0
RBTH Indonesia @RBTHIndonesia
Tahukah Anda hubungan negara kita sangat dekat? Dulu, saat Presiden Sukarno adalah sahabat akrab Khrushchev, kami meninabobokan anak-anak kami dengan lagu ini, menceritakan keindahan Indonesia pada anak-anak kami. pic.twitter.com/v1qb33tCdS
RBTH Indonesia @RBTHIndonesia
Lagu “Rayuan Pulau Kelapa” ternyata sangat populer di seluruh Uni Soviet pada era 1950 – 1960-an. Lagu ini kerap dianggap sebagai bukti nyata eratnya persahabatan Indonesia dan Uni Soviet pada masa lalu.
RBTH Indonesia @RBTHIndonesia
Semua ini bermula ketika Presiden RI Sukarno dan Pemimpin Uni Soviet Nikita Khrushchev menjadi sahabat karib pada tahun ‘50-an.
RBTH Indonesia @RBTHIndonesia
Karena persahabatan kedua pemimpin ini, pemerintah Soviet kemudian meminta Pusat Studio Film Dokumenter (TsSDF) untuk membuat dokumenter mengenai Indonesia.
RBTH Indonesia @RBTHIndonesia
Lagu yang dipilih menjadi lagu tema dalam dokumenter yang dirilis pada 1957 ini adalah “Rayuan Pulau Kelapa” karya komponis legendaris Indonesia Ismail Marzuki (1914 – 1958).
RBTH Indonesia @RBTHIndonesia
Lagu yang diciptakan tepat setahun sebelum kemerdekaan bangsa Indonesia ini dialihbahasakan ke bahasa Rusia oleh Vladimir Korchagin yang merupakan seorang editor di TsSDF dan diaransemen oleh komponis Uni Soviet Vitaly Geviksman.
RBTH Indonesia @RBTHIndonesia
Lagu “Pesnya Ostrova Palm” dipopulerkan oleh Maya Golovnya, penyanyi ternama Uni Soviet dan Rusia yang pada Juli lalu genap berusia 90 tahun.
RBTH Indonesia @RBTHIndonesia
Versi bahasa Rusia “Rayuan Pulau Kelapa” sama sekali tidak mengubah lirik asli lagu ini yang bercerita tentang keindahan alam Indonesia, seperti flora, kepulauan, dan pantainya. #IndonesiaSahabatRusia
RBTH Indonesia @RBTHIndonesia
Apakah cuma lagu "Rayuan Pulau Kelapa" yang diterjemahkan ke bahasa Rusia? Ada lagi! Maya Golovnya ternyata turut mempopulerkan salah satu lagu Gesang di Negeri Beruang Merah. pic.twitter.com/zgVkjn7kD1
RBTH Indonesia @RBTHIndonesia
Ada yang bisa tebak ini dari lagu apa? Penggemar musik kroncong pasti bisa menebak. Inilah lagu “Saputangan” karya maestro keroncong Indonesia ini juga dialihbahasakan ke dalam bahasa Rusia dengan judul “Platochek”.
RBTH Indonesia @RBTHIndonesia
Sama seperti lagu “Rayuan Pulau Kelapa”, lagu Gesang yang satu ini juga diaransemen oleh Vitaly Geviksman.
RBTH Indonesia @RBTHIndonesia
Lagu ini bercerita tentang sehelai saputangan yang menjadi satu-satunya barang kenangan milik seseorang yang ditinggalkan kekasihnya.
RBTH Indonesia @RBTHIndonesia
Menurut cerita penyanyi keroncong Sundari Soekotjo, yang sempat membuat video musik “Saputangan” bersama sang maestro lebih kurang sepuluh tahun lalu, Gesang masih menyimpan saputangan yang menjadi inspirasinya dalam membuat lagu itu. #IndonesiaSahabatRusia
RBTH Indonesia @RBTHIndonesia
Kalau yang satu ini pasti semua bisa menebaknya! Siapa yang tak kenal lagu asal Maluku ini? Hampir seluruh anak-anak di Indonesia pernah belajar menyanyikan lagu ini semasa mereka kecil dulu. pic.twitter.com/nw7yhm7vuY
RBTH Indonesia @RBTHIndonesia
Namun, siapa sangka bahwa lagu daerah ini ternyata juga punya “kembaran” dalam bahasa Rusia.
RBTH Indonesia @RBTHIndonesia
Lagu berirama riang yang menceritakan seorang anak yang takut dimarahi ibunya karena ketahuan berpacaran ini dinyanyikan pertama kali dalam bahasa Rusia oleh Yuri Yakushev (1943 – 2011).
RBTH Indonesia @RBTHIndonesia
Ia adalah seorang musikus dan sekaligus pengaransemen terkenal di Uni Soviet dan Rusia.
RBTH Indonesia @RBTHIndonesia
Namun demikian, lagu yang juga berjudul “Ayo Mama” dalam bahasa Rusia ini diaransemen oleh Vitaliy Geviksman. Sementara, lirik lagu diterjemahkan oleh penulis dan penerjemah Yuri Khazanov.
RBTH Indonesia @RBTHIndonesia
Pada dasarnya, lagu ini dibuat sebagai bujukan agar si anak tidak dimarahi ibunya. Si anak meminta ibunya maklum dengan sikapnya karena ia seorang remaja.
RBTH Indonesia @RBTHIndonesia
Jadi, jika Anda tengah belajar bahasa Rusia dan kebetulan menghadapi situasi yang serupa dengan apa yang dihadapi si anak pada lagu “Ayo Mama”, mungkin Anda bisa menyanyikan versi bahasa Rusia lagu ini untuk sang ibu. Siapa tahu, ibu Anda justru menjadi terkesan! 😊
RBTH Indonesia @RBTHIndonesia
Lihatlah penampilan grup musik Dobranotch dari Sankt Peterburg, Rusia, membawakan lagu Айо Мама (Ayo Mama) di Sinagoga Bolshaya Khoralnaya Sankt Peterburg pada Februari 2012 silam. #IndonesiaSahabatRusia pic.twitter.com/BCiE6kRNqz
RBTH Indonesia @RBTHIndonesia
Apa lagi ya? Masih ada lagi! Selain “Ayo Mama”, Yuri Yakushev juga menyanyikan satu lagu lain yang diterjemahkan dari lagu berbahasa Indonesia. pic.twitter.com/vMuzgbzA5u
RBTH Indonesia @RBTHIndonesia
Dalam versi asli, “Yesli Ty Ulybnyoshsya” berjudul “Apabila Kau Tersenyum”. Lagu ini diciptakan oleh Amin Usman dan dinyanyikan oleh penyanyi Indonesia era ‘50-an, Rien Hardjono.
RBTH Indonesia @RBTHIndonesia
Selain versi bahasa Indonesia yang dibawakan Rien Hardjono, ada pula versi yang dipopulerkan oleh aktor asal negeri jiran, P. Ramlee, dengan sedikit perbedaan pada lirik lagu.
RBTH Indonesia @RBTHIndonesia
Namun demikian, dalam arsip lagu-lagu Uni Soviet, “Yesli Ty Ulybnyoshsya” tercatat sebagai lagu yang diterjemahkan dari lagu ciptaan Amin Usman, bukan dari versi yang dipopulerkan P. Ramlee.
Load Remaining (25)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.