic
ALy @amailtwit

Proyek yang sebelumnya bernama Deep Tunnel, dengan rencana lokasi pembangunan sepanjang jalan Cawang – Pluit, kini berganti nama menjadi JIT dan dibangun dilokasi berbeda, yakni di rencana ruas jalan tol Bale Kambang – Manggarai dan Ulujami – Tanah Abang. pic.twitter.com/n2LS3o8Qy1

07/05/2018 09:18:51 WIB
Expand pic
ALy @amailtwit

Sebenarnya keliru besar. Bagaimana bisa, memakai hasil kajian arus lalu lintas sebagai dasar pertimbangan lokasi proyek penanganan banjir? Kalau prinsip dasarnya salah, ujungnya rentan masalah. cc @DKIJakarta @DinasSDAJakarta @aniesbaswedan @sandiuno @SuaraAnies @elisa_jkt pic.twitter.com/NzA5WHIwau

07/05/2018 09:21:48 WIB
Expand pic
ALy @amailtwit

*Rancu pertama; JIT bukan solusi tepat penanganan banjir. Pada ruas Bale Kambang – Manggarai, keberadaan JIT mengakibatkan aliran air sungai Ciliwung yang masuk ke Kanal Banjir Barat (KBB) sudah tidak melalui pintu air Manggarai lagi. pic.twitter.com/agdvZcaqIk

07/05/2018 09:22:48 WIB
Expand pic
ALy @amailtwit

Masalahnya, jika debit air masuk KKB ruas Manggarai sengaja ditingkatkan, sementara debit air keluar pada hilir KBB (ruas Pluit) tidak meningkat, maka hasilnya banjir (lokal).

07/05/2018 09:23:17 WIB
ALy @amailtwit

Pada ruas Ulujami – Tanah Abang, aliran air sungai Pesanggrahan yang sebelumnya bermuara ke laut (PIK) lewat Cengkareng Drain, nanti dialihkan lewat KBB (ruas Tanah Abang). pic.twitter.com/3wW8Wss0fQ

07/05/2018 09:23:57 WIB
Expand pic
ALy @amailtwit

Akibatnya, otomatis volume air di KBB meningkat. Dari yang sebelumnya hanya menampung air sungai Ciliwung, nantinya juga menampung air sungai Pesanggrahan. Padahal di Tanah Abang sendiri sudah rawan banjir. megapolitan.kompas.com/read/2017/11/1… news.detik.com/berita/2828111…

07/05/2018 09:25:13 WIB
ALy @amailtwit

*Rancu kedua; JIT hanya memindahkan masalah ke tempat lain, hanya memindahkan air dari sungai (Ciliwung/Pesanggrahan) ke sungai (KBB), bukan dari sungai ke waduk/reservoir/laut.

07/05/2018 09:26:08 WIB
ALy @amailtwit

Ibarat mengurangi volume air di satu sungai tapi dengan cara menambah volume air di sungai lain. Jika seperti ini, maka banjirnya hanya pindah lokasi, sementara inti masalah tidak tepat tertangani.

07/05/2018 09:26:35 WIB
ALy @amailtwit

*Rancu ketiga; Prinsip pemindahan air dan keberadaan fungsi jalan tol yang mengkhawatirkan. pic.twitter.com/8vW99Qe2Cu

07/05/2018 09:27:20 WIB
Expand pic
Expand pic
ALy @amailtwit

Skema pengaliran airnya (lihat gambar); Sungai Ciliwung (SC) - Holding Pond (HP) - Terowongan Ganda (TG) - Storage Pond (SP) - KBB. Debit air keluar dari SP ke KBB = debit air masuk dari SC ke HP. Sebab posisi KBB lebih rendah 12 meter dari SC, secara teori air mengalir otomatis.

07/05/2018 09:30:25 WIB
ALy @amailtwit

Untuk menangani banjir dimusim hujan, maka debit air masuk harus ditingkatkan agar debit air keluar juga meningkat. Penambahan volume tidak dapat dilakukan karena fungsi terowongan yang terus dialiri air sepanjang waktu. Yang dapat dilakukan hanya menambah kecepatan aliran air.

07/05/2018 09:31:20 WIB
ALy @amailtwit

Masalahnya, cara kerja prinsip bejana berhubungan (tanpa pompa) itu juga berkaitan dengan tekanan air. Air yang mengalir di TG, pada kenyataan nantinya akan menekan kesegala arah dan memenuhi semua rongga terowongan bawah, termasuk menekan struktur jalan tol diatasnya. pic.twitter.com/o5NvoL2IC9

07/05/2018 09:33:30 WIB
Expand pic
Expand pic
ALy @amailtwit

Bayangkan dampak terhadap strukturnya, saat air dikedalaman 15 meter mengalir dengan volume besar yang berkecepatan tinggi dan menekan kesegala arah. Retak serambut, fatal akibat. Air selalu mencari celah untuk naik ke terowongan atas (jalan tol).

07/05/2018 09:34:52 WIB
ALy @amailtwit

Lain halnya dengan SMART, proyek serupa yang ada di Malaysia. Meski tidak memakai prinsip bejana berhubungan, namun fungsi jalan tol masih diperbolehkan air melintas saat debit meningkat. pic.twitter.com/oSRhaRmKJM

07/05/2018 09:35:24 WIB
Expand pic
ALy @amailtwit

Atas dasar beragam kerancuan diatas, kiranya pihak-pihak terkait dapat mempertimbangkan kembali keberadaan JIT. Berprasangka baik, tentu semua pihak menginginkan Jakarta yang bebas banjir dan macet. cc @DKIJakarta @DinasSDAJakarta @aniesbaswedan @sandiuno @SuaraAnies

07/05/2018 09:37:30 WIB
ALy @amailtwit

Dan menimbang kemungkinan terburuk, yang paling dirugikan dari kegagalan proyek JIT ini justru kontraktornya sendiri. Oleh sebab itu, lebih baik dipertimbangkan kembali. 🙏 Terima kasih.

07/05/2018 09:38:34 WIB

Comment

No comments yet. Write yours!