0
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro
1. Mengapa senang? Pertama karena ternyata objektivitas dan sportivitas masih ada.. permintaan maaf merupakan indikator objektivitas dan sportivitas.. @gusmusgusmu @ganjarpranowo #NderekGusmus
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro
2. Kedua karena kiyai sepuh sekaliber @gusmusgusmu yang karya puisinya sempat dikatakan puisi orang dungu ternyata kental dengan otokritik. Hanya kesalahan tafsirlah kalau sampai dikatakan puisi orang dungu..@gusmusgusmu @ganjarpranowo
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro
3. Saya juga bangga bhw @gusmusgusmu sangat kalem dan tidak reaktif ketika ada reaksi keras yg cukup viral atas puisi tersebut. Sungguh pak yai adalah ulama NU tulen. @gusmusgusmu @ganjarpranowo #NderekGusmus
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro
4. Mungkin banyak yang tidak mengira kalau puisi itu ditulis oleh @gusmusgusmu pada jaman Soeharto berkuasa. Pada saat itu ruang kebebasan berbicara dan kebebasan berpendapat sangatlah sempit. Tapi toh @gusmusgusmu tetap mampu menyampaikan kritiknya.. #NderekGusMus
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro
5. Saya juga salut kepada bapak @ganjarpranowo yang tetap sabar menerima berbagai tudingan setelah membaca puisi tsb di depan publik. Mudah2an menjadi pelajaran berharga... @ganjarpranowo #NderekGusMus
Khairil Anwar Notodiputro @kh_notodiputro
6. Semoga pak yai @gusmusgusmu selalu dikaruniai sehat wal afiat dalam lindungan Allah SWT.. semoga pula pak @ganjarpranowo tetap sabar, amanah dan makin sukses dengan karya-karya besarnya untuk bangsa dan negara di masa depan... Tabiiiiiik....!!!

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.