22
This Tweet has been deleted.
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Saya punya cerita dari RS tempat saya kerja, kali ini tentang sexual abuse Bahasa Indonesianya: pemerkosaan Tapi sebelumnya bagi yang menganggap pemerkosaan terjadi karena pakaian yang digunakan wanita, please unfollow saja akun ini ya. Daripada saya banting hape karena emosi
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Bulan lalu datang pasien diantar dinas sosial karena gangguan jiwa berat. Usianya masih sangat muda, 16 tahun. Kondisinya miris sekali, selalu berteriak teriak, menangis tanpa pencetus. Hal ini terjadi karena sebelumnya dia diperkosa oleh 6 orang Iya, enam orang bajingan
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Wanita ini diperkosa secara bergilir. Dia berteriak minta tolong tapi laki laki yang lewat bukannya menolong tapi malah ikut memperkosanya. Apakah dia sedang menggunakan pakaian seksi? Nggak! Apakah dia mengundang untuk diperkosa? Kalo ada yang beneran nanya gini gue tonjok
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Anak ini ditinggal begitu saja setelah diperkosa. Dia pulang dalam keadaan terluka, fisik dan terutama emosional Sampai di rumahnya dia menceritakan apa yang terjadi. Dan tau apa respon keluarga? Dia diusir karena dianggap mempermalukan keluarga -Disini aku ingin misuh misuh-
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Dia diusir dari rumah dan ditampung di rumah petinggi desa. Disana lagi lagi dia diperkosa sama aki aki bau tanah. Tau apa yang dilakukan warga mengetahui anak ini diperkosa aki aki bau tanah? Dia dinikahkan dengan pemerkosanya Saya ga paham apa yang lebih salah daripada ini
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Korban pemerkosaan dinikahkan dengan pemerkosanya Ini mah sama aja membiarkan anak ini diperkosa sepanjang hidupnya! Pemerkosaan itu bukan tentang sex diluar nikah, lalu habis dinikahkan terus masalah selesai. Nggak gitu mikirnya oi kerak telor
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Pemerkosaan itu lebih dari sekedar trauma seksual. Rasa sakit akibat pemerkosaan hampir selalu bertahan seumur hidup. Seorang wanita yang pernah mengalami pemerkosaan akan dibayang-bayangi trauma ini seumur hidup Terus lo mau nikahin dia sama yang bikin dia trauma gitu? Gila!
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Liat tu akibat nikahin anak itu ke pemerkosanya? Keadaannya membaik? Nggak, tambah parah Traumanya sembuh? Nggak juga! Disini saya dan rekan sejawat psikiatri harus bekerja keras memulihkan anak ini. Hidupnya masih panjang, dia harus mendapatkan harapan. Itu yang kami harapkan
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Penanganan korban pemerkosaan tidak pernah mudah. Konseling panjang, mengembalikan harga diri pasien, mendorong pasien kembali menghargai kehidupannya. Sulit saudara sebangsa dan setanah air Tolong jangan persulit dengan menuduh korban perkosaan terjadi karena pakaiannya sendiri
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Korban perkosaan memiliki cara pikir yang rusak setelah kejadian tersebut Menganggap diri tidak berharga, tidak layak, bersalah (ini tadi akibat ulah sedotan teh botol yang bilang pemerkosaan itu salah korbannya sendiri). Mereka yg jadi korban, mereka jg yg ngerasa bersalah
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Saya ga peduli dengan Undang Undang yang mau mengatur pakaian wanita untuk katanya mencegah pemerkosaan Ya gitu kalo punya anggota hewan, eh anggota dewan yang otaknya cuma seputar selangkangan. Ga bisa nyari data ilmiah, apalagi mikir ilmiah. Undang undang kok bikin stigma
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Pemerkosaan terjadi karena otak dan penis laki laki Tidak lebih dan tidak kurang Jangan salahkan korban. Tangkap pelakunya laporkan Sampai saat ini banyak korban tidak berani melapor karena dia sendiri merasa takut, malu, bersalah Bantu mereka dan lawan! Tangkap pelakunya
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
"Tapi dok, perempuannya ga ngelawan kok waktu diperkosa, berarti dia menikmati" Eh air kobokan, perempuan yang diperkosa memang ga akan ngelawan. Karena otak depannya udah di-hijacked sama hippocampus, bukan karena dia menikmati Udah paham sekarang?
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
"Tapi dok dia orgasme waktu diperkosa, berarti dia menikmati" ..... ..... ..... Aku pindah planet aja boleh nggak?
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Banyak korban pemerkosaan, bahkan saya yakin orang orang disekitar Anda pun ada. Mereka tidak mampu bercerita karena rasa sakit yang begitu dalam. Kalau kamu tau, ajak mereka mencari pertolongan profesional. Jangan biarkan mereka menderita Udah gitu aja ceritanya hari inj
This Tweet has been deleted.
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Jadi bahasan kita hari ini akan mengambil rujukan dari buku karangan Nicolas Groth dengan Judul "Men Who Rape" Selain buku ini ada banyak jurnal dan buku lain, tapi ini salah satu yg termudah dipahami Boleh Google sendiri literatur lain, katanya biar cerdas bersosmed pic.twitter.com/OLxv6RM7sC
Expand pic
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Kemarin saya sempat mengajukan poling, ini hasil sementara. Sebagian besar menganggap pemerkosaan terjadi karena hasrat seksual pelakunya. Hehehehe.... Sayang sekali, itu juga mitos Pemerkosaan tidak terjadi karena hasrat seksual pelaku pic.twitter.com/1D7lC7Jygy
Expand pic
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Pemerkosaan adalah perilaku yang seakan didorong hasrat seksual, padahal penelitian menunjukkan sebaliknya. Pemerkosaan terjadi karena dorongan anger dan power, bukan sexual desire Lho maksudnya gimana? Yuk pelan pelan kita bahas pic.twitter.com/B4lxqAVhOC
Expand pic
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Seks adalah perilaku, yang didorong oleh berbagai macam motif psikologi dibaliknya Hasrat seksual hanya salah satu motif, dan pada kasus pemerkosaan hal ini bukan jadi penyebab utama Pemerkosaan lebih merupakan ekspresi jijik, marah, memandang rendah, ketimbang nafsu seks
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Kita sering menganggap pemerkosaan terjadi karena suatu sebab, yaitu karena sikap perempuan Ini keliru. Bukti penelitian menyebutkan pemerkosaan terjadi karena determinan psikologis. Ya memang pelakunya memiliki gangguan kejiwaan, bukan karena adanya stimulus dari luar diri pic.twitter.com/TacskQG93I
Expand pic
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Gak butuh melihat baju seksi, video porno, gaya sikap yang menggoda. Tidak, seorang pemerkosa gak butuh ini untuk dia terdorong melakukan aksinya Seorang pemerkosa cukup hanya didorong oleh anger, hate, contempt dlm dirinya untuk melakukan aksinya Bukan sexual desire
dr. Jiemi Ardian @jiemiardian
Ada lagi yang menarik 1/3 dari pemerkosa ternyata masih menikah. Dan masih berhubungan seksual secara rutin 2/3 sisanya, sebagian besarnya juga berhubungan seks rutin dengan pasangannya Jadi pemerkosaan bukan terjadi karena hasrat seksual yang tidak tersalur. Keliru pic.twitter.com/a8opm8O2mx
Expand pic
Load Remaining (106)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.