0
Effendi @eae18
Saya di-BAP karena kritik Jokowi dan Menag. Nanti deh saya berbagi. Twitter saya dipantau terus per kicauan. Saya sudah berserah diri jika kritik-kritik saya membuat saya diberhentikan. Silakan saja. Allah Maha Hadir. pic.twitter.com/c26JBm7Qr6
Expand pic
Effendi @eae18
1. Pegawai harus jujur. Justru poin jujur inilah yang saya persoalkan. Kalau saya gak jujur, untuk apa saya hidup? Kalau hanya jadi pegawai, terus saya harus berbohong dan mingkem ketika kezaliman merajelala, berarti saya sudah jadi mayat.
Effendi @eae18
2. Banyak pejabat yang bohong, banyak yang menjilat tapi didiamkan dan tak diperiksa. Apakah kita mau memelihara kebohongan dan merawat sikap menjilat? Apakah kita akan membangun bangsa ini dengan cara berbohong dan dengan pasukan penjilat? twitter.com/eae18/status/9…
Effendi @eae18
3. Apa yang salah terkait kicauan saya bahwa Jokowi memang tak bisa ngaji? Memang tak bisa ngaji. Apakah pantas seorang pemimpin yang mayoritas dihuni umat Islam, tak bisa ngaji? Ini fakta. Di mana kesalahan teks saya? Teks saya punya konteks. Konteksnya JKW tak bisa ngaji.
Effendi @eae18
4. Apakah semua ASN harus jadi Jokower? Dari mana logikanya? Dalam situasi saat ini, apakah pikiran harus diseragamkan? Apakah pilihan pribadi harus dipaketkan? twitter.com/eae18/status/9…
Effendi @eae18
5. Ada ASN yang tak masuk bertahun-tahun tapi tak dikenakan sanski apapun. Kenapa? Karena dia Jokowers tulen. Intelektual cebong. Kenapa saya dipersoalkan hanya karena sering telat masuk. Ini amat diskriminatif.
Effendi @eae18
6. Silakan kalian mau berbuat apa. Kalian memasok data ke akun anonim tentang saya, bebas. Terus saya disuruh mingkem gak boleh lakukan kritik. Haduh. So, ada intelektual cebong yang share surat terbuka fitnah rektor, didiamkan. Kenapa? Karena Jokowers? Bersikaplah yang fair. twitter.com/eae18/status/9…
Effendi @eae18
7. Tandang ke gelanggang walau seorang. Tapaki sejarah dengan langkah istiqomah. Tak akan gentar menghadapi bara hidup.
Effendi @eae18
Saya senang sekali ketemu Mas Rojikin Itjen @Kemenag_RI. Satu daerah. Satu sekolah. Orangnya arif. Kakak kelas saya. Dia kenal almarhum ayah saya. Dia yang selalu ngadem-ngademin saya ketika saya marah. "Sabar Mas Edy, sabar." Maturnuwun Mas.
Effendi @eae18
Harus diperbanyak orang seperti Mas Rojikin di Itjen @Kemenag_RI. Punya wawasan. Bicaranya terstruktur. Pernah ngajar di Ushuludin, UIN Jakarta. twitter.com/eae18/status/9…
Effendi @eae18
Saya sarankan Itjen @Kemenag_RI harus diperbanyak orang seperti Mas Rojikin. Saya yakin dia akan membawa aura positif untuk menemani Kumendan Irjen Baru Nurkholis Setiawan. Ini bukan karena Mas Rojikin satu daerah dan satu sekolah. Tapi pembawaannya yang kalem, cukup bagus.
Effendi @eae18
Silakan kalian awasi kicauan saya terus. Silakan berbuat apa saja. Yang pasti kritik itu tak dilarang dalam alam demokrasi ini. Kritik itu ada peranti. Ada argumen. Ada data.
Effendi @eae18
Aktivitas hari ini lumayan menguras energi. Usai diBAP, saya presentasi soal "Eksplorasi Media, Antara Bahasa Sastra dan Bahasa Agama". Pas kelar, saya mendengar Prof Dr Sri-Edi Swasono. Prof Sri kritik berbagai kebijakan Jokowi. Kritik yang amat pedasssssssss. pic.twitter.com/DyAIA8Lrqk
Expand pic
Effendi @eae18
Ada kezaliman di depan mata, terus kita disuruh mingkem? Masya Allah. Nalar sebagai manusia di mana?
Effendi @eae18
Hidup hanya sekali. Ada kehidupan lain yang harus dijalani. Kehidupan abadi. Jika hidup sekali hanya dihibahkan hanya untuk mengembik, menjilat, mengekor, untuk apa hidup?
Effendi @eae18
Terima kasih pada para mahasiswa FAH yang membuat gerakan #KamiBersamaEdy. Terima kasih sekali. Mereka melakukan gerakan pasang semboyan ini πŸ‘‡πŸ‘‡ di akun IG mereka. Terima kasih juga yang sudah membuat BC dan tersebar ke berbagai WAG. Terima kasih juga ke para sahabat di twitter. pic.twitter.com/Duzzk44klO
Expand pic
Effendi @eae18
Kalau kritik presiden, menteri, dilarang karena alasan etika kepegawaian, itu jelas keliru. Ada etika sebagai manusia yang harus disandang; kejujuran. Jujur berpendapat. Saluran pendapat banyak segmen. Tak bisa dibatasi hanya satu variabel saja. pic.twitter.com/pMUec1M00O
Expand pic
Effendi @eae18
Presiden baru, para menteri baru. Buang jauh-jauh menteri yang anti kritik pic.twitter.com/qsIrym8aYb
Expand pic
Effendi @eae18
Insya Allah saya paham permainan di medsos. Paham jebakan-jebakan juga. Ada yang seolah-olah mendukung, memuja-muja kicauan kita, padahal orientasinya menjerumuskan. Tapi ada yang memang tulus. Tanpa pretensi. Hati-hati saja. Tahun politik penuh intrik. pic.twitter.com/A4yXD4xlIH
Expand pic
Effendi @eae18
Kepada anak-anakku, keberanian memilih jalan hidup Itu penting. Jangan pernah ragu.
Effendi @eae18
Minimal, saya telah mengajarkan kepada anak-anak saya, bagaimana bersikap jujur. Apa adanya. Tanpa beban. Jangan mau jadi budak-budak kekuasaan. Bekerja seperti robot.
Effendi @eae18
Biar dibilang Islam moderat, dari menteri sampai politikus, bela Sukma. Sukma sendiri mengakui puisi yang ditulisnya tak punya sukma. Tahu apa tentang puisi? Tahu apa tentang sajak?
Effendi @eae18
Apakah kalau saya kritik Menag @lukmansaifuddin terkait pernyataan puisi Sukmawati, dianggap melawan atasan? Terus nanti diperiksa Itjen lagi? Puisi ini dunia saya. Saya menulis puisi dan esai puisi di media. Sebagian besar esai saya di Kompas terkait soal puisi.
Effendi @eae18
Pernyataan-pernyataan Pak @jokowi ketika menanggapi isu-isu yang bertebaran, terlihat tak punya bobot sebagai presiden. Salah satu contohnya, pernyataan terkait kaos #GantiPresiden2019. Ingin melucu tapi tak lucu. #diBAPlagiDeh
Load Remaining (11)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.