0
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
Histori kehancuran pertanian dan pengen di Indonesia 1. Tahun 90 Panen Padi 9 ton - 10 ton/ha Biaya bertani murah Pribumi masih jaya menjadi produsen
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
2. Tahun 95 Panen Padi 8 ton - 9 ton/ha Biaya bertani makin naik Aseng mulai bisnis produsen beras
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
3. Tahun 2000 Panen Padi 7,5 ton - 8 ton Biaya bertani kian meningkat Aseng kian menguasi produksi dan distribusi
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
4. 2005 Panen Padi 7 ton - 7,5 ton/ha Biaya tani naik dan naik Aseng kuasai produksi dan distribusi
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
5. 2010 Panen padi 6,5 - 7 ton Biaya tani mencekik Produsen pribumi berguguran Aseng mencengkeram semakin kuat produksi dan distribusi Ditambah beras import kian banjir
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
6. Tahun 2015 Panen Padi 6 ton - 6,5 ton Petani menjerit biaya selangit aseng makin solid kuasai dari hulu sampai hilir rakyat makin dijepit hingga tak bisa bangkit
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
7. Tahun 2018 Panen Padi 5,5 ton - 6 ton Biaya kian menjepit leher Produsen pribumi 70% nyungsep bangkrut Banyak sawah petani dijual Petani sebagian malas tanam padi karena merugi Aseng berjaya menguasai produksi dan distribusi. Banjir import takterkendali
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
8. Tahun 2020 Panen Padi bisa hanya 4,5 ton - 5,5 ton Menangislah bumi pertiwi Mayoritas petani jadi kuli takbisa menanam padi karena biaya sangat tinggi hasil padi bikin merugi
INDONESIABÈRDUKA @SurYosodipuro_
Pada saat Devisit APBN yg makin tinggi Pada saat kemiskinan yg makin merebak Pada saat Utang LN makin menggunung Pada saat pengangguran makin meresahkan Pada saat biaya2 hidup makin tak terjangkau SDA negeri yg kaya raya ini dinikmati aseng dan segelintir elite n konglomerat !

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.