RESPON CEPAT TENTANG KELANGKAAN PREMIUM DENGAN MEREVISI 2 PERATURAN| By @PartaiSocmed

Ada beberapa perubahan hebat yg terjadi dlm revisi Perpres dan Permen tersebut. Aturan main akan lebih fair bagi masyarakat umum sbg konsumen dan pihak swasta sbg kompetitor Pertamina. Semoga dgn revisi ini akan terjadi persaingan sehat yg menguntungkan masyarakat
BBM perpres Jokowi Premium permen revisi
2403 View 0 comments
Add to Favorite
0
Login and hide ads.
PS @PartaiSocmed 16/04/2018 09:39:58 WIB
Alhamdulillah, Pemerintah sangat cepat merespon kasus kelangkaan premium dengan merevisi dua peraturan, yaitu: Perpres No 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM serta Permen ESDM No 39 Tahun 2014 tentang Perhitungan Harga Jual eceran BBM
PS @PartaiSocmed 16/04/2018 09:47:05 WIB
Ada beberapa perubahan hebat yg terjadi dlm revisi Perpres dan Permen tersebut. Aturan main akan lebih fair bagi masyarakat umum sbg konsumen dan pihak swasta sbg kompetitor Pertamina. Semoga dgn revisi ini akan terjadi persaingan sehat yg menguntungkan masyarakat
PS @PartaiSocmed 16/04/2018 09:52:36 WIB
Apa saja perubahan yg terjadi pada Perpres dan Permen tersebut? Pada dasarnya ada dua poin mendasar yg berubah, yaitu:
PS @PartaiSocmed 16/04/2018 09:59:36 WIB
Pada revisi Perpres Nomor 191 tahun 2014 poin terpenting yg diubah adalah penugasan penyaluran PREMIUM kepada Pertamina adalah untuk seluruh wilayah Indonesia. Jadi tidak terbatas diluar wilayah Jamali (Jawa, Madura, Bali) saja. pic.twitter.com/kOYzYT6iEL
 Expand pic
PS @PartaiSocmed 16/04/2018 10:07:02 WIB
Ini mendasar karena selama ini Pertamina selalu berdalih bahwa di pulau Jawa, Madura dan Bali mereka tidak wajib menyediakan premium dgn mengacu pada perpres tsb, meskipun faktanya di luar jamali pun Pertamina juga melakukan aksi pengurangan premium..
PS @PartaiSocmed 16/04/2018 10:09:11 WIB
Maka dengan revisi Perpres ini Pertamina WAJIB menyediakan premium di semua SPBU seluruh Indonesia tanpa bisa menyalahkan Pemerintah lagi.
PS @PartaiSocmed 16/04/2018 10:20:34 WIB
Sedangkan pada Permen ESDM Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perhitungan Harga Jual eceran BBM, perubahan yg mendasar adalah dihapuskannya batas harga bawah untuk untuk BBM jenis umum, yg sebelumnya dipatok sebesar 5%
PS @PartaiSocmed 16/04/2018 10:26:13 WIB
Saat ini Pertamina menikmati proteksi Pemerintah dari persaingan usaha dgn pihak swasta. Dengan adanya batas harga bawah tersebut otomatis SPBU swasta tidak boleh menjual BBM-nya lebih murah dibanding Pertamina. Monopoli regulasi inilah yg dinikmati Pertamina selama ini
PS @PartaiSocmed 16/04/2018 10:43:03 WIB
Nah, dengan revisi Permen ESDM no 39 tahun 2014 ini maka nantinya swasta dan Pertamina boleh bersaing murah2an harga sebab batas harga bawah yg melindungi Pertamina dari persaingan ini tidak berlaku lagi pic.twitter.com/HnrJNVd7FE
 Expand pic
PS @PartaiSocmed 16/04/2018 10:50:42 WIB
Memproteksi Pertamina dari persaingan terbukti justru merugikan konsumen. Jadi semangat menghapus aturan batas harga bawah ini adalah menciptakan persaingan sehat sehingga rakyat sebagai konsumen menjadi raja dan berhak memilih SPBU mana yg menawarkan harga paling murah
PS @PartaiSocmed 16/04/2018 10:55:19 WIB
Revisi Permen ini tergolong cukup progresif karena Pemerintah dalam membuat peraturan tidak lagi melihat apa yg menjadi kebutuhan BUMN tapi apa yg menjadi kebutuhan rakyat. Era memanjakan Pertamina dengan mengorbankan rakyat berakhir.
PS @PartaiSocmed 16/04/2018 10:58:29 WIB
Perubahan lain yg lumayan penting adalah jika Pertamina maupun swasta hendak menaikkan harga BBM umum, harus seizin Pemerintah. Sebelumnya bebas menaikkan sesuka mereka karena bukan termasuk BBM subsidi dan penugasan. Contohnya seperti kenaikan harga pertalite baru2 ini
PS @PartaiSocmed 16/04/2018 11:03:16 WIB
Secara umum semangat revisinya adalah: Pertamina dan swasta dibebaskan bersaing menjual BBM jenis Umum semurah2nya kepada masyarakat tapi tidak boleh menaikkan harga sesuka mereka. Sehingga potensi terjadinya kartel BBM diminimalisir.
PS @PartaiSocmed 16/04/2018 11:05:58 WIB
Demikian laporan siang ini. Terimakasih pak @jokowi atas respon cepatnya. Terimakasih juga kepada pak Jonan dan pak Arcandra yg memberikan solusi tepat sesuai masalah yg sesungguhnya. Jayalah Indonesia!
Collect tweets from around the world and make a story

Bookmarked tags

No tags
Login and hide ads.