0
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
Ke 'Raja' Negeri Palu Arit, Soekarno Minta Paksa Temukan Makam Imam Bukhari dutaislam.com/2017/01/ke-neg…
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
1. Pemimpin tertinggi Partai Komunis Uni Soviet, sekaligus penguasa tertinggi Negeri Tirai Besi, Nikita Sergeyevich Khrushchev, merasa sudah menang psywar terhadap rivalnya dalam perang dingin, Presiden Amerika Serikat, John F Kennedy.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
2.Ia memiliki ide untuk mengundang Presiden Indonesia, Sukarno ke Moskow. Apalagi saat itu Indonesia berhasil menyandera pilot intelijen Negeri Paman Samuel, Allan Pope. Ia terbukti terlibat dalam pemberontakan mendukung gerakan Permesta, pada 1958.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
3.Soekarno tidak mau melepaskan pilot yang pesawatnya ditembak TNI di kawasan Maluku. Kondisi itu dimanfaatkan oleh Kamerad Khrushchev. Setidaknya ingin menunjukkan pada raja kapitalis itu bahwa Indonesia berdiri di belakang raja komunis, Uni Soviet. #SoekarnoBapakBangsa
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
4."Paduka Yang Mulia, Bung Karno. Kami mengundang Yang Mulia untuk datang ke Moskow, menjadi tamu kehormatan negara dan bangsa kami," kata Khruschev, melalui sambungan telepon dalam bahasa Inggris, pada Januari 1961.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
5.Dalam peristiwa yang terjadi pada 1956 tahun itu, Bung Karno memahami betul suasana batin Khruschev. Ia pun tidak mau begitu saja memenuhi undangan ke Moskow. #SoekarnoBapakBangsa
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
6. Ia tidak ingin negeri Pancasila terjebak dalam perang dingin. Bung Besar tidak ingin membawa Indonesia ke dalam situasi yang tidak menguntungkan.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
7.Tidak mau Indonesia dipermainkan oleh negara mana pun, maka putra dari Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai itu, mengajukan syarat #SoekarnoBapakBangsa
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
8.. "saya mau datang ke Moskow dengan satu syarat mutlak yang harus dipenuhi, Paduka. Tidak boleh tidak, Kamerad". Khrushchev balik bertanya, “Apa syarat yang Paduka Presiden ajukan?” #SoekarnoBapakBangsa
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
9. Bung Karno menjawab, "temukan makam Imam Al Bukhari. Saya sangat ingin menziarahinya. " Si komunis ini terheran-heran. "Siapa pula Imam Al Bukhari?" katanya bersungut-sungut kepada ajudannya.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
10.Tak mau membuang waktu, Khrushchev segera memerintahkan pasukan khususnya untuk menemukan makam tersebut. Setelah dicari ke sana ke mari, anak buah pemimpin negeri Beruang Merah itu mengaku tidak menemukan makam itu. #SoekarnoBapakBangsa
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
11.Selang beberapa hari, ia kembali menghubungi Bung Karno, "Maaf Paduka Presiden, kami tidak berhasil menemukan makam orang yang Paduka cari. Apa Anda berkenan mengganti syarat?"
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
12.Di ujung telepon, Bung Karno tersenyum sinis, "Paduka, kalau tidak ditemukan, ya sudah. Saya lebih baik tidak usah datang ke negara Kamerad."#SoekarnoBapakBangsa
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
13.Jawaban ‘Putra Sang Fajar’ ini membuat telinga Khrushchev memerah. Khrushchev pun kembali memerintahkan orang-orang nomor satunya langsung menangani masalah ini. “Cari sampai dapat!” #SoekarnoBapakBangsa
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
14.Setelah mengumpulkan informasi dari orang-orang tua Muslim di sekitar Samarkand, anak buah Khrushchev menemukan makam Imam kelahiran Bukhara, tahun 810 Masehi itu.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
15.Makamnya dalam kondisi rusak tidak terawat. Imam Al Bukhari memiliki pengaruh besar bagi umat Islam di Indonesia. Ia dimakamkan di Samarkand tahun 870 M. #SoekarnoBapakBangsa
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
16.‘Raja komunis’ itu pun dengan riang kembali menelepon Soekarno dan mengabarkan bahwa makam yang dimaksud sudah ditemukan, namun dalam kondisi rusak parah. Presiden Sukarno meminta pemerintah Uni Soviet agar segera memperbaiki dan merawat makam tersebut.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
17. Jika tidak, lanjut, Bung Karno, ia menawarkan agar makam tersebut dipindahkan ke Indonesia. Emas seberat makam Imam Bukhari akan diberikan sebagai gantinya.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
18.Khrushchev pun memerintahkan agar makam itu dibersihkan dan dipugar secantik mungkin. Usai renovasi, ia kembali menghubungi Bung Karno. "Baik, saya akan datang ke negara Anda," jawab Soekarno. #SoekarnoBapakBangsa
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
19.Singkat cerita, setelah mengunjungi Moskow, pada 12 Juni 1961, Bung Karno tiba di Samarkand. Sehari sebelumnya, puluhan ribu orang menyambut kehadiran Pemimpin Besar Revolusi Indonesia ini di Kota Tashkent.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
20.Kini, setelah Uni Soviet bubar, wilayah itu menjadi bagian dari Uzbekistan. Tidak banyak yang tahu kalau Bung Karno adalah penemu makam Imam Al Bukhari, seorang perawi hadist Nabi Muhammad SAW.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
21.Tidak banyak yang tahu juga kalau Soekarno ke luar negeri, ia selalu menyebut dirinya sebagai muslim sejati kepada tuan atau puan rumahnya. Berbicara soal Keesaan Tuhan. Tuhan Yang Satu. Itulah tauhid di dalam kitab suci Al-Quran
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
22.Ia kemukakan di depan pemimpin tertinggi Negara Komunis bahwa Tuhan kekal abadi, sehingga seorang muslim sejati tidak takut akan kematian. Sebab telah bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah yang disembah kaum Muslimin. Dan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah.
Karsa Mahardika @KarsaMahardika
23. Soekarno tidak peduli apakah Presiden Uni Soviet itu mau mendengarkan tentang keyakinannya tentang Islam atau pun tidak. Yang jelas Si Bung sudah paham apa yang ada di kepala Kamerad Khruschev tentang ajaran Marxisme, tentang simbol palu arit.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.