JIKA INGIN @jokowi 2 PERIODE TINDAK TEGAS PERTAMINA BIANG KELADI KELANGKAAN PREMIUM | By @PartaiSocmed

Jadi jelas ya. Jika kita ingin @jokowi 2 periode maka kita justru harus mendorong beliau tegas pada Pertamina agar menyediakan Premium. Bukan secara licik menguranginya dari pasaran untuk memaksa rakyat beralih ke pertalite.
0
#99 @PartaiSocmed

Pendukung @jokowi harus sadar tak ada gunanya berbusa2 posting puja-puji dan main hestek #Jokowi2Periode jika di lapangan premium menghilang dari SPBU. Tak semua pemilih Jokowi main sosmed.

02/04/2018 12:26:31 WIB
#99 @PartaiSocmed

@jokowi Bagi rakyat kecil komparasinya sederhana kok: Apa BBM sekarang lebih terjangkau atau lebih mahal? Apa listrik sekarang lebih murah atau lebih mahal? Mereka tidak butuh dijelaskan dengan alasan yg njelimet2, apalagi dgn teori2 yg dipaksakan.

02/04/2018 12:29:19 WIB
#99 @PartaiSocmed

Contoh: Menjelaskan kelangkaan premium dgn argumen subsidi untuk pembangunan infrastruktur jelas BOdoh dan TOLol (BOTOL), sebab premium sudah bukan barang subsidi lagi. Selain itu argumen tsb tidak menyentuh apa yg dibutuhkan rakyat. Rakyat butuh BBM yg terjangkau bukan alasan!

02/04/2018 12:35:45 WIB
#99 @PartaiSocmed

Jika benar2 ingin @jokowi dua periode maka satu2nya jalan adalah mendorong pemerintah untuk mengambil tindakan tegas terhadap Pertamina yg menjadi biang keladi kelangkaan premium ini. Bukan malah membela mati2an seolah ini kebijakan pemerintah Jokowi. Pakai argumen BOTOL pula

02/04/2018 12:39:59 WIB
#99 @PartaiSocmed

Sebab dari awal hadirnya Pertalite hingga kini pemerintah tak setuju dgn aksi pengurangan BBM oleh Pertamina ini. Tapi bagaimana rakyat bisa percaya jika pemerintah yg punya kewenangan terhadap Pertamina tidak ambil tindakan tegas? pic.twitter.com/hN27bh6Eal

02/04/2018 12:44:49 WIB
Expand pic
Expand pic
#99 @PartaiSocmed

Akhirnya yang terbaca oleh rakyat di era @jokowi ini listrik jadi mahal, premium sengaja dihilangkan agar rakyat terpaksa beli pertalite, hidup jadi lebih berat. Mau keluarkan biaya berapapun untuk bayar buzzer dan media tidak akan efektif. Acuan rakyat cuma asap dapur mereka.

02/04/2018 12:49:45 WIB
#99 @PartaiSocmed

@jokowi Nih, contoh argumen yg tidak mengena untuk pemilih itu seperti ini. Apalah artinya harga premium murah jika tak ada di pasaran? Rakyat hanya peduli kondisi lapangan, bukan argumen template twitter.com/ready_brahmana…

02/04/2018 12:52:38 WIB
#99 @PartaiSocmed

Jadi jelas ya. Jika kita ingin @jokowi 2 periode maka kita justru harus mendorong beliau tegas pada Pertamina agar menyediakan Premium. Bukan secara licik menguranginya dari pasaran untuk memaksa rakyat beralih ke pertalite.

02/04/2018 12:56:22 WIB
#99 @PartaiSocmed

Ngeles begini pun sama sekali tidak membantu @jokowi terpilih kembali. Pertama, di luar Jamali pun premium dibuat langka oleh pertamina. Kedua, pemilih di Jamali tidak peduli perpres, mereka hanya peduli asap dapur masing2. twitter.com/dhim_lang/stat…

02/04/2018 13:01:12 WIB
#99 @PartaiSocmed

Pendukung @jokowi harus mewaspadai framing dari buzzer2 BUMN yg rajin jualan Jokowi untuk bikin pembenaran atas praktek Kapitalisme Ekstrim BUMN2 kita itu. Mereka yg untuk Jokowi yg dicaci maki.

02/04/2018 13:04:18 WIB
#99 @PartaiSocmed

Akhir kata, pendukung @jokowi berhentilah bela2in kelangkaan premium akibat ulah pertamina ini. Jangan mau ditipu framing yg mereka buat. Jika mau Jokowi dipilih lagi doronglah untuk tegas terhadap Pertamina agar menyediakan kembali premium untuk rakyat.

02/04/2018 13:08:24 WIB
#99 @PartaiSocmed

Hadeeh..! Para buzzer sedang teriak2 menyalahkan rakyat; dituduh manjalah, mental kerelah, mental subsidilah (padahal premium sudah tdk subsidi). Wajarlah, mereka dapat duit untuk menghina rakyat..

02/04/2018 13:16:20 WIB
#99 @PartaiSocmed

@an666e @Vanny_005 @makLambeTurah Agumentum ignorantiam. Orang bisa beli pulsa internet bukan berarti harus setuju dgn hilangnya premium dari pasaran. Penyediaan premium itu amanat UU.

02/04/2018 15:09:14 WIB
#99 @PartaiSocmed

Yg ngoceh2 belain hilangnya premium itu sebaiknya baca Perpres 191 tahun 2014. Premium itu jenis BBM Penugasan yg harus disediakan bukan malah dikurangi/dihilangkan. pic.twitter.com/ex9W7iSeoR

02/04/2018 15:19:51 WIB
Expand pic
Expand pic
Expand pic
Expand pic
#99 @PartaiSocmed

Jokowi dan pendukungnya harus belajar pada kegagalan Ahok. Di awal Ahok tampil terlalu percaya diri karena merasa punya kinerja apik dan elektabilitasnya tinggi. Pendukungnya pun banyak yg bukan saja terlalu percaya diri, bahkan cendererung over acting pic.twitter.com/bh5s8OU9OT

02/04/2018 19:07:24 WIB
Expand pic
#99 @PartaiSocmed

Siapa sangka sikap yg terlalu percaya diri itu akhirnya jadi blunder besar. Hal serupa tidak mustahil akan terjadi pada @jokowi jika premium dibiarkan langka terus menerus

02/04/2018 19:12:27 WIB
#99 @PartaiSocmed

Rakyat jangan diminta 'turut bangga' pada hasil2 pembangunan jalan tol dan kereta api cepat, sementara asap dapur mereka sendiri tidak ngebul.

02/04/2018 19:17:20 WIB
#99 @PartaiSocmed

Rakyat tidak memilih @jokowi karena pembangunan Tol Laut yg wujudnya saja tidak terbayangkan oleh mereka. Mereka akan pilih Jokowi karena merasa kehidupan ekonominya lebih baik. Sesederhana itu.

02/04/2018 19:19:47 WIB
#99 @PartaiSocmed

Dalam hal hubungan BBM dengan hasil pemilu kami justru sarankan pak @jokowi belajar dari kisah sukses pendahulunya, pak @SBYudhoyono

02/04/2018 19:24:08 WIB
#99 @PartaiSocmed

Yang dilakukan pemerintahan pak @SBYudhoyono terkait harga BBM ini sangat pragmatis tetapi efektif. Begini kisahnya..

02/04/2018 19:26:59 WIB
#99 @PartaiSocmed

Empat bulan setelah diangkat jadi Presiden @SBYudhoyono (1 Maret 2005) langsung menaikkan harga Premium yg saat itu masih merupakan BBM bersubsidi sebesar 32%, dari awalnya Rp 1.810 menjadi Rp 2.400 per liter

02/04/2018 19:29:55 WIB
#99 @PartaiSocmed

Tak sampai selang setahun, pd tgl 1 Oktober 2005 @SBYudhoyono menaikkan lagi harga premium. Kali ini kenaikkannya tak tanggung2, yakni sebesar 87% dari Rp 2.400 menjadi Rp 4.500 per liter

02/04/2018 19:33:25 WIB
#99 @PartaiSocmed

Kenaikan berikutnya terjadi pada 24 Mei 2008. Ketika itu krisis ekonomi global membuat harga minyak melambung. @SBYudhoyono pun menaikkan premium menjadi Rp 6.000 per liter

02/04/2018 19:38:50 WIB
#99 @PartaiSocmed

Namun yg menarik adalah apa yg dilakukan @SBYudhoyono terhadap harga premium (dan juga solar) saat memasuki tahun politik 2008-2009

02/04/2018 19:41:33 WIB
#99 @PartaiSocmed

Memasuki tahun politik @SBYudhoyono yg sebelumnya rajin menaikkan harga BBM itu mendadak mengambil kebijakan populis. Pada Desember 2008 beliau menurunkan harga BBM sebesar Rp 500 per liter.  Premium yg semula Rp 6.000 turun menjadi Rp 5.500 per liter

02/04/2018 19:45:30 WIB
Load Remaining (16)

Comment