Add to Favorite
0
Login and hide ads.
Story Public Policy 834 view 9 "Benarkah Pemerintah Berutang Untuk Kebutuhan Infrastruktur Semata?" by @Awemany Chirpified By @M4ngU5il BACA ~~> https://chirpstory.com/li/378814
MamaMia @amialuthfia 24/03/2018 17:38:44 WIB
Harusnya oum @awemany paham nih: Penjelasan Lengkap Sri Mulyani Soal Utang Indonesia yang Bikin Heboh detik.id/6T1Oas
URL detikfinance 3675 Penjelasan Lengkap Sri Mulyani Soal Utang Indonesia yang Bikin Heboh Di tengah polemik pembahasan utang pemerintah, menteri Keuangan Sri Mulyani akhirnya angkat bicara memberikan penjelasan lengkap soal utang pemerintah tersebut.
Pelan-pelan, Ardi! @awemany 24/03/2018 19:09:15 WIB
@amialuthfia Gue mah udah paham dari awal. Ngga terlalu masalahin besarnya hutang. Cek aja TL gue. Yg gue gugat itu narasi utang untuk infrastruktur. Ini yang ngga berdasar. Apalagi kalo yg dipikiran kita "hard" infrastruktur. SMI aja ngaku kok. Infrastruktur itu ngga semua belanja modal.
Pelan-pelan, Ardi! @awemany 24/03/2018 21:55:29 WIB
@amialuthfia Dari sini saja kamu ternyata salah pikir tentang apa yang dikerjakan Jokowi selama periode pertama ini. Masih mengira pada periode pertama ini kenaikan besarnya pada hard infrastruktur. Baca penjelasan SMI butir 3.
Pelan-pelan, Ardi! @awemany 25/03/2018 07:46:27 WIB
Susah. Kalian mau orang berhenti meributkan nominal (besarnya) utang. Tapi di sisi lain sibuk mengkampanyekan narasi Jokowi berhutang untuk infrastruktur. Kalau mau konsisten dengan pembelaan bu SMI ya ngga boleh keduanya. Jangan cuma mau narasi sendiri.
Pelan-pelan, Ardi! @awemany 25/03/2018 07:48:07 WIB
Anda lihat baik" pada aliena pertama butir 3 ini. Jelas SMI menyebut "Orang yang membandingkan nominal utang dengan...bahkan dengan BELANJA INFRASTRUKTUR juga kurang memahami...".  Kata lainnya kalau membandingkan/ menghubungkan ya ngga paham. pic.twitter.com/IcFqAT5SQy
 Expand pic
 Expand pic
Pelan-pelan, Ardi! @awemany 25/03/2018 07:48:46 WIB
Karena memang itu tidak benar. SMI sendiri mengakui. 1) Belanja modal (hard infrastruktur) itu bukan cuma pemerintah pusat. (Jadi kalo persentasenya turun bisa jadi karena pemerintah daerah). 2) belanja infrastuktur itu ngga cuma belanja modal. Belanja barang juga.
Pelan-pelan, Ardi! @awemany 25/03/2018 07:50:54 WIB
Implisit dalam statement ini, SMI mengakui belanja modal atau hard infrastruktur dalam pemerintah Jokowi itu ngga istimewa. Wong memang persentasenya sudah saya hitung turun dibanding jaman SBY (untuk pempusnya). 18% SBY. 14% Jokowi.
Pelan-pelan, Ardi! @awemany 25/03/2018 07:53:11 WIB
Yang meningkat soal infrastruktur itu adalah belanja "barang". Ini yang disebut SMI sebagai soft infrastruktur. Bebas. Tapi ya jangan bayangkan tentang jalan, jembatan, bandara, sarana telekomunikasi, dan sebangsanya. Itu cuma narasi. Bukan realitas anggaran.
Pelan-pelan, Ardi! @awemany 25/03/2018 08:01:07 WIB
Selain itu, saya ingin anda untuk melihat betapa piawainya SMI mengalihkan fokus. Saya harus kasih tepuk tangan.  Ada hal yg ingin saya soroti. Pertama, pembandingan asset dengan hutang dengan insinuasi berhutang itu bisa nambah asset (lihat paragraph terakhir di butir 2). Lha? pic.twitter.com/SzIcCQZykZ
 Expand pic
Pelan-pelan, Ardi! @awemany 25/03/2018 08:02:10 WIB
Asset itu dapatnya dari belanja modal. Atau paling banter hibah yg jumlahnya ngga seberapa itu. Yang lain itu ngga boleh dihitung asset. Lha porsinya turun kok, malah mau dibangga"in. Duh!
Pelan-pelan, Ardi! @awemany 25/03/2018 08:03:13 WIB
Lagi pula, asset" itu bukan rujukan penting dalam kredibilitas negara buat ngutang. Surat utang negara itu ngga ada agunannya. Ngapain ngomongin juga asset?
Pelan-pelan, Ardi! @awemany 25/03/2018 08:04:13 WIB
Kedua, soal penurunan defisit kesetimbangan primer (pendapatan - belanja yg bukan bayar bunga). Bandingi dulu persentasenya Jokowi yg udah turun itu (2018) dengan SBY. Ya masih gedean Jokowi. SBY defisit 54T dari total APBN 1667 T. Jokowi 87 T dari 2220 T. Itung ndiri.
Pelan-pelan, Ardi! @awemany 25/03/2018 08:04:43 WIB
Defisit kesetimbangan primer ini dikendalikan dengan berupaya meningkatkan pendapatan dan mengurangi belanja. SMI terpaksa pakai yg kedua. Karena apa? Karena ngga mampu mempertahankan tax-PDB rationya SBY.
Pelan-pelan, Ardi! @awemany 25/03/2018 08:05:27 WIB
Ketiga, soal penurunan defisit total. Sederhananya defisit total ini adalah defisit karena yg primer + defisit karena keperluan bayar utang.
Pelan-pelan, Ardi! @awemany 25/03/2018 08:06:00 WIB
Jokowi tahun 2018 , defisit primernya 87 T dan totalnya 326 T. Berarti yg karena utang 239 T (73%). SBY tahun 2014, total defisitnya 175 T. Berarti yg karena utang 121 T (69%). Kebayang ngga makin gedenya defisit yg karena hutang di jaman Jokowi?
Pelan-pelan, Ardi! @awemany 25/03/2018 08:06:34 WIB
Jangan salah paham. Saya ngga anti hutang. Bahkan saya setuju dengan SMI tentang kondisi obyektif hutang kita. Masih terkendali. Saya cuma sebal dengan narasi Jokowi berhutang untuk hard infrastruktur. Ngga ada realitasnya.
Pelan-pelan, Ardi! @awemany 25/03/2018 08:07:16 WIB
Pertama, utang itu ngga ada ear marknya. Semua masuk ke APBN. Dari sana dialokasikan. Kedua, pada infrastruktur yang porsinya membesar itu ternyata bukan belanja modal. Tapi belanja barang. Bahkan SMI ngga bisa bantah untuk ini. Fact.
Pelan-pelan, Ardi! @awemany 25/03/2018 08:08:06 WIB
Yang bakal kita lanjutkan diskusinya, kalo beneran mau, ya seberapa produktifitas dari belanja barang infrastruktur itu? Balik" ya bakal ke multiplier effect terhadap PDB. Lha kalo growth PDB nya aja melambat, situ mau bela pakai apa?
Pelan-pelan, Ardi! @awemany 25/03/2018 08:11:26 WIB
Bua ha ha. Hari minggu pagi, gue udah kultwit soal ekonomi. Emang udah mesti nyari pacar nih. :p
Pelan-pelan, Ardi! @awemany 26/03/2018 08:33:29 WIB
Jadi oposisi itu musti membayangkan dirinya jadi pemerintah. Membayangkan opsi yang lebih baik. Bukan sekedar tembak sana sini. Bisa" nanti menjilat ludah. Apakah pelajaran dari PDIP/Jokowi kurang soal jilat ludah?
Pelan-pelan, Ardi! @awemany 26/03/2018 08:34:09 WIB
Narasi anti utang atau osang aseng itu cuma mainan di level emosional. Memahami kedaulatan dalam arti yang sangat sempit.  Jangan" karena memang ngga punya alternatif. Waktu nanti kuasa bakal utang lebih banyak. Kayak PDIP/Jokowi lah.
Pelan-pelan, Ardi! @awemany 26/03/2018 08:34:48 WIB
Mereka yang pinter tahu, ini bukan soal nominal utang yang 4000 T lebih itu. Ini soal berutang yang tidak membawa manfaat. Fokus di sana.
Load Remaining (4)
Collect tweets from around the world and make a story

Bookmarked tags

No tags
Login and hide ads.