"Ular Kepala Tiga" - by @Mayadewee

Kesalahan terbesar perjuangan umat Islam RI adalah tidak fokus dalam membunuh Ular Kepala Tiga
0
Mayadewi @imayadewi

Dulu Gus Dur punya jawaban atas kelakuan menyimpang tokoh atau ulama NU. "Mereka berani berbuat dosa, nyeleneh atau korupsi karena tahu cara bertobat. Mereka yakin bakal diampuni Allah", kata Gus Dur Kalau Allah ga ngampuni gimana Gus? "Yaa...tobat lagi" gitu aja kok repot

02/05/2018 15:19:57 WIB
Mayadewi @imayadewi

Saat ditanya mengapa hanya NU dari umat Islam yg nekad berkoalisi dg Bung Karno mendukung "Nasakom" (Nasionalis Agama Komunis)? Gus Dur jawab: :"Lha Bung Karno itu seorang nasionalis, agamis sekaligus komunis. Kalau NU ga gabung, Bung Karno cuma jadi Naskom. Nasakomnya gagal"

02/05/2018 15:25:29 WIB
Mayadewi @imayadewi

Tanya lagi "Kalau NU ga dukung, Nasakom gagal. Umat Islam ga ditindas oleh rezim Orla yg dikendalikan PKI?" GD: "Lha, kamu ini gimana sih, kalau umat Islam tdk ditindas, kan ga melawan menghancurkan PKI !! NU dukung Nasakom supaya PKI dilawan umat Islam. Gitu aja kok repot"

02/05/2018 15:30:41 WIB
Mayadewi @imayadewi

Bagi mayoritas umat Islam, tingkah laku ulama dan tokoh NU tertentu memang aneh nyeleneh Di tengah umat Islam menentang berbagai sikap & kebijakan rezim yg dianggap merugikan Umat, ada tokoh/ulama NU yg membela rezim dgn cara yg sulit diterima akal sehat atau logika

02/05/2018 15:34:56 WIB
Mayadewi @imayadewi

Merefer pemikiran Gus Dur, kita bisa pahami latar belakang sikap aneh nyeleneh bbrp tokoh/ulama NU 1. Mrka tahu cara bertobat (katanya) 2. Mrka punya pembenaran sendiri 3. Mrka cari untung dari situasi Kita sebut mrka sby oportunis, mereka sebut diri mrka sbg pragmatis

02/05/2018 15:39:54 WIB
Mayadewi @imayadewi

Dgn bersikap oportunis pragmatis, mereka mendapat keuntungan materi dan politik yang besar. Penguasa royal beri bantuan, jabatan strategis, konsesi& privileges tertentu. Penguasa butuh mereka utk melegitimasi kebijakan anti Islam/merugikan umat Mrk pakar memanfaatkan kesempatan

02/05/2018 15:45:05 WIB
Mayadewi @imayadewi

Mereka berada di barisan terdepan membela rezim penguasa yg dimusuhi rakyat. Pembelaan mereka pasti menimbulkan perpecahan di kalangan umat. Tapi mereka tidak peduli, sbb mereka hanya bisa eksis & ambil untung kalau rezim model begini yg berkuasa. Kesempatan tdk datang dua kali

02/05/2018 15:48:24 WIB
Mayadewi @imayadewi

Kalau ditarik kebelakang, catatan panjang mengisi lembaran sejarah bangsa Indonesia sejak kelahiran NU. Tdk dapat dihindari kesan, bahwa hanya dgn cara aneh nyeleneh eksistensi mereka dapat diakui rezim yg punya agenda politik melemahkan umat islam RI

02/05/2018 15:52:47 WIB
Mayadewi @imayadewi

Mereka punya konsep toleransi luar biasa. Selama diri mereka sendiri tdk menjadi korban, penzaliman terhadap umat islam tdk mengganggu pikiran dan hati mereka Sebaliknya jika umat lain menjadi korban, mrka berteriak paling keras. Mengutuk paling duluan, menjadi pembela terdepan

02/05/2018 16:02:45 WIB
Mayadewi @imayadewi

Konsep toleransi mereka luar biasa Alih2 usung Islam Jawa yg bermakna non Islam tapi aliran kepercayaan/kejawen, mereka nekad mengusung Islam Nusantara Mereka punya justifikasi Islam Nusantara sbg agama Islam juga. Seolah2 agama Islam yg diajarkan Rasulullah butuh modifikasi

02/05/2018 16:07:10 WIB
Mayadewi @imayadewi

Jika umat Islam protes, tdk setuju, mereka enteng menuduh sbg kelompok fundamentalis. Radikal. Anti KeBinekaan, intoleransi dst. Makin marah umat Islam, mereka makin senang krna proyek rezim berjalan, uang dikucurkan, mereka untung besar

02/05/2018 16:10:26 WIB
Mayadewi @imayadewi

Mengenai prospek keutungan besar dari proyek rezim anti Islam, mereka sdh tahu lama sejak diajak bergabung dlm kelompok "Neo Nasakom" sejak 2010. Dolar Yuan mengucur deras untuk upah mereka mewakili kelompok agama di Neo Nasakom. Kapan lagi ada kesempatan emas seperti sekarang

02/05/2018 16:16:33 WIB
Mayadewi @imayadewi

Proyek bernama asli "Sekulerisasi Indonesia" direncanakan China - AS sejak 11 Maret 2007, mulai diterapkan pada 2010 membutuhkan partisipasi kelompok Islam oportunis utk secara bersama dgn unsur minoritas tertentu memarginalkan mayoritas Islam. Mirip konsep CSIS 1971-1987

02/05/2018 16:20:27 WIB
Mayadewi @imayadewi

Metode 'perjuangan' mereka jelas: pokoknya tampil beda dgn mayoritas Islam, baik terkait isu tertentu, kebijakan pemerintah atau peristiwa politik. Benar salah tdk jadi concern mereka. Tahun 2011-2017 lalu tugas utama mereka adalah memback up agen sekuler proksi China: Ahok

02/05/2018 16:27:01 WIB
Mayadewi @imayadewi

Mereka harus tampil sbgi pembela ahok benar salah hidup mati. Posisi ahok sbg agen utama sekulerisasi dipastikan mendapat perlawanan hebat dari mayoritas islam. Di sini peran mereka memecah belah, melemahkan tekad & semangat perjuangan umat. Upahnya sangat besar. Bikin kaya raya

02/05/2018 16:30:17 WIB
Mayadewi @imayadewi

Tugas utama kedua, mereka tampil sbg pembela Mukidi terutama jika mencuat keraguan pada jatidiri dan agama asli Mukidi Ketua PB NU yg sdh alm sampai berani bersumpah bhw Mukidi muslim sejati Beliau dgn mudah bersaksi dan menyebar info ke umat bhw ibu mukidi muslimah luar biasa

02/05/2018 16:34:38 WIB
Mayadewi @imayadewi

Alm Ketua PB NU itu mengaku seminggu penuh mengamati cara hidup ibu Mukidi Kesimpulannya : beliau muslimah sejati, 15 thn puasa Daud tdk terputus, shalat tak pernah lalai, keluarga sakinah Knpa mukidi ga tahu cara wudhu? Salah bacaan shalat? Menyebut takbiran sebagai nyanyian?

02/05/2018 16:40:40 WIB
Mayadewi @imayadewi

Tak seorang pun boleh menilai kadar iman orang lain. Sebaliknya, semua boleh menilai seseorang itu jujur atau tidak Keimanan bersemayam di kalbu, kejujuran kebohongan terlihat jelas dari ucapan & perbuatan Rakyat telah lama menilai Mukidi dan sepakat bhw beliau pembohong

02/05/2018 16:45:28 WIB
Mayadewi @imayadewi

Segelintir oknum NU punya tugas besar melindungi, membela, mendukung dua tokoh penindas Islam: mukidi dan ahok. Keduanya proksi China & Cukong Agenda politik mereka jelas: sekulerisasi Islam di Indonesia Tujuan mrka: melemahkan ketahanan nasional NKRI agar mudah dijajah China

02/05/2018 16:48:55 WIB
Mayadewi @imayadewi

Pada era perang dingin di mana Blok Barat dan Komunis berlomba melebarkan pengaruh & ideologinya ke seluruh dunia, RI berhasil mempertahankan diri dari komunisme & liberalisme Laporan Polit Biro pada Kongres Zhongguo Gongchandang (P Komunis China) 1984 menyebutkan penyebabnya

02/05/2018 16:55:16 WIB
Mayadewi @imayadewi

China gagal menanamkan pengaruh di Indonesia karena 2 hal utama: 1. Komunisme dianggap bahaya laten dan ditetapkan sbg ideologi terlarang 2. Islam sbg agama mayoritas rakyat RI ajaran/syariatnya bertentangan dengan ideologi komunis Bagaimana Pancasila? Tdk masalah bagi PKC

02/05/2018 17:00:49 WIB
Mayadewi @imayadewi

Pancasila tdk dianggap hambatan serius oleh PKC dalam menamam pengaruh komunisme Bung Karno bahkan pernah menafsirkan Intisari Pancasila adalah Internasionalism, yg merupakan tafsiran yg sama dgn Komunisme Kita tahu persis bahwa Komunisme menganut doktrin Internasionalism

02/05/2018 17:05:10 WIB
Mayadewi @imayadewi

Jadi, pada tahun 1984 Partai Komunis China sdh memahami bahwa "Benteng Terkuat NKRI" adalah: 1. Penetapan komunisme dan PKI sebagai ideologi dan organisasi terlarang melalui TAP MPRS. Gus Dur berkali2 mencoba mencabut TAP MPRS itu. Gagal 2. Syariat Islam yg dianut rakyat RI

02/05/2018 17:09:29 WIB
Mayadewi @imayadewi

Mengenai Islam sbg "Benteng Terkuat NKRI" atau Pilar Utama Negara (bukan TNI-Polri dst) Bagi China yg kekuatan milternya terkuat ketiga di dunia, menaklukan RI dgn perang adalah hal mudah. Tetapi konsep perang penaklukan sdh sangat berubah paska era perang dingin (1988)

02/05/2018 17:20:22 WIB
Load Remaining (33)

Comment