The Assembly (part 2)

Stella mengajak Sho mengubah tujuan 'kencan terencana' yang tadinya oleh orangtua mereka ditentukan di restoran. Kemana? (incompleted)
ss_taish Mamura Sho writing Eve Wishtella Seoul Story
0
lh. Azu, 강. @ss_biblee
ㅤㅤㅤㅤㅤDAILY PLOT ㅤㅤ “The Assembly Vol. 2” ー 21/03/2018 ー Adjusted time and place ー Seoul, South Korean ー Partnered with @ ss_taish pic.twitter.com/d7jOorh7xT
Expand pic
lh. Azu, 강. @ss_biblee
ㅡ 시작 ㅤㅤStella menatap gaun indah yang sudah disiapkan Anna. Menghela nafas dalam dalam sebelum akhirnya merebahkan tubuhnya di atas kasur. Entah apa yang akan terjadi dalam kencan yang diatur oleh kedua orang tua mereka, Stella berharap kejadiannya tidak seperti saat -
lh. Azu, 강. @ss_biblee
- mereka pertama bertemu. Bagaimana pun Stella ingin memperbaiki imejnya di hadapan keluarga Gong itu. ㅤㅤ‘Tapi apa aku harus menggunakan gaun ini? Bahkan pertemuan formal antar teman akan membosankan bila menggunakan gaun formal seperti ini.’ Begitu batin Stella. ㅤㅤIa me-
lh. Azu, 강. @ss_biblee
-nyalakan ponselnya, memilih untuk bersantai sebelum akhirnya kembali berpikir tentang hal itu. ㅤㅤJujur, akhir-akhir ini Harushan jarang mengadakan rapat karena insiden yang Stella buat. Tapi Ia yakin, ayah angkatnya sudah menyiapkan kondisi seperti ini. Jadi cepat atau -
lh. Azu, 강. @ss_biblee
- lambat masalah ini akan berakhir dan Harushan akan kembali berdiri. Ia hanya belum menemukan cara menjatuhkan Harushan sepenuhnya. ㅤㅤPikiran itu terus menjalar hingga otak bagian terdalam menurut Stella. Bagaimana pun, dendam tetaplah dendam menurut Stella.
lh. Azu, 강. @ss_biblee
ㅤㅤSekali lagi, Stella menghela nafasnya. Memikirkan apa yang bisa Ia lakukan agar Ia bisa kabur dari kencan yang formal itu. Jarinya yang berada di layar ponsel itu kini membuka akun Instagramnya. Sebenarnya akun itu hanya untuk men-stalk para kolega maupun teman Stella. -
lh. Azu, 강. @ss_biblee
- Dan secara tidak sengaja sebuah ide terselip dalam benak Stella. ㅤㅤStella membuka aplikasi berlogo kuning untuk menghubungi Gong Sang untuk mengkonfirmasikan idenya itu. ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ [ KKT ] To: @ss_taish • Kau bisa bermain basket, kan? Send. [ + @ss_taish ]
Sho @ss_taish
@ss_kmsowon "Daaaah Mamsho!" Gadis-gadis yang tadi mengikuti Sho keluar kelas melambaikan tangan padanya. Jadwal kelas perkuliahan di hari pertama semester musim semi itu sudah berakhir. Sho membalas lambaian mereka sambil tersenyum simpul, agak bersyukur akhirnya +
Sho @ss_taish
+ mereka berpisah jalan dengannya disini. Capek juga harus menyamakan lebar langkah dengan para gadis itu. "Mm. Kalian juga, hati-hati di jalan, ya..." "Habis ini kau mau 'date', ya?" Tanya salah satu gadis. Sho cuma menanggapinya dengan sebuah anggukan +
Sho @ss_taish
+ pelan, namun anggukan tersebut malah mendapat sorakan dari gadis-gadis itu. "Jangan sombong-sombong ya karena sudah punya pacar!" Sahut seorang gadis lainnya yang jadi bagian rombongan itu sebelum mereka akhirnya berlalu, meninggalkan si teruna yang +
Sho @ss_taish
+ tengah terkekeh pelan sendiri. Ia menghela nafas dalam sebelum melanjutkan langkah untuk menjemput mobilnya di area parkir. 'Punya pacar, tapi hari ini tidak bisa bertemu juga,' Gumam Sho dalam hati. Ibu jarinya tampak sibuk menggulung layar yang +
Sho @ss_taish
+ menampilkan percakapannya dengan Mint. Disana tampak Sho meminta maaf pada Mint karena tidak bisa menemuinya hari ini, karena di hari pertama masuk kuliah, dirinya malah sudah dijadwalkan ibunya untuk menemui sang calon tunangan, Eve Wishtella. Pewaris +
Sho @ss_taish
+ perusahaan milik keluarga Jung. 'Kencan' katanya. Atau lebih tepatnya, pergi bertemu di tempat yang sudah direncanakan, makan di restoran, dan harus bersikap baik-baik pada gadis yang tidak suka padanya karena ia berada di bawah pengawasan. Tidak ada +
Sho @ss_taish
+ seru-serunya bagi Sho. Tapi, tentu saja karena sudah didaulat oleh ibunya, suka tidak suka Sho tidak bisa membantah. 'Kita bertemu nanti ya, Mint. Segera! Aku janji!' Begitu bunyi pesan yang baru saja dikirimnya pada Mint. Sebenarnya, ia agak merasa +
Sho @ss_taish
+ bersalah pada pacarnya itu. Pergi bersama wanita lain, meski tujuannya berbeda dan tanpa berlandaskan perasaan, entah mengapa terasa seperti... "Ah, tidak-tidak-tidak-tidak." Sho menggelengkan kepalanya cepat-cepat. "Ini kan, beda. Beda." tegasnya, +
Sho @ss_taish
+ meyakinkan diri sendiri bahwa ini adalah sebuah hal yang tidak bisa ia kendalikan, karena berada di luar kuasanya. Bukannya ia sedang mengkhianati Mint. Sho berpikir yang mesti ia lakukan hanya 'kerjakan-selesaikan', agar mendapatkan kepercayaan dari +
Sho @ss_taish
+ ibunya. Dengan begitu, kendali atas situasi bisa kembali ia pegang. Lagi pula hanya hari ini saja. Tiba-tiba notifikasi ponselnya berbunyi. Namun bukannya balasan dari Mint, melainkan dari Eve. Sebuah kernyitan dalam tergambar jelas di dahi Sho kala ia +
Sho @ss_taish
+ membaca pesan tersebut. 'Kau bisa bermain basket, kan?' "... basket?" Sho terheran-heran. Ya, memang sih, dari sejak awal mereka bertemu, Eve sudah mendapatkan predikat 'gadis aneh' di mata Sho. Tapi tiba-tiba mengirim pesan menanyakan soal basket? Acak +
Sho @ss_taish
+ sekali. [KKT to Eve Jung] - Hah? - Apaan tiba-tiba? Entah mengapa, Sho malah jadi kepikiran tentang pertanyaan Eve. Basket? Apa ada hubungannya dengan pertemuan mereka yang dijadwalkan hari ini? Tapi kenapa basket? Benar-benar tidak habis +
lh. Azu, 강. @ss_biblee
@ss_taish [ + @ss_taish ] ㅤㅤStella kembali memandang gaun ketat itu. Membayangkan bentuk tubuhnya diselimuti oleh gaun sejenis itu. ㅤㅤ“Ayolah, gaun ini hanya membuat tubuhku makin kurus.” Gerutu Stella lalu melempar ponselnya ke arah gaun yang tergeletak di atas kasurnya itu. Bruk!
lh. Azu, 강. @ss_biblee
ㅤㅤ“Astaga, salah sasaran.” Ucap Stella yang memandang ponselnya tergeletak di ubin dingin kamarnya, baru saja terjatuh akibat melempar terlalu jauh. ㅤㅤSang puan memutar bola matanya malas dan berjalan ke jendela, melihat cuacanya hari ini. ㅤㅤCerah. Kalau begini Stella -
lh. Azu, 강. @ss_biblee
- mungkin akan senang meskipun orang membuatnya kesal seharian. ㅤㅤ‘KAKAO!’ ㅤㅤTelinganya menangkap suara tersebut. Kini bola matanya kembali terputar pada ponsel yang tergeletak di ubinnya. Bersyukur ponsel milik Stella itu tidak mengalami kerusakan atau keretakan secara -
lh. Azu, 강. @ss_biblee
- fisik. ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ [ KKT ] From: @ss_taish • Hah? • Apaan tiba-tiba? ㅤㅤStella tersenyum miring. Berpikiran kalau sang adam akan menolak tawarannya. Tapi dibanding restoran mewah dan gaun ketat itu, bukankah sebaiknya pemuda Gong itu mengajarinya bermain basket? Yah, -
lh. Azu, 강. @ss_biblee
- walaupun Stella sudah pasti akan jatuh beribu kali di lapangan. ㅤㅤㅤㅤ [ KKT ] To: @ss_taish • Restoran atau basket? • Aku sih lebih baik basket. Terserah kalau kau tidak mau. Send. [ + @ss_taish ]
Load Remaining (161)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.
Login and hide ads.