0
Metamorfosis @Ronggolawe2P
1. Monas dibangun atas perintah Sukarno yang mendambakan simbol perjuangan rakyat Indonesia. Namun, Monas justru diresmikan oleh Soeharto yang sebelumnya meruntuhkan rezim Orde Lama.
Metamorfosis @Ronggolawe2P
2. Dari Yogyakarta, ibukota republik kembali ke Jakarta pada 1950 itu. Sukarno selaku presiden pun langsung berhasrat membangun suatu simbol untuk mempresentasikan karakter bangsa, Gagasan pembangunan Monumen Nasional pun menjadi salah satu agenda utama di dalam benak Bung Karno.
Metamorfosis @Ronggolawe2P
3. Tanggal 17 Agustus 1954, dibentuklah komite nasional untk mewujudkan hasrat sang presiden. Sukarno menghendaki Monas dibgn di Lapangan Merdeka yg berada tepat di depan Istana Merdeka sehingga ktk ada tamu negara yg dtg, simbol kemegahan bangsa Indonesia itu langsung terlihat
Metamorfosis @Ronggolawe2P
4. Tepat setahun stlh komite nasional pembangunan Monas dbntk, diadakanlah sayembara untk rancangan monumen trsbt. Sayembara yg dimulai pada 17 Agustus 1955 itu berhasil mengumpulkan sebanyak 51 karya. Namun, hanya satu desain saja memenuhi kriteria, yakni karya Frederich Silaban
Metamorfosis @Ronggolawe2P
5. Sukarno menghendaki monumen nasional berbntk tugu yg tinggi menjulang menantang langit dengan gagahnya. Tak main" tugu itu nantinya akan dibuat dari beton dan besi pilihan, serta batu pualam yang tahan gempa dan tidak lekang digerus zaman setidaknya hingga 1000 tahun ke depan
Metamorfosis @Ronggolawe2P
6. Selain itu, monumen nasional harus bisa memantik semangat nasionalisme dan patriotisme. "(Bangunan) yang mencerminkan hal yang bergerak, yang dinamis dalam satu bentuk daripada materi yang mati,” tegas Presiden Sukarno waktu itu (Yuke Ardhiati, Bung Karno Sang Arsitek, 2005).
Metamorfosis @Ronggolawe2P
7. Dari sekian banyak opsi itu, rupanya tidak ada satu pun yang sesuai harapan. Bung Karno memang terlalu perfeksionis jika berurusan dengan karya seni, ia adalah seorang arsitek, insinyur lulusan Technische Hogeschool, cikal-bakal Institut Teknologi Bandung (ITB).
Metamorfosis @Ronggolawe2P
8. Sukarno menerima rancangan awal Silaban. Kemudian, ditunjuklah seorang arsitek bernama R.M. Soedarsono untuk mengejawantahkan desain tersebut dan diselaraskan seperti keinginan sang presiden. Soedarsono yang paham betul bahwa Sukarno sangat menyukai filosofi
Metamorfosis @Ronggolawe2P
9. kemudian menyertakan angka 17-8-45 ,merujuk pada moment kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945. Dlm konteks rancangan monumen itu, susunan angka" tersebut diwujudkan dalam rencana pembangunannya: tinggi cawan dari halaman 17 m , lebar dasar monumen 8 m, dan lebar halaman cawan 45 m

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.