Chirpstory will close the service later this year. At the end of September, you will not be able to post stories or comments.

Hindari Menuliskan "Level" Kemampuan Dalam Bentuk Skala/Bintang/Progress Bar: Berikut Hal-hal yang Hars Dihindari Dalam Menyusun CV untuk Melamar Kerja

buat teman-teman yang mau melamar kerja, tolong perhatikan poin-poin berikut ini
5
URL twitter.com Emil (@ecwx48) | Twitter The latest Tweets from Emil (@ecwx48). A stupid dream chaser, an engineer. Abangnya Nat. Pengen dukung kyla sampai dia bersinar seperti bintang. di hati neng pipi 1601
Emil @ecwx48

buat teman-teman yg mau melamar kerja, berikut hal-hal yang harus dihindari dalam menyusun CV. semoga bermanfaat.

06/04/2018 15:06:58 WIB
Emil @ecwx48

1. menulis terlalu sedikit info di CV. memang benar CV harus singkat dan terfokus, tapi menulis terlalu sedikit (dalam contoh ini hanya 4 baris) info di CV membuat kita terlihat tidak serius dalam mengajukan lamaran. apalagi kalau tidak ada info yg signifikan terhadap lowongan pic.twitter.com/55H3rmQbNA

06/04/2018 15:07:21 WIB
Expand pic
Emil @ecwx48

2. Tidak memuat informasi yg signifikan terhadap lowongan kerja yg dilamar. dalam contoh kasus ini, dia melamar sebagai programmer/software developer, tapi kemampuan IT yang dia sampaikan cuma "Teknologi Informasi" pic.twitter.com/0NA0A90vfm

06/04/2018 15:07:26 WIB
Expand pic
Emil @ecwx48

3. memasukkan skill yg ga relevan terhadap lowongan yg dilamar, apalagi kalau menunjukkan bahwa skill tersebut lebih tinggi dari skill yg justru relevan. dalam kasus ini, pelamar menyatakan dia lebih menguasai ms word daripada programming, padahal lowongannya adalah programmer. pic.twitter.com/tAYFAo8BEc

06/04/2018 15:07:38 WIB
Expand pic
Emil @ecwx48

4. Memuat terlalu banyak informasi yg tidak relevan. Hal ini akan membuat impact dari hal-hal yg relevan dengan lowongan tersebut jadi agak teredam. Hindari menggunakan satu CV untuk melamar segala jenis pekerjaan. Susun CV sesuai dgn masing2 lowongan.

06/04/2018 15:29:24 WIB
Emil @ecwx48

5. Membual. Percaya atau tidak, orang-orang yang sering membaca CV akan terbiasa "mencium" bualan. kalau kita ingin menunjukkan suatu kemampuan/prestasi yg memang hebat, usahakan dukung dgn data/portofolio/track record sehingga tidak disangka membual

06/04/2018 15:29:25 WIB
Emil @ecwx48

Ada masukan dari beberapa teman saya, dan sebetulnya saya rasakan sendiri juga, kalau bisa hindari menuliskan "level" kemampuan dalam bentuk skala/bintang/progress bar. informasi seperti itu kurang informatif. lebih baik jelaskan KPI tertentu atau bagian apa aja yg kita kuasai

06/04/2018 16:16:09 WIB
Emil @ecwx48

jadi misalkan kemampuan database, daripada menulis dalam bentuk bintang atau progres bar, lebih baik menulis: - basic CRUD queries - Joined (left, right, inner) queries and subqueries - ACID transactions - MySQL stored procedures - Query and Index optimization

06/04/2018 16:20:30 WIB
Emil @ecwx48

ini satu contoh kasus kenapa kita harus menghindari menulis terlalu banyak info yg ga relevan. seorang teman saya pernah "membuang" lamaran, yg sebetulnya cukup bagus, karena sang pelamar menulis pengalaman berorganisasi di suatu ormas yg kebetulan tidak disukai teman saya itu.

06/04/2018 15:33:30 WIB
Pitra @pitra

@ecwx48 mungkin tergantung dikirimnya ke siapa.. kalo misalnya PM yg nerima lamaran, sih ok.. tapi kalo yg nerima lamaran HRD di perusahaan besar, mungkin bingung jg kalo teknis ya?

06/04/2018 16:28:16 WIB
Emil @ecwx48

@pitra iya, memang harus custom disesuaikan dengan lowongan yang dituju, sih. 🙂

06/04/2018 16:35:58 WIB
Karl von Nizart @KVNizart

@ecwx48 Saya kalo nulis mampu Word itu plus info kemampuan memakai fiturnya: margin, spasi, reference, daftar isi, daftar pustaka. Terus ditambah mampu touch typing deh plus info wpm (words per minute). Kalo pake skala gitu rancu

06/04/2018 16:02:41 WIB
Emil @ecwx48

@KVNizart nah itu dia tren yang saya juga kurang suka,nulis kemampuan pake skala bintang atau progress bar gitu, ga informatif.

06/04/2018 16:05:54 WIB
Karl von Nizart @KVNizart

@ecwx48 Kalo utk kemampuan bahasa sih cukup info mana yg primer dan yg sekunder. Tambahan, skala di kemampuan berbasis aplikasi/software itu gak nunjukin bhw kita emang ahli, krn gak jelas ahlinya di hal apa terkait aplikasi/software itu

06/04/2018 16:10:23 WIB

Comment

No comments yet. Write yours!