AS Tembakkan 100 Rudal, Mayoritas Rontok Dicegat Suriah

Mayoritas peluru kendali yang ditembakkan oleh AS, Inggris dan Prancis berhasil dirontokkan oleh sistem pertahanan udara Suriah.
AS mancanegara suriah berita international
0

Koran Sulindo – Mayoritas peluru kendali yang ditembakkan oleh AS, Inggris dan Prancis berhasil dirontokkan oleh sistem pertahanan udara Suriah.

Kementerian Pertahanan Rusia menyebut unit-unit pertahanan udara Suriah tidak terlibat dalan pencegahan itu.

Jet-jet tempur dan kapal perang AS dan sekutunya meluncurkan lebih dari 100 rudal jelajah mengincar berbagai fasilitas sipil dan militer Suriah.

Selain dilakukan oleh kapal-kapal perang AS di Laut Merah, serangan juga dilancarkan oleh pesawat pembom taktis seperi B-Lancer yang berpangkalan al-Tanf di Homs.

Di antara sasaran yang menjadi target serangan adalah Bandara Udara Al-Dumayr 40 km sebelah timur laut Damaskus.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut bandara itu dihujani oleh 12 rudal yang semuannya bisa dirontokkan sistem pertahanan rudal Suriah.

Baca juga:

Naik Tensi, Rusia dan AS Siap Perang di Suriah
Lagu Lama, Serangan Kimia Jadi Dalih Intervensi di Suriah
4 Skenario Serangan AS ke Suriah
Rusia mengklaim sejauh ini serangan itu tak menyasar zona pertahanan udara Rusia yang melindungi fasilitas di pangkalan laut mereka di Tartus dan Pangkalan Udara Khmeimim.

AS, Inggris dan Prancis meluncurkan serangan terhadap Suriah sebagai respon atas dugaan serangan kimia di Douma, 10 kilometer dari Damaskus.

Serangan dilakukan sebelum tim penyelidik dari Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia (OPCW) dijadwalkan mencapai Douma dan bertugas menentukan apakah serangan kimia itu memang benar-benar terjadi.

Menanggapi serangan pada Suriah tersebut, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menegaskan bahwa semua negara wajib ‘bertindak konsisten’ sesuai dengan Piagam PBB.

“Ada kewajiban ketika berurusan dengan masalah perdamaian dan keamanan dan bertindak secara konsisten sesuai Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan dengan hukum internasional pada umumnya.”(TGU)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.