0
Fadli Zon @fadlizon
1) Pendidikan nasional seharusnya mendorong bangsa kita mandiri dan berdaulat. #hardiknas2018 pic.twitter.com/wxaKVJbIti
Expand pic
Fadli Zon @fadlizon
2) Sehingga, jika hari ini kita mendapati bangsa Indonesia masih terkooptasi kpd bangsa asing, baik secara politik, ekonomi, maupun kebudayaan, berarti ada sesuatu yg harus dikoreksi dr penyelenggaraan pendidikan nasional kita. #hardiknas2018
Fadli Zon @fadlizon
3) Setiap kali kita memperingati Hari Pendidikan Nasional, yg kita ingat biasanya hanyalah tanggal lahir Ki Hadjar Dewantara saja. #Hardiknas2018
Fadli Zon @fadlizon
4) Kita melupakan ajaran-ajaran penting perjuangannya, terutama agar pendidikan nasional kita berangkat dari akar kebudayaan serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemerdekaan dan kemanusiaan. #Hardiknas2018
Fadli Zon @fadlizon
5) Ki Hadjar mendesain Perguruan Tamansiswa sbg antitesa thdp sistem pendidikan kolonial yang hanya mengutamakan intelektualitas, individualitas, dan materialitas. Itu merupakan proto sistem pendidikan nasional kita. #Hardiknas2018
Fadli Zon @fadlizon
6) Dulu kita sering mendengar istilah ‘membangun manusia Indonesia seutuhnya’. Meskipun bersifat jargonik, istilah itu sebenarnya tepat. Untuk membangun peradaban, yg pertama kali harus dibangun adlh manusianya. #Hardiknas2018
Fadli Zon @fadlizon
7) David Korten menyebutnya sbg ‘people centered development’. Untuk membangun manusia tsb, ada tiga elemen penting yg diajarkan oleh Ki Hadjar Dewantara, yaitu pendidikan, kebudayaan, dan kepemimpinan. Ketiganya bersifat saling kait mengait, jadi tdk bisa dipisah-pisahkan.
Fadli Zon @fadlizon
8) Sayangnya, sesudah Reformasi, terutama sesudah terbitnya UU No. 20/2003 ttg Sistem Pendidikan Nasional, desain pendidikan nasional kita terjebak pada mengejar peringkat belaka. #Hardiknas2018
Fadli Zon @fadlizon
9) Ini berlaku baik untuk peserta didik, pendidik, maupun institusi pendidikan. Siswa sibuk mengejar nilai ujian nasional yang standarnya terus naik. Guru sibuk mengurusi laporan administrasi sertifikasi. #Hardiknas2018
Fadli Zon @fadlizon
10) Semuanya kini hanya sibuk mengejar kenaikan peringkat, tapi melupakan esensi pendidikan itu sendiri. #Hardiknas2018
Fadli Zon @fadlizon
11) Coba bayangkan, dosen-dosen perguruan tinggi, misalnya. Mereka kebanyakan memikirkan bagaimana caranya agar bisa menulis di jurnal internasional yg terindeks Scopus. #Hardiknas2018
Fadli Zon @fadlizon
12) Apakah tulisannya itu memiliki relevansi sosial atau tidak, memberikan inovasi atau tdk, punya manfaat atau tidak, seringkali tidak dipikirkan. Itu semua terjadi karena tuntutan perguruan tingngi tempat mereka bekerja. #Hardiknas2018
Fadli Zon @fadlizon
13) Dan perguruan tinggi kita memberikan tuntutan itu karena mereka ingin masuk dalam daftar sekian besar perguruan tinggi peringkat dunia. #Hardiknas2018
Fadli Zon @fadlizon
14) Masuk dalam daftar peringkat perguruan tinggi terbaik memang bagus. Tapi seharusnya kenaikan peringkat itu tidak dicapai melalui cara instan dan artifisial. #Hardiknas2018
Fadli Zon @fadlizon
15) Rencana pemerintah mendatangkan 200 orang dosen asing dgn anggaran Rp300 miliar itu, misalnya, menurut sy adlh cara artifisial untuk mendongkrak mutu pendidikan kita. Cara itu tidak akan memperbaiki mutu dan iklim akademik. #Hardiknas2018
Fadli Zon @fadlizon
16) Itu tak ada bedanya dengan mengatasi krisis pangan melalui impor. Untuk jangka pendek mungkin menolong, tapi itu bukanlah jalan keluar. #Hardiknas2018
Fadli Zon @fadlizon
17) Kita seharusnya bisa belajar dari dibubarkannya Sekolah Berstandar Internasional (SBI) dan Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) oleh Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2013 silam. #Hardiknas2018
Fadli Zon @fadlizon
18) MK menilai pembentukan SBI dan RSBI berpotensi mengikis rasa bangga dan karakter nasional, karena kurikulum dan lain sebagainya asing semua. Hal ini dianggap bertentangan dengan amanat konstitusi. #hardiknas2018
Fadli Zon @fadlizon
19) Membangun pendidikan yang bertaraf internasional tidak harus mencantumkan label internasional. Dan meniru sistem pendidikan luar negeri tidak memberikan jaminan bahwa kita akan berhasil dgn cara yg sama. #Hardiknas2018
Fadli Zon @fadlizon
20) Apakah jika kita meniru model pendidikan Universitas Cambrdige atau Oxford kita bisa menghasilkan perguruan tinggi sekelas Cambrdige atau Oxford?! Kan tidak. Pemerintah, kaum akademisi dan guru, mestinya menyadari persoalan ini. #Hardiknas2018
Fadli Zon @fadlizon
21) Inilah salah satu sebab knp meskipun kita sdh menganggarkan 20 persen APBN kita untuk pendidikan, namun kualitas pendidikan kita seperti jalan di tempat. Karena kita keliru mendefinisikan pendidikan. #Hardiknas2018
Fadli Zon @fadlizon
22) Sy kasih satu contoh kasus. Coba bayangkan, pada zaman kolonial, siswa AMS selama tiga tahun bersekolah mereka minimal telah menyelesaikan 25 buku sastra. Itu tuntutan pendidikan zaman itu. #Hardiknas2018
Fadli Zon @fadlizon
23) Sementara pd 1997, menurut penelitiannya Pak Taufiq Ismail, yg melakukan penelitian terhadap lulusan SMA di 13 negara, siswa-siswa SMA kita saat ini tidak harus menamatkan satu judul bacaan pun untuk bisa lulus. #hardiknas2018
Fadli Zon @fadlizon
24) Sekali lagi coba bayangkan, pada kuartal pertama abad ke-20, kemampuan membaca siswa-siswa kita tak ada bedanya dengan kemampuan siswa-siswa di Perancis, Belanda, Jepang, Rusia, atau Swiss. #hardiknas2018
Load Remaining (10)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.