Betulkah tanda hitam di Jidat itu tanda riya?

dilansir islami.co
Indonesia religion angkuh tanda dahi islam Riya sombong jidat hitam sujud
1819 View 0 comments
2
Login and hide ads.
Temporary Hiatus @OkeOnta 20/04/2018 14:38:09 WIB
Hindari Tanda Hitam di Jidat, Itu Tanda Riya’ dan Cara Sujudnya Belum Benar by @islamidotco pic.twitter.com/LL3tocsZQg
 Expand pic
Temporary Hiatus @OkeOnta 20/04/2018 14:38:09 WIB
1. Apabila cara sujud benar, tidak akan memburukkan wajah melainkan sebaliknya, menjadi bercahaya dan berseri-seri. Adapun jika jidat menjadi ‘kapalan’ maka artinya harus memperbaiki gerakan shalat. Sebab yang menjadi penopang utama adalah kedua tangan saat sujud, bukan kepala.
Temporary Hiatus @OkeOnta 20/04/2018 14:38:10 WIB
2. Abdullah bin Umar bin Khattab RA. salah seorang shahabat terkemuka tidak menyukai adanya bekas hitam di dahi seorang muslim. Dari Salim Abu Nadhr, ada seorang yang datang menemui Ibnu Umar. Setelah orang tersebut mengucapkan salam, Ibnu Umar bertanya kepadanya “Siapakah anda?”
Temporary Hiatus @OkeOnta 20/04/2018 14:38:10 WIB
“Aku adalah anak asuhmu”, jawab orang tersebut. Ibnu Umar melihat ada bekas sujud yang berwarna hitam di antara kedua matanya. Beliau berkata kepadanya,
Temporary Hiatus @OkeOnta 20/04/2018 14:38:10 WIB
“Bekas apa yang ada di antara kedua matamu? Sungguh aku telah lama bershahabat dengan Rasulullah, Abu Bakr, Umar dan Utsman. Apakah kau lihat ada bekas tersebut pada dahiku?” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3698)
Temporary Hiatus @OkeOnta 20/04/2018 14:38:11 WIB
3. Dari Ibnu Umar, beliau melihat ada seorang yang pada dahinya terdapat bekas sujud. Ibnu Umar berkata, “Wahai hamba Allah, sesungguhnya penampilan seseorang itu terletak pada wajahnya. Janganlah kau jelekkan penampilanmu!” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3699).
Temporary Hiatus @OkeOnta 20/04/2018 14:38:11 WIB
4. Dari Abi Aun, Abu Darda’ melihat seorang perempuan yang pada wajahnya terdapat ‘kapal’ semisal ‘kapal’ yang ada pada seekor kambing. Beliau lantas berkata, ‘Seandainya bekas itu tidak ada pada dirimu tentu lebih baik” (Riwayat Bahaqi dalam Sunan Kubro no 3700).
Temporary Hiatus @OkeOnta 20/04/2018 14:38:12 WIB
5. Dari Humaid bin Abdirrahman, aku berada di dekat as Saib bin Yazid ketika seorang yang bernama az Zubair bin Suhail bin Abdirrahman bin Auf datang. Melihat kedatangannya, as Saib berkata,
Temporary Hiatus @OkeOnta 20/04/2018 14:38:12 WIB
“Sungguh dia telah merusak wajahnya. Demi Allah bekas di dahi itu bukanlah bekas sujud. Demi Allah aku telah shalat dengan menggunakan wajahku ini selama sekian waktu lamanya namun sujud tidaklah memberi bekas sedikitpun pada wajahku” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3701).
Temporary Hiatus @OkeOnta 20/04/2018 14:38:12 WIB
6. Dari Manshur, Aku bertanya kepada Mujahid tentang maksud dari firman Allah, ‘tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari ATSARIS SUJUUD (bekas sujud)’ apakah yang dimaksudkan adalah bekas di wajah? Jawaban beliau,
Temporary Hiatus @OkeOnta 20/04/2018 14:38:13 WIB
“Bukan, bahkan ada orang yang ‘kapalen’ yang ada di antara kedua matanya itu bagaikan ‘kapalen’ yang ada pada lutut onta namun dia adalah orang bejat. Tanda yang dimaksudkan adalah kekhusyu’an” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3702). Bahkan dalam kitab Hasiyah as-Showi,
Temporary Hiatus @OkeOnta 20/04/2018 14:38:13 WIB
“Bukanlah yang dimaksudkan oleh ayat adalah sebagaimana perbuatan orang-orang bodoh dan TUKANG RIYA’ yaitu tanda hitam yang ada di dahi karena hal itu adalah ciri khas khawarij (baca: ahli bid’ah)”
Temporary Hiatus @OkeOnta 20/04/2018 14:38:14 WIB
dalam sebuah hadits disebutkan sungguh saya benci seseorang yang saya lihat diantara kedua matanya terdapat bekas sujud (Hasyiah ash Shawi 4/134, Dar al Fikr).

Bookmarked tags

No tags
Login and hide ads.