Add to Favorite
0
Login and hide ads.

Komentar followers:

du_iga Dr awal udah nebak pas bilang dr padang pasti kh agus salim (masya Allah ganteng dan pintar pula)

harumsorry Ternyata KH Agus Salim mudanya masya Allah ganteeenggg bgtttttt @neng_jepret
ceciliatansGanteng

devitarizk Hamisdawet mah lewaaaaaaaat

flo.faustine Pinter, santeng dan alim 😁

fianayw Duh kasep neng #gagalfokeus

cemilannya_duoharry Sukaaak.. Sukaaak neng... Sumpeh baru tau ini yg sejarah ini...

evieprasetyo Keren bangett sih @neng_jepret , emak2 jg perlu update ilmu gini nih...buat di terusin ke anak2... lanjutkan....

riskibatik Beliau mengusai beberapa bhs asing belajar scra otodidak,sangat cerdas🖒

riskibatikBeliau ini salah satu polyglot yg tercatat di sejarah berdirinya negara ini. Kalau ga salah minimal 7 bahasa yg dikuasai oleh beliau

khayla_dzaky Sering2 donk @neng_jepret share yg kaya gini dgn info yg akurat tentunya... #mencerdaskananakbangsa

ㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤ @RajaPurwa 14/04/2018 12:00:41 WIB
Dalam suatu rapat politik, Haji Agus Salim, salah seorang pendiri negeri, berpidato memukau. Lawan politiknya datang mengganggu dengan meneriakkan suara kambing: embeeek… embeeek. - @rockygerung -
ㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤ @RajaPurwa 14/04/2018 12:01:22 WIB
Teriakan itu jelas untuk menghina. Janggut Agus Salim memang mirip janggut kambing. Rapat jadi gaduh. Caci-maki memenuhi ruangan. - @rockygerung -
ㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤ @RajaPurwa 14/04/2018 12:02:25 WIB
6. Tapi Agus Salim tak terusik. Dengan tenang ia berbicara: “Maaf, ini rapat manusia. Mengapa ada suara kambing?” Rapat berlanjut, setelah gelak tawa meledak. - @rockygerung -
ㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤ @RajaPurwa 14/04/2018 12:03:36 WIB
7. Politik adalah kecerdasan. Haji Agus Salim tak mengejek balik. Ia hanya memakai otaknya untuk membungkam lawan. Ia memberi pelajaran. Politik adalah pikiran. Bukan makian - @rockygerung -
ㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤ @RajaPurwa 14/04/2018 12:38:39 WIB
26. Busa kekuasaan, busa dendam, busa hipokrit. Sementara di belakang panggung para dalang mengatur siasat, penonton dijebak dalam psikologi: terlalu optimistis atau terlalu pesimistis. Tak ada yang kritis.  - @rockygerung - Tamat

Agus Salim ini semasa penjajahan Belanda, ia tidak pernah ditangkap oleh Belanda. Namun Justru setelah Indonesia merdeka ia beberapa kali diasingkan bersama dengan pemimpin nasional lainnya.

Official Aktualcom @Aktualco 03/04/2018 19:34:05 WIB
Haji Agus Salim: Sang Diplomat, Ulama dan Negarawan Sejati aktual.com/haji-agus-sali…

Mengapa Belanda tidak menangkapnya? Salah satu kemungkinan, lantaran gaya bahasa Agus Salim yang kritis dan tajam tetapi disampaikan secara halus dan cerdas.

Selain seni berdiplomasi, Ulama yang satu ini juga seorang Jurnalis pengelola surat kabar dan sangat produktif dalam menulis. Di harian Fadjar Asia, 29 November 1927 Agus Salim pernah menulis tentang polisi dan rakyat:

“Sikap polisi terhadap rakyat, istimewa keganasan dan kebuasan polisi dalam memeriksa orang yang kena dakwa atau yang hanya kena sangka-sangka rupanya belum berubah-ubah. Hampir tiap hari ada pesakitan di depan landraad yang mencabut “pengakuan” di depan polisi yang lahir bukan karena betul kejadian melainkan hanya karena kekerasan siksa.”

Uniknya KH Agus Salim mampu menguasai sembilan bahasa secara otodidak. Jef Last, wartawan dan aktivis sosialis Belanda pernah bertanya, mengapa putra Agus Salim (Islam Salim) begitu fasih berbahasa Inggris, padahal ia tidak belajar di sekolah? Agus Salim dengan enteng menjawab, “Apakah Anda pernah mendengar tentang sekolah tempat kuda belajar meringkik? Kuda-kuda tua meringkik sebelum anak-anak kuda ikut meringkik. Begitu pun saya, meringkik dalam bahasa Inggris dan putra saya Islam juga meringkik dalam bahasa Inggris

Memasuki era Perang Pasifik di Asia Timur Raya, terjadi perubahan besar di Hindia Belanda, termasuk kiprah para tokoh penting di balik perang diplomasi Belanda vs Indonesia. Disinilah peran Diplomasi Agus Salim mulai menonjol sebagai Diplomat yang mewakili Indonesia berdiplomasi baik dengan Negara lain maupun dengan Pemerintah Belanda.

Memasuki era kekalahan Belanda atas Jepang, tahun 1941 Pemerintah Hindia Belanda mengangkat Letnan Gubernur Jenderal Hubertus Van Mook, seorang indolog dan ahli politik, ekonomi kelahiran Semarang yang sangat memahami Indonesia di angkat sebagai Diplomat wakil dari Pemerintah Belanda untuk Indonesia

Tak tanggung-tanggung Pemerintah Belanda juga mengutus Van Der Plas, mantan gubernur Jawa Timur tahun 1920 yang merupakan seorang intelijen dan politikus yang ahli dalam bidang adu domba agar membantu Van Mook menjadi wakil Pemerintah Hindia Belanda untuk berdiplomasi dengan Tokoh-tokoh Pergerakan Nasional Indonesia.

Van Der Plas dikenal ahli dalam urusan memecah belah persatuan negeri ini. Van Der Plas inilah tokoh di balik negara-negara boneka, semacam negara pasundan, sumatera, Indonesia timur.

Meski yang dihadapinya adalah orang-orang ahli dalam bidang ketatanegaraan dan Intelijen namun tak menggoyahkan Ulama KH Agus Salim dalam mengemban misinya mewakili Indonesia dalam berbagai perundingan mengahadapi Belanda. Berpeci dan sarung, ia tak gentar menghadap Gubernur Jenderal Van Mook mewakili Indonesia.

antokarief @antokarief 20/08/2017 17:54:23 WIB
Pertemuan BK dan Haji Agus Salim di rumah pengasingan BK di Parapat, 1940. Foto: Tropenmuseum #coloring #bk #photoshop pic.twitter.com/6PeZpHMp6G
 Expand pic
 Expand pic
Budhi_FLV @budhi_fahlevi 21/08/2017 22:22:47 WIB
@antokarief @tukangpulas H. Agus salim tampak tenang dan kharismatik sekali. Sukarno seperti bersanding dengan guru atau begawan.
IG: dendoniii @dendoniii 14/04/2018 18:22:18 WIB
Tahukah min, siapa saja tokoh2 yg ada dalam foto ini mulai dr kanan? @potretlawas pic.twitter.com/QZAbfwbj7g
 Expand pic
Potret Lawas @potretlawas 14/04/2018 20:25:02 WIB
Potret masa pengasingan di Muntok, Bangka, April 1949. Dari kiri: M. Roem, ?, Hatta, BK, AG Pringgodigdo, H. Agus Salim, Ali Sastroamidjojo, Natsir. NB: Ini bukan foto Rengasdengklok seperti terindeks Google. @dendoniii @adicahyo_hendro @monalisadwutr twitter.com/dendoniii/stat…

Kisahnya difilmkan

Historia @historia_id 18/03/2018 13:18:44 WIB
Misi diplomasi Haji Agus Salim di Mesir difilmkan dengan judul "Moonrise Over Egypt". Dua sejarawan menyoroti pengerdilan dan penghilangan tiga tokoh penting: A.R. Baswedan, Sutan Sjahrir, dan Muso. historia.id/film/baswedan-…
Suma Han @musa_haroen 19/03/2018 15:15:52 WIB
@historia_id Film sejarah bisa menghilangkan peran tokoh tertentu atau mendramatisasi peristiwa karena ia beda dengan film dokumenter sejarah.
mamahnya anak anak @mamahima1412 20/03/2018 09:50:16 WIB
@historia_id Mungkin karena keterbatasan waktu dan masalah bagaima menghasilkan film komersil ...kadang kadang data sejarah di blurkan.
B Radio 95.6 FM @Bradio956FM 28/03/2018 19:01:00 WIB
Film Moonrise Over Egypt bercerita tentang perjuangan Haji Agus Salim, A.R. Baswedan, Nazir Pamoentjak, Muhammad Rasyidi dalam diplomasi pertama di Mesir yang dilakukan Republik Indonesia. Film sudah tayang di bioskop mulai 22 Maret 2018. #MoonriseOverEgypt pic.twitter.com/0vMImnfCji
 Expand pic
Moonrise Over Egypt @MoonriseEgypt 22/03/2018 14:13:11 WIB
Film Moonrise Over Egypt bercerita tentang perjuangan Haji Agus Salim, A.R. Baswedan, Nazir Pamoentjak, Muhammad Rasyidi, dalam diplomasi pertama di Mesir yang dilakukan Republik Indonesia. Film ini tayang di bioskop mulai hari ini 22 Maret 2018. #MoonriseOverEgypt #HAgusSalim pic.twitter.com/rkw0X5XJNn

Bookmarked tags

No tags
Login and hide ads.