3
Lin---- @msfahrochi
Kali ini yang mau saya ceritakan bukan kasus pemerkosaan. Tapj, sexual harrasment yg (mungkin) lebih parah dari pemerkosaan.
Lin---- @msfahrochi
Saya lupa kapan tepatnya. Tapi, dulu saat di forensik, saya punya dua ruangan. Yang satu ruangan visum jenazah, satu lagi ruangan visum kejahatan seks. Dan jarak antara ke dua ruangan itu cukup jauh.
Lin---- @msfahrochi
Hari itu saya dipanggil untuk ke ruangan visum kejahatan seks untuk membereskan visum yang harus selesai sesegera mungkin. Saat saya sibuk ngetik, tiba-tiba ruangan saya ramai sama P2TP2A (pusat pelayanan terpadu perlindungan perempuan dan anak -cmiiw)
Lin---- @msfahrochi
dari pejabat, kepala polisi unit PPA (perlindungan perempuan dan anak) pun 'nangkring' diruangan saya. Tapi ada satu yg menarik perhatian saya.. Seorang anak yg usianya gak lebih dari 15 tahun dengan postur tubuh bongsor..
Lin---- @msfahrochi
menggunakan jilbab hitam, baju hitam dan celana coklat tua. wajah yg kucel, rambut yg sepertinya tidak keramas beberapa hari (waktu itu dia disuruh lepas jilbab. tp tenang, isi ruangan perempuan semua kok)
Lin---- @msfahrochi
dia diam. seperti..... sesuatu yang buruk menimpa dia. si gadis ini dibawa ke ruangan visum bareng dokter dan -seseorang yg saya panggil- ibu (perawat pendamping visum). Saya kepo. Jelas. Saya memperlambat kerja saya di depan komputer
Lin---- @msfahrochi
Setelah di visum, Ibu nangis dan marah besar.. 'Ibu mu itu kurang ajar! Bangst! Neraka memang tempatnya' mencelos hati saya.. saya bisa menyimpulkan..... anak ini di jual ibu kandungnya
Lin---- @msfahrochi
Oke, saya akan menceritakan latar belakang anak ini. Dengan ayah seorang sipir penjara yg jatuh cinta sama napi nya sendiri.... akhirnya si ayah ini menikah dengan si napi setelah ia keluar dari penjara.. dari hasil pernikahan itu, lahir dua gadis
Lin---- @msfahrochi
entah saat umur berapa, si ayah ini meninggal karena sakit. otomatis anak-anak ini tinggal dan dirawat oleh ibunya.
Lin---- @msfahrochi
disitulah.... si ibu belum tobat, ke dua anakpun di jual.. tapi saat itu yg dikasuskan hanya anak ke duanya karena yg melapor hanya anak ke dua.. anak pertamanya entah dimana (katanya sudah kabur tp gak lapor ke polisi)
Lin---- @msfahrochi
jadi saya akan fokus ke anak ke duanya saja.. dari visum yang saya baca ada beberapa poin yang bikin saya.... ga bisa berkata-kata
Lin---- @msfahrochi
1. keperawanan si anak di hargai 700 ribu rupiah dan di jual disekitar citra niaga, samarinda 2. si anak di jual sejak usia 11 tahun, putus sekolah dikelas 5 SD, semalam bisa melayani sampai dengan 20 hidung belang, beroperasi dari jam 10 malam sampai jam 5 subuh
Lin---- @msfahrochi
3. Setelah berhubungan seksual, si anak tidak di izinkan untuk (maaf) cebok. Hanya boleh di lap pakai tisu, lalu lanjut di 'hajar' lagi 4. si anak sudah ditiduri oleh lebih dari 70 pria hidung belang 5. si anak pernah diculik, dimasukkan ke dalam mobil -c
Lin---- @msfahrochi
lalu diperkosa beramai-ramai di semak di sekitar samarinda sebrang lalu ditinggalkan begitu saja dihutan 6. miss. v si anak ditutupi oleh kondiloma dan keputihan parah huft sampai sini saya nyesek nulisnya pic.twitter.com/u6H4nPKurO
Expand pic
Lin---- @msfahrochi
setelah sekitar setahun mengalami eksploitasi oleh ibu sendiri, si anak izin untuk mengunjungi paman dari pihak bapak. entah bagaimana ceritanya, di izinkan oleh ibunya dan pergi lah anak ini ke pamannya dan mengadukan semua yg dia alami ke pamannya
Lin---- @msfahrochi
setelah ditelusuri, keluarga dari pihak bapak ini bukan orang sembarangan.. pamannya seorang PNS dan setau saya, bibinya seorang dokter gigi. saat pamannya tau, si anak langsung disembunyikan dari ibu kandungnya
Lin---- @msfahrochi
dari dinsos, kpai, polisi, rumah sakit, rumah aman sepakat untuk tidak membawa berita ini ke media. seperti kucing-kucingan gitu deh. tapi gak tau deh ya, namanya wartawan menggila.. sampai ditungguin di depan dinsos mulu.. bahkan ada wartawan yg nginep
Lin---- @msfahrochi
nginep di depan dinsos gitu.. selama kucing-kucingan itu, polisi nyari ibu kandung si anak ini.. bahkan ibunya sempat nelpon anaknya, kurang lebih bilang begini 'nak, kapan km balik? ini pelanggannya mama nanyain kamu kemana. katanya goyanganmu hebat'
Lin---- @msfahrochi
dan telpon itu di loudspeaker, didengar oleh polisi, dinsos dan petinggi daerah lainnya. si anak? aku sendiri gak tau gimana perasaan anaknya hehe :')
Lin---- @msfahrochi
Dua minggu setelah kucing-kucingan, salah seorang (yg emang mau nyari muka gitu) di kpai angkat bicara dan membiarkan berita ini jadi lalapan media. Bahkan ind*siar membuat berita eksklusifnya. Seperti reportase yg tengah malem gitu..
Lin---- @msfahrochi
aku masih mikirin perasaan anaknya :"") disitu pro dan kontra masyarakat sekitarku. terlebih wartawan yg melebih-lebihkan berita. ya, katanya si ibu menjual anaknya karena faktor ekonomi. dimana si ibu gak sanggup biayai sewa rumah dan hidup sehari-hari
Lin---- @msfahrochi
penggiringan opini. semua orang menyalahkan pemerintah. bahkan sampe nyalahkan presiden krn semua serba mahal sampai ibu harus menjual anaknya.. serba mahal ndasmu.. =.=
Lin---- @msfahrochi
selidik punya selidik, uang hasil jual anak itu digunakan untuk membeli nark*ba. tapi, wartawan gak membahas kalau si ibu ini pecandu :)
Lin---- @msfahrochi
satu hal yg saya ingat.. saat ibunya tertangkap dan saat sidang, si ibu menyalahkan anaknya.. seandainya si anak gak ngelapor ke polisi, si ibu ga bakal berakhir di penjara.. bahkan si ibu ini pernah teriak histeris, janji dengan dirinya sendiri bakal bunuh anak durhaka yg -c
Lin---- @msfahrochi
sudah jebloskan dia ke penjara.. yah, emang sih otak rada efek nark*ba 😑
Load Remaining (14)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.