15
Sasi Kirana Sudibyo @sasisudibyo
Sebagai gadis Jawa yang ndheles, aku dan keluargaku meyakini perhitungan weton untuk menentukan hari baik, jam baik, dan tentu saja perhitungan jodoh.
Sasi Kirana Sudibyo @sasisudibyo
Jadi keluargaku punya seorang sesepuh yang kepadanya kami berguru dan belajar soal hidup dan kehidupan. Weton ini cuma satu dimensi diantaranya. Dia cuma alat bantu aja. Disusun berdasarkan ilmu titen rangorang jaman old. Titen/ niteni artinya kurang lebih memperhatikan.
Sasi Kirana Sudibyo @sasisudibyo
Memperhatikan apa? Memperhatikan pola. Ku nda akan jelasin detilnya pola apaan aja karena pola baju pun ku nda bisa buatnya kan. Skip aja kita ke perhitungan weton perkara jodoh~
Sasi Kirana Sudibyo @sasisudibyo
Seberapa penting perhitungan weton dalam keluargaku? Mungkin setelah agama, weton nomer duanya. Kalo itungannya jatuhnya terlarang, bisa buyarr semuanya~ 😂😂😂
Sasi Kirana Sudibyo @sasisudibyo
Mau ngga percaya, tapi Papa Mama udah ngalamin sendiri. Kakakku juga. Ada efeknya weton yang jatuhnya nggak bagus ke kehidupan pernikahan mereka. Since then, kalo ku lagi mau deket sama seseorang, kakakku selalu ngingetin: "Cek wetonnya, Dek".
Sasi Kirana Sudibyo @sasisudibyo
Jadi dulu Papa Mama kan nikah sebelum tau itung2an begini, jadi ya nikah aja karena cinta mati. Macem Teman Tapi Menikah gitulah. Temen ngeband jaman SMA, waktu itu sih sama2 punya pacar. Eh, jaman kuliah gataunya kosnya deketan. Pas ndilalah sama2 jomblo. Petrus lah!
Sasi Kirana Sudibyo @sasisudibyo
'Pacaran' sekitar setaun, akhirnya tunangan. Pacarannya pake tanda kutip, soalnya kalo jalan/nonton dikuntitin sama Ibu Bapaknya Mama. Jaman dulu belom ada gojek ndaa, stalkingnya naik becak!
Sasi Kirana Sudibyo @sasisudibyo
Setaun tunangan, akhirnya Papa Mama nikah. Tanpa itungan weton. Semata2 karena ortunya Papa tahu reputasi ortunya Mama. Jadi karena saling percaya aja kalau bibit bebet dan bobotnya sesuai, selain karena perjuangan Papa yang 'ohTuhan kujuga ingin diperjuangkan segitunya' 😍
Sasi Kirana Sudibyo @sasisudibyo
Belakangan, setelah dikasih tau itungannya, ternyata weton keduanya jatuhnya parah banget. "Iki tibo pati". Yang artinya, kalau pernikahan diteruskan, resikonya salah satu akan meninggal. Waktu itu usia Papa 35, Mama 32.
Sasi Kirana Sudibyo @sasisudibyo
Akhirnya Mama Papa menjalani serangkaian ritual yang bertujuan menyelamatkan nyawa mereka dan sekaligus juga mempertahankan pernikahannya. Kata sesepuh itu "Yaa... Lumayan lah kalau bisa dibalik" Lah? Apaannyaa yang dibalik?
Sasi Kirana Sudibyo @sasisudibyo
Umurnya. Ehgimana? Mama jadi 32 going 23 gitu? Orak to yaaaaa... Gondhes.
Sasi Kirana Sudibyo @sasisudibyo
Umurnya Papa ternyata. Papa meninggal di usia 53. 'Diagnosa' bahwa perhitungan weton ternyata tibo Pati itu waktu Papa umur 35.
Sasi Kirana Sudibyo @sasisudibyo
Itu pun dengan onak duri yang harus dialalui sepanjang pernikahan. Walaupun yaa... Pernikahan mana yang ngga ada durinya yakan~ Beliau berdua berhasil bertahan sampai maut yang akhirnya memisahkan.
Sasi Kirana Sudibyo @sasisudibyo
Mama cerita, "Satu malam, tiba2 Papa peluk mama kenceng banget. Nggak pernah sebelumnya dia peluk Mama sekenceng itu." Waktu itu Papa Mama udah paruh baya. "Papa bilang... 'Ma, kita akan bersama selamanya kan? Cuma maut yang bisa memisahkan kita'". He fulfilled his promise.
Sasi Kirana Sudibyo @sasisudibyo
Kalo kasusnya kakakku ini agak apes sih. Salah ngitung weton. Kakakku dan suaminya belajar di sesepuh yang sama padahal.
Sasi Kirana Sudibyo @sasisudibyo
Jadi awalnya si suaminya kakakku ini mau dicomblangin sama sepupuku. Eh, kecantolnya sama kakakku. Pas diitung wetonnya, pertamanya oke aja. SIM keluar. Surat Ijin Menikah. Hhh~
Sasi Kirana Sudibyo @sasisudibyo
Eh lha, di tengah pernikahan, gatau deh ini gimana ceritanya tau2 pas sowan diitung ulang wetonnya mereka berdua. Jebul tibo pati juga.
Sasi Kirana Sudibyo @sasisudibyo
Kalo yang ini agak berat sih... Ada ritual yang kudu dilakuin setiap selapan sekali (35 hari jawa), sepanjang kehidupan pernikahan mereka. Dan nggak sedikit kejadian nyerempet maut yang dialami si suami. Termasuk cobaan2 melalui anak2 mereka.
Sasi Kirana Sudibyo @sasisudibyo
Masing2 ketidakcocokan hasil perhitungan weton solusinya beda2 sih... Ada yang cukup dilakuin sekali seumur hidup, ada yang harus setiap selapan sekali, ada yang dilakuin pas acara pernikahannya, tergantung kasusnya, walau misalnya, tibonya sama2 pati.
Sasi Kirana Sudibyo @sasisudibyo
Yaudin sekarang bahas itungannya yak buat yang pada kepo. Ada 7 'tibo' dari perhitungan Jawa versi sesepuhku ini. Karena bahkan itungan weton ini beda2 loh. Versiku bisa beda hasil sama versimu, walaupun sama Jawanya.
Sasi Kirana Sudibyo @sasisudibyo
Kalau sisanya 1: Tibo Pati Ini terberat konsekuensinya, nyawa taruhannya. Tapi secara metafisik, pati ini bukan hanya mati secara harfiah, bisa juga mati rejekinya atau mati cintanya. Kalau mati listriknya, mungkin lupa isi ulang token.
Sasi Kirana Sudibyo @sasisudibyo
Sisa 2: Tibo Jodho. Ini ideal. Tapi jangan kau tanyak mana yang jodoh sama kau ya dek. Kalo mau coba silakan aja itung berapa probabilitasnya ya. Ada 7 hari masehi dan 5 hari pasaran/Jawa. Hitunglah kombinasi dan permutasinya!
Sasi Kirana Sudibyo @sasisudibyo
Sisa 3: Tibo Padu. Ini dibolehkan, walaupun biasanya dalam kehidupan pernikahan bakalan sering berdebat. Mungkin kalo dua2nya anak Australasian Parliamentary Debate bisalah diusahakan yah. pic.twitter.com/pMdYJg0s2L
Sasi Kirana Sudibyo @sasisudibyo
Sisa 4: Tibo Pegat Ini juga larangan. Pegat is cerai. Ya resikonya bisa cerai, tapi seperti halnya tibo pati, bisa aja cerainya ini cerai hubungan2 yang lain, misalkan jadi slek sama sodaranya, tau cerai smaa kerjaannya.
Load Remaining (25)
Login and hide ads.