0
ALy @amailtwit
1.Desain Stasiun Duri, lebih enak yang lama. Gak ribet lakukan transit antara Duri-Tangerang dengan Jatinegara-Bogor. Antara jalur Coklat dengan Jalur Kuning.
ALy @amailtwit
2.Stasiun Duri dirombak, karena ada kebutuhan akses kereta Bandara. Datang dari Manggarai, jika ingin menuju Bandara – harus mutar arah di Stasiun Duri.
ALy @amailtwit
3.Alhasil, jadilah Stasiun Duri sebagai stasiun transit kereta Bandara. Jumlah peron yang tadinya tiga, bertambah dua untuk fasilitasi kereta tersebut.
ALy @amailtwit
4.Masalah mulai muncul ketika Stasiun dirombak dan kereta Bandara beroperasi. Karena rute kereta Bandara masih menumpang akses kereta Duri-Tangerang, alhasil jumlah perjalanan kereta Duri-Tangerang dikurangi untuk berbagi waktu.
ALy @amailtwit
5.Jarak kedatangan kereta dari yang tadinya 15 menit sekali, menjadi 30 menit sekali. Kalau ketinggalan kereta, harus nunggu 30 menit lagi. bisnis.tempo.co/read/1076341/p…
ALy @amailtwit
6.Berapa banyak orang yang rela menunggu 30 menit ditengah jam sibuk? Tidakkah kondisi ini memengaruhi psikis penumpang Comuter Line untuk tergesa-gesa Setibanya di Duri – jika ingin lakukan transit?
ALy @amailtwit
7.Sebagai catatan, sebenarnya stasiun awal kereta Bandara tidak perlu dimulai dari Stasiun Manggarai. Cukup dari Batu Ceper – Bandara pun bisa.
ALy @amailtwit
8.Yang mau ke bandara naik kereta, bisa menumpang rute kereta Komuter regular. Transit di Stasiun Duri, lanjut ke jalur Coklat arah Tangerang, turun di Stasiun Batu Ceper.
ALy @amailtwit
9.Setibanya di Batu Ceper, tinggal naik Kereta Bandara. Tiba di Stasiun Bandara, tinggal transit lagi naik kereta Sky Train ke Terminal Pesawat yang dituju. Gak sulit kok.
ALy @amailtwit
10.Bila skema ini dilakukan, maka jarak kedatangan kereta, baik itu kereta Komuter regular maupun kereta Bandara bisa maksimal 15 menit sekali.
ALy @amailtwit
11.Bahkan kalau menuruti keinginan mantan dirut KAI, bisa jadi 3 menit sekali. tribunnews.com/metropolitan/2…
ALy @amailtwit
12.Disini, untuk mengoptimalkan jarak kedatangan kereta Duri-Tangerang seperti sedia kala, maka mau tidak mau jumlah perjalanan kereta Bandara rute Manggarai-Bandara harus mengalah.
ALy @amailtwit
13.Jadi anggap saja kereta Bandara punya dua rute. 1: Manggarai – Bandara (Jumlah perjalanan kereta dibatasi, misal tiap 30 menit sekali) 2: Batu Ceper – Bandara (Jumlah perjalanan kereta dipadatkan, misal tiap 10 menit sekali)
ALy @amailtwit
14.Jadi ada alternatif. Bisa win-win solution untuk semuanya. Yang mau cepat ke Bandara naik kereta, ambil saja rute Batu Ceper – Bandara.
ALy @amailtwit
15.Sementara itu, jumlah perjalanan kereta komuter line, khususnya jurusan Duri-Tangerang pun bisa optimal kembali. Anggaplah jadi 18 menit sekali.
ALy @amailtwit
16.Tapi oke. Infrastruktur stasiun penunjang kereta Bandara sudah terlanjur dibangun. Coba cari solusi lain.
ALy @amailtwit
17.Ulasan diatas baru memaparkan solusi mengenai operasional kereta Bandara – terkait waktu tempuh. Kini lanjut bahasan mengenai masalah dari perombakan desain Stasiun Duri.
ALy @amailtwit
18.Baca media massa akhir-akhir, rasanya ngilu sekali melihat nasib komuter di Stasiun Duri. Bayangkan. Tiap jam sibuk, jumlah penumpang berdesak-desakan semakin banyak setiap kereta datang. bisnis.tempo.co/read/1076318/r…
ALy @amailtwit
19.Hal ini tak lepas dari pengurangan jumlah perjalanan kereta, serta bertambahnya jumlah gerbong yang diangkut per-perjalanan.
ALy @amailtwit
20.Sudah itu, karena kondisi infrastruktur yang demikian, sesampainya di Stasiun Duri pun penumpang harus “akrobatik” menerjang keramaian agar bisa transit dengan efisien.
ALy @amailtwit
21.Kenapa bisa begitu? Karena posisi kereta jalur Kuning dan jalur Coklat semakin jauh. Sedangkan kebutuhan mayoritas komuter di Stasiun Duri adalah melakukan transit diantara kedua jalur tersebut. pic.twitter.com/QKRWpR2Xr6
Expand pic
ALy @amailtwit
22.Semisal pagi hari. Dari Tangerang (Coklat) mau ke arah Jatinegara/Manggarai/Bogor (Kuning), komuter harus naik-turun eskalator yang hanya tersedia satu pasang di setiap peron. pic.twitter.com/GWVQxf24Ac
Expand pic
ALy @amailtwit
23.Lewat jalan tapak langsung menyebrangi rel pun tidak mudah. Sering terhalang keberadaan kereta lainnya.
ALy @amailtwit
24.Misal dari peron lima ke peron dua/satu. Bila ingin menyebrangi rel, artinya lintasan rel di peron empat, tiga dan dua harus steril dari aktivitas kereta. Sulit.
ALy @amailtwit
25.Alhasil, mau tak mau penumpang satu kereta harus berjejalan melewati satu pasang eskalator tersebut. Itulah mengapa ada yang menamakan eskalator horor.
Load Remaining (12)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.