0
Arie @JawiDwipa
PERTANYAAN KU TERJAWAB KENAPA POHON DI BALI BANTENI? INI PENJELASANNYA SEMETON Part 1 Sering kali muncul pertanyaan "Pak/Bu Pohon-nya kenapa disembahyangi atau diikatkan kain warna Hitam & Putih(poleng)? Apakah ada Penunggunya ya, kok serem banget dan jd takut lewat sana" pic.twitter.com/Wfy69dwC63
Expand pic
Arie @JawiDwipa
Part 2 Nah sbg Orang Bali & tinggal di Bali, wajib hukumnya kita paham dan bs memberikan penjelasan yg benar,agar makna gambar diatas tdk multitafsir Kita kembali ke dasar falsafah/hakekat dr ajaran Hindu Bali adalah Tri Hita Karana, yg berasal dari kata tiga penyebab tciptanya. pic.twitter.com/8inBA78FXW
Expand pic
Arie @JawiDwipa
Part 3 kebahagiaan manusia. Terciptanya kebahagiaan manusia ini adalah adanya hubungan yg selaras antara Manusia dgn Tuhan, Manusia dgn Alam, serta sesama Manusia. Bagi pohon yg besar seperti beringin termasuk dlm kriteria hubungan Manusia dgn Alam, pic.twitter.com/GBHfHgnkiv
Expand pic
Arie @JawiDwipa
Part 4 dimana fungsi pohon adalah sbg penyaring udara dengan menghasilkan oksigen, sbg penyedia makanan bagi hewan herbivora, menjaga kesuburan tanah, serta menahan laju air dan erosi, dan menjadikan lingkungan lebih nyaman pic.twitter.com/V5LzNsoxAP
Expand pic
Arie @JawiDwipa
Part 5 Sedangkan kain Htam-Putih (poleng) dlm #BudayaBali merupakan simbol/expresi dari penghayatan Rwa Bhineda suatu konsep keseimbangan baik dan buruk. Jika kembali ke pertanyaan kenapa pohon besar diselimuti kain hitan putih & diberi sesajen, pic.twitter.com/5vKFTLO6Ps
Expand pic
Arie @JawiDwipa
Part 6 maka kita dapat mengambil kesimpulan5 bahwa hal tersebut adalah bentuk penghormatan Manusia kepada Alam sekitar dengan memperhatikan dampak baik buruknya perlakuan manusia terhadap alam dengan symbol pepohonan tersebut pic.twitter.com/POIsrBiUhi
Expand pic
Arie @JawiDwipa
Part 7 Apabila Alam dihancurkan dgn penebangan liar, akan mengakibatkan banjir, polusi, & kepunahan berbagai habitat didalamnya, & akan berdampak jg terhadap manusia itu sendiri, shg keseimbangan ini harus dijaga dg bentuk penghormatan, pic.twitter.com/KAADJ8BQEW
Expand pic
Arie @JawiDwipa
Part 8 serta diberikan symbol kain hitam putih pada pohon, dan juga pada benda benda tertentu. Demikianlah konsep dari tri hita karana yg sll di agung agungkan masyarakat Bali dlm menghadapi perkembangan globalisasi. pic.twitter.com/Y9mDQYtx16
Expand pic
Arie @JawiDwipa
Part 9 Mungkin saja dahulu masyarakat Bali menggampangkan jawaban dgn mengatakan ada penunggunya, dan tenget (angker) dgn tujuan agar manusia tdk merusak/ menebang pohon, shg kelestarian alam dpt terpelihara Saya kutip post Fanpage Denpasar info pic.twitter.com/L4GjzkOfuY
Expand pic

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.