1
#GPS_GloryPrideSuccess @G_paseksuardika
1. Saya mengagumi dokter yang kini dikenakan sanksi tersebut. Tampaknya bukan saja masalah diagnosa atau etik dokter hebat ini dipecat. Ada rasa persaingan tidak sehat. twitter.com/tribunnews/sta…
#GPS_GloryPrideSuccess @G_paseksuardika
2. Dokter Terawan dengan pangkat dan jabatan tinggi tetap tampil sopan rendah hati dan hormat pada siapapun. Itu yang saya ketahui selama ini. Banyak yang sudah diselamatkan, lalu kenapa harus dicabut ijinnya?
#GPS_GloryPrideSuccess @G_paseksuardika
3. Momentum ini sekaligus bisa jadi peluang utk segera refromasi manajemen kesehatan di Indonesia. Jamgan lagi menganut satu lembaga profesi. Selain IDI sudah saatnya muncul organisasi lain agar tdk terjadi monopoli organisasi profesi.
#GPS_GloryPrideSuccess @G_paseksuardika
4. Tidak hanya soal kasus Dokter Terawan saja, bayak sekali anak-anak kita yang lulusan kedokteran luar negeri dipersulit ijin prakteknya dg berbagai syarat syarat yg melelahkan. Sepertinya ada hegemoni yang harus dipangkas dalam profesi kesehatan ini.
#GPS_GloryPrideSuccess @G_paseksuardika
5. Banyak pasien yang berterimakasih dg Dokter Terawan seharusnya membuat bangga kemajuan dunia kesehatan Indonesia. Bukan malah dihadiahi pencabutan ijin. Pemerintah harus jadikan momentum ini pembenahan praktek kesehatan.
#GPS_GloryPrideSuccess @G_paseksuardika
6. Kenapa Skrg Malaysia makin berkembang dan banyak orang Indonesia kesana selain Singapura? Karena mereka terbuka termasuk menerima lulusan kedokteran luar negeri. Beda dg di Indonesia yg sengaja dipersulit dg alasan penyakit tropis itu beda dan lainnya.
#GPS_GloryPrideSuccess @G_paseksuardika
7. Bbrpkali saya ketemu keluhan mahasiswa kedokteran yang kuliah di luar negeri yang dipersulit ijin prakteknya. Tampaknya jaringan alat kesehatan, obat-obatan hingga biaya studi fakultas kedokteran yang tinggi menjadi bagian persoalan kesehatan negeri ini.
#GPS_GloryPrideSuccess @G_paseksuardika
8. Dokter Terawan sebenarnya bisa diperjuangkan untuk bisa dapat hadiah Nobel di bidang kesehatan atas temuannya yang luar biasa tersebut. Saya sedih, dokter berprestasi malah dipecat sementara banyak yang melakukan malpraktek malah cenderung dilindungi.Ironi kesehatan negeri ini
#GPS_GloryPrideSuccess @G_paseksuardika
9. Pemerintah harus segera dukung reformasi dengan pembebasan pembentukan organisasi profesi dokter lain diluar IDI agar ada persaingan yang sehat dan bermanfaat bagi masyarakat.
#GPS_GloryPrideSuccess @G_paseksuardika
#SaveDokterTerawan Saatnya reformasi IDI dan berikan hadir organisasi profesi sejenis demi kepentingan masyarakat. Hegemoni bidang kesehatan merugikan masyarakat. Jangan sampai, yang inovatif disanksi, yang malpraktek dilindungi.
#GPS_GloryPrideSuccess @G_paseksuardika
Bukan dualisme tp anut sistem organisasi profesi jamak agar tdk ada dominasi/monopoli kesehatan. Kontraktor ada banyak tdk apa2, profesi lain juga. Banyak temuan hegemoni kesehatan persulit kemajuan kesehatan kita. Lulusan luar negeri saja dipersulit mengabdi beda dg Malaysia twitter.com/ndu_tech/statu…
#GPS_GloryPrideSuccess @G_paseksuardika
Saya dan juga yakin ada ratusan sampai ribuan orang siap bersaksi betapa inovasi medis dokter Terawan sangat membantu masyarakat. Inovasi kesehatan adalah keniscayaan. Berlombalah berinovasi untuk masyarakat. #SaveDokterTerawan twitter.com/kompascom/stat…
#GPS_GloryPrideSuccess @G_paseksuardika
Saatnya ijin praktek dokter dipegang oleh pemerintah bukan oleh organisasi profesi. Organisasi profesi cukup memberikan rekomendasi saja. Sumpah dan ijin dipegang pemerintah demi kepentingan rakyat. #SaveDokterTerawan
#GPS_GloryPrideSuccess @G_paseksuardika
Terimakasih infonya Pak. Azasnya siapa yang keluarkan ijin maka hanya mereka yang berhak mencabutnya. Kenapa yang cabut ijin IDI..? twitter.com/agus_achmadi/s…
#GPS_GloryPrideSuccess @G_paseksuardika
Dunia kesehatan Indonesia saatnya direformasi sehingga antara kemajuan teknologi, kemanusiaan, dan kesejahteraan berjalan seiring. Selamat untuk dokter Terawan, mau dipecat di Indonesia, malah disegani di Jerman. Masih banyak potensi hebat dokter2 yang lain pic.twitter.com/uK8YC2O9od
Expand pic

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.