0
Bitte langsam, Awe! @awemany
Ahelah! Katanya mau ngedeketin kubu muslim. Gimana bisa wong kehendak Tuhan aja cuma diitung jadi nomer dua. Ngga takut kena serangan jantung kayaknya. :p pic.twitter.com/WPMAd8Yr1B
Prastowo Yustinus @prastow
Demokrasi itu sistem sekular. Sudah benar bahwa kehendak rakyat itu yang utama. Bahwa ada yg mengasalkan pada kehendak Tuhan, ya sah juga. Tidak perlu dipertentangkan sih kalau menurut Habermas. twitter.com/awemany/status…
Prastowo Yustinus @prastow
@awemany Orang model gini kekurangan bahan, lalu nyepin hal yang tak semestinya dipertentangkan. Ngakunya terpelajar. Lalu akan tetap ngeyel bilang orang lain menyalahpahaminya? Sad!
Bitte langsam, Awe! @awemany
@prastow Bua ha ha. Yg mempertentangkan itu siapa? Ini cuma memperlihatkan ada yg ngga sinkron antara keinginan dan cara menyusun kata. Kalo ngga pengen ngedeketin kubu islam sih kalimat Jokowi ngga ada salahnya. :)
Bitte langsam, Awe! @awemany
@prastow Orang model anda lebih ngga punya bahan lagi dong? Menafsirkan twit orang sesukanya. Udah gitu salah lagi tafsirannya. Udallah mas, ngomong pajak aja. Saya dengerin. :)
Prastowo Yustinus @prastow
@awemany Teks itu bebas ditafsirkan. Konsekuensinya ya Anda bilang disalahtafsirkan. Author is dead. Itulah hukum besi medsos. Bukannya Anda jg sdg mencoba menafsirkan pidato Jokowi? Saya pernah belajar hermeneutika secara formal oum....
Prastowo Yustinus @prastow
@awemany Membatasi hak berpendapat saya terbatas pada pajak itu kesewenang-wenangan. Tanpa perlu menguasai ilmu hermeneutika tingkat tinggi, saya pun bisa menangkap pernyataan Anda bermasalah karena insinuatif.
Prastowo Yustinus @prastow
@awemany @SoundOfYogi Begini. Siapa dan berapa orang yg mengganggap itu persoalan besar? Saya malah percaya mayoritas Muslim Indonesia sangat paham relasi demokrasi dan Islam, shg tak perlu berspekulasi lebih jauh soal ini. Anda yg menyulut api....
Bitte langsam, Awe! @awemany
@prastow Bua ha ha. Seperti kata RG, pernah belajar itu ngga sama dengan memakai pelajarannya untuk berfikir. Saya mau ngomong apa? Menghubungkan text dengan konteks dalam twit saya aja situ gagal. Ya udahlah. :)
Prastowo Yustinus @prastow
@awemany @SoundOfYogi Nah...ini Anda yang main tafsir serampangan, lalu menganggap penafsirannya paling otoritatif, nggak terbuka didiskusikan. Coba, otoritas apa yang membuat saya kudu percaya pada penafsiran Anda? “Text without context is pretext”. Prinsip ini Anda nggak paham.
Prastowo Yustinus @prastow
@awemany @SoundOfYogi Nah, ini ngawur. Seolah semua penganut agama itu fatalis. Diskursus antara free will vs predestinasi itu sdh tua banget. Baik di Kristen maupun Islam. Jangan lantas direduksi dalam satu pemahaman yang dangkal dong. ;)
Prastowo Yustinus @prastow
@awemany Di mana gagalnya? Justru dalam hermeneutika, endapan2 makna itu ditemukan dalam gerak sejarah. Diverifikasi dalam tindakan yang ajeg. Apakah gesture Jokowi sblm pernyataan ini menunjukkan dia pro atau anti Islam? Itu konteks.
Prastowo Yustinus @prastow
@awemany Lalu kalau RG keduanya gitu: belajar dan berpikir? Kriterianya apa son? Kita buka saja apa yang pernah kita tulis soal hermeneutika, supaya jelas? Saya punya lebih dari 50 artikel terpublikasi yang basisnya hermeneutika.
Prastowo Yustinus @prastow
Jelek2 gini saya salah satu dari sedikit pembaca serius dan penafsir dokumen2 Konsili Vatikan II di Indonesia, yang genre maupun hermeneutikanya tidak mudah dipahami. Ada “hermeneutic of rupture” vs “hermeneutic of continuity” @awemany
Prastowo Yustinus @prastow
Jadi amat konyol kalau @awemany membatasi kemampuan orang hanya dari apa yang dia ketahui. Saya tak mengaku sebagai orang pintar, tapi rasanya nggak bodoh2 amat soal hermeneutika dan semiotika.
Bitte langsam, Awe! @awemany
@prastow Bua ha ha. Siapa yg mau membatasi hak anda. Saya bilang kalo soal pajak dan area dekat" situ sih saya mau denger dan cerna. Sisanya mah cuma memperliharkan situ penjilat rezim. Malesin.
Prastowo Yustinus @prastow
@awemany @SoundOfYogi Jadi ini pamitan mau mlipir atau gimana? Selamat pagi oum Awe, semoga harimu bahagia :)
Prastowo Yustinus @prastow
@awemany Nah, mulai labelling kan? Di mana intellectual scepticism Anda selain hanya bisa melabeli? Mau diskusi soal hermeneutika ayo aja. Dari Wilhelm Dilthey sampai Richard Kearney dan Gianni Vattimo?
Bitte langsam, Awe! @awemany
@prastow @SoundOfYogi Anda ngga percaya penafsiran saya itu masalah yang berbeda. Yg keliru itu saat anda menafsirkan saya mempertentangkan suara Tuhan vs suara Rakyat. Salah tafsir. Konteksnya jelas kok di twit saya. Persoalan mendekati kubu islam. Duh!
Bitte langsam, Awe! @awemany
@prastow @SoundOfYogi Di sini aja anda gagal membedakan antara penganut agama dengan orang yg menjadikan agama sebagai identitas sosialnya. Gimana saya mau bilang anda menggunakan pelajarannya untuk berfikir? :p
Prastowo Yustinus @prastow
Kritik (atau nyinyiran) @awemany soal pidato Jokowi ini justru menunjukkan ketidakpahamannya atas sejarah panjang pendiri Republik yang mendiskursuskan Islam dan demokrasi dengan sangat baik dan mendalam. Tak musti sepakat, tapi ketidaksetujuannya sangat terpelajar dan terhormat.
Prastowo Yustinus @prastow
@awemany @SoundOfYogi Dan Anda, dg pembacaan serampangan yang dipaksakan otoritatif itu, justru memperuncing dikotomi yang irisannya seharusnya mulai diperjelas. Bagaimana agama dan demokrasi dipercakapkan, bukan dipertentangkan.
Prastowo Yustinus @prastow
@awemany @SoundOfYogi Pernyataan yang masih membutuhkan penjelasan2 tambahan adalah pernyataan yang kurang bagus. Nah, silakan diperjelas dulu deh apa maksud dan maunya.
Bitte langsam, Awe! @awemany
@prastow Hadeuh. Ini bukan soal gesture Jokowi per se. Ini soal opini yg berkembang. Banyak diinsinuasikan Jokowi jauh dari umat. Saya termasuk yg bilang ini keliru. Tapi sering kali yg keluar dari perilaku/ucapannya mudah untuk ditafsirkan begitu. Anda mau bilang opini ini ngga ada?
Load Remaining (55)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.