0
Temporary Hiatus @OkeOnta
Hukum Mengeraskan Amin Bagi Perempuan dalam Shalat Berjamaah by rumaysho.com pic.twitter.com/HYqvQ9danO
Expand pic
Temporary Hiatus @OkeOnta
1. Bagaimana hukum menjaherkan bacaan aamiin bagi makmum wanita dalam shalat berjamaah? Perlu diketahui bahwa membaca aamiin disunnahkan bagi setiap orang yang shalat setelah membaca Al-Fatihah.
Temporary Hiatus @OkeOnta
2. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda; “Jika imam membaca ‘ghoiril maghdhubi ‘alaihim wa laaddhoolliin’, maka ucapkanlah ‘aamiin’ karena malaikat akan mengucapkan pula ‘aamiin’ tatkala imam mengucapkan aamiin.....
Temporary Hiatus @OkeOnta
Siapa saja yang ucapan aamiin-nya berbarengan dengan ucapan ‘aamiin’ malaikat, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. An Nasa’i, no. 928; Ibnu Majah, no. 852. Al Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Temporary Hiatus @OkeOnta
3. Apakah Perempuan Mengeraskan Suara Amin? Kenapa hal ini ditanyakan. Saat menegur imam yang keliru, laki-laki mengucapkan subhanallah, sedangkan perempuan menepuk punggung telapak tangan. Ini menunjukkan bahwa suara wanita tidk dianjurkan dalam hal itu. Dalam hadits disebutkan;
Temporary Hiatus @OkeOnta
“Barangsiapa menjadi makmum lalu merasa ada kekeliruan dalam shalat, hendaklah dia membaca tasbih. Karena jika dibacakan tasbih, dia (imam) akan memperhatikannya. Sedangkan tepukan khusus untuk wanita.” (HR. Bukhari, no. 7190; Muslim no. 421)
Temporary Hiatus @OkeOnta
4. Bagaimana dengan mengucapkan aamiin jika perempuan ikut dalam shalat berjamaah? Ibnu Hajar berkata; “Wanita tidak diperkenankan mengucapkan ‘subhanallah’ ketika ingin mengingatkan imam.....
Temporary Hiatus @OkeOnta
wanita diperintahkan untuk memelankan suaranya dalam shalat. Hal ini dikarenakan takut menimbulkan godaan. Sedangkan laki-laki dilarang menepuk punggung telapak tangan karena yang diperintahkan adalah perempuan.” (Fath Al-Bari, 3: 77)
Temporary Hiatus @OkeOnta
5. Imam Nawawi berkata, Menurut kebanyakan ulama Syafi’iyah, untuk wanita saat ia shalat sendirian atau ia shalat bersama wanita lainnya atau ada laki-laki mahram bersamanya, maka ia mengeraskan bacaan. Hal tadi berlaku jika ia shalat sendirian atau bersama wanita lainnya.
Temporary Hiatus @OkeOnta
Kesimpulannya, boleh bagi wanita mengeraskan bacaan surat dan aamiin dalam shalat kecuali jika ia shalat sendirian dan di situ ada laki-laki asing (bukan mahram).
Temporary Hiatus @OkeOnta
Sebagian pendapat mungkin melarang kaum perempuan membaca keras aamiin ketika berjamaah, ini semata untuk berhati-hati dan menghindarkan fitnah, misalnya akibat suara perempuan yang keras tersebut sehingga membuyarkan konsentrasi makmum lelaki yang di dekatnya. Wallahu A’lam.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.