0
Muhammad Yusuf Elbadri @MhdYusufElbadri
@ofathurahman @Nurmantyo_Gatot Pertanyaan yg tepat prof @ofathurahman, umat islam punya pilihan berbeda dan itu adl hak. Seandainya yg diinginkan adl masjid sbg tempat untuk menyuarakan anjuran memilih pasangan tertentu, maka ini akan berakibat masjid menjadi rawan konflik. Ini berbahaya pak @Nurmantyo_Gatot
Peziarah @eae18
@MhdYusufElbadri @ofathurahman @Nurmantyo_Gatot Duh seolah-olah statemen ini benar. Tapi tak teliti. Statemen GN tak menyebut politik dalam frame yang spesifik. Politik dalam bingkai makro. Mosok membicarakan ayat Alqutan tentang musyawarah dianggap berbahaya. Oman itu jelas Jokower. Jadi saya paham arusnya.
Peziarah @eae18
Seolah-olah mereka paling moderat dalam berIslam. Paling benar dalam menerapkan konsep Alquran, kemudian menghakimi statemen Pak @Nurmantyo_Gatot. Statemen Pak GN itu politik dalam kerangka makro. Membicarakan ayat Alquran di masjid tentang musyarawarah, mosok dilarang?
Peziarah @eae18
Saya kebetulan menulis ayat-ayat politik dalam Alquran. Politik harus dipahami sebagai keterlibatan warga negara dalam arus besar kehidupan publik dan itu sah meski dibincangkan di dalam masjid. Kenapa kemudian gerombolan #Bong200 menghakimi Pak @Nurmantyo_Gatot? twitter.com/eae18/status/9…
Peziarah @eae18
Orang Islam ya harus berpolitik. Berpolitik dalam kehidupan bernegara, itu perlu. Politik jangan dipandang dalam frame buruk. Hilir mudik berbangsa dan bernegara, itu ya representasi berpolitik. Yang tak pantas, membicarakan dukungan ke satu calon di masjid.
Peziarah @eae18
Isu berpolitik di masjid, digiring kaum yang merasa intelek, berlabel profesor, digiring isunya bahwa orang yang kontra Jokowi akan memolitisasi masjid. Mereka tak sadar, Jokowi jadi imam salat dalam putaran kampanye, itu bentuk dari tindak politisasi masjid. Mingkem saja kalian twitter.com/eae18/status/9…
Peziarah @eae18
Jokowi undang PA 212 di masjid, apa itu bukan bentuk politisasi masjid? Foto diedarkan ke medsos, apa itu bukan imbas politisasi masjid? Kalian terlalu banyak ngeles. Gak bercermin ke diri.
Peziarah @eae18
Merasa inteletek, merasa profesor terus merasa klaim dirinya paling benar. Bicara politik di masjid dianggap bentuk propaganda politik. Propaganda politik ndasmu. Ketika sang kiai membedah ayat Alquran tentang kehidupan bermasyarakat, apa itu bentuk propraganda politik? twitter.com/eae18/status/9…
Peziarah @eae18
Dijelaskan sejak awal, membicarakan atau mendukung salah satu calon itu tak etis dibicarakan di masjid. Tapi bicara politik dalam masjid itu bukan bentuk propaganda rumah ibadah. Harus dibedakan sejak awal agar tak menyesatkan pembaca.
Peziarah @eae18
Di gereja para pengkhutbah bebas bicara politik. Bicara dukungan ke Jokowi. Giliran sang kiai membicarakan isu perlunya #2019GantiPresiden di masjid, langsung dihakimi. Kalian memang tak adil sejak dalam pikiran. twitter.com/eae18/status/9…
Peziarah @eae18
Jadi pendeta, biksu boleh bicara politik. Boleh bicara dukungan ke Jokowi di rumah ibadah mereka. Giliran para kiai, dilarang bicara politik di masjid, apalagi terkait #2019GantiPresiden
Peziarah @eae18
Ketika khatib membicarakan kriteria pemimpin dalam perspektif Islam tanpa menyebut JKW dan Prabowo, apakah Ini masuk politisasi masjid? Dan kebetulan JKW dan Prabowo tak masuk dalam kriteria, apakah ini politisasi masjid? Gak lah. Ini bicara fakta.
Peziarah @eae18
Tiba-tiba bikin rujukan, Saudi menangkap ulama yang bicara politik di masjid. Apakah tahu materi pembicaraan ulama Saudi itu? Bikin perbandingan tanpa tahu materi pembicaraan. twitter.com/eae18/status/9…

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.