Chirpstory will close the service later this year. At the end of September, you will not be able to post stories or comments.

Membendung Gerakan Radikalisme Agama

Chirpified
0
Syahri @Syahri35998453

01. Bismillahirrahmanirrahim, “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”. saya akan membahas tentang Membendung Gerakan Radikalisme Agama

23/03/2018 09:05:45 WIB
Syahri @Syahri35998453

02. Akhir-akhir ini banyak tindak kekerasan yang mengatasnamakan agama. Lebih memilukan lagi agama acapkali dijadikan justifikasi kenapa tindak kekerasan itu dilakukan.

23/03/2018 09:05:45 WIB
Syahri @Syahri35998453

03. Peristiwa pengeboman di Hotel Sarinah beberapa tahun silam dan pembacokan seorang pendeta di Yogyakarta beberapa pekan yang lalu menjadi bukti kuat bahwa gerakan radikalisme agama di Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata.

23/03/2018 09:05:46 WIB
Syahri @Syahri35998453

04. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bersama mengingat Islam saat ini sering distigmakan sebagai sarang teroris dan 'penjahat agama'. Kesucian agama sudah mulai tercemar akibat tindakan yang mengatasnamakan jihad fi sabilillah tersebut.

23/03/2018 09:05:46 WIB
Syahri @Syahri35998453

05. Sebenarnya jika diamati, tuduhan mengenai Islam sebagai agama teroris menemui momennya sejak peristiwa 11 November 2001 silam.

23/03/2018 09:05:47 WIB
Syahri @Syahri35998453

06. Serangan yang disutradarai oleh Osama Ibn Laden tersebut dijadikan bukti kuat oleh barat bahwa Islam sangat berbahaya. Presiden Goerge W Bush langsung menuduh Obama sebagai repsentasi umat Islam.

23/03/2018 09:05:47 WIB
Syahri @Syahri35998453

07. Dalam bentangan sejarah, agama merupakan senjata yang ampuh untuk membakar amarah dan emosi masyarakat. Apalagi masyarakat akar rumput (grass roat) yang pemahaman mereka terhadap ajarannya masih sangat minim.

23/03/2018 09:05:48 WIB
Syahri @Syahri35998453

08. Ketika pemahaman yang dangkal tersebut 'disuntik' sedikit saja dengan ideologi jihad yang menggiurkan, emosi mereka langsung terbakar.

23/03/2018 09:05:48 WIB
Syahri @Syahri35998453

09. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, radikalisme bermakna paham atau aliran yang radikal di politik; paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau perubahan sosial dan politik dengan cara kekerasan dan drastis; dan sikap ekstrem dan sikap ekstrem dalam politik.

23/03/2018 09:05:49 WIB
Syahri @Syahri35998453

10. Term radikal belakangan sering singgungkan dengan agama. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa bahwa radikalisme agama adalah paham atau aliran yang menginginkan perubahan agama dengan drastis, ekstrem dan dengan kekerasan.

23/03/2018 09:05:49 WIB
Syahri @Syahri35998453

11. Menggunakan cara ekstrem dan penuh kekerasan adalah hal yang berlawanan dengan tujuan luhur dari Islam itu sendiri.

23/03/2018 09:05:49 WIB
Syahri @Syahri35998453

12. Sebagaimana jamak diketahui bersama, Islam datang adalah sbagai rahmat bagi seluruh alam. Firman Allah Swt.: وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ “Dan kami tidaklah mengutus engkau Muhammad melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam”.(QS. Al-Anbiya: 107)

23/03/2018 09:05:50 WIB
Syahri @Syahri35998453

13. Ibnu Jarir al-Thabari, salah seorang mufassir kenamaan memberikan catatan dalam mognum opus-nya, Tafsir al-Thabari, bahwa yang dimaksud rahmat atau kasih dalam ayat di atas mencakup pula kepada seluruh orang kafir.

23/03/2018 09:05:50 WIB
Syahri @Syahri35998453

14. Jadi, rahmat dan kasih sayang Islam tidak hanya dirasakan oleh orang Islam saja. Lebih jauh dari itu, Islam datang diproyeksikan untuk melindungi orang-orang dari rasa lapar dan rasa takut (amanahum min ju’ wa amanahum min khauf).

23/03/2018 09:05:51 WIB
Syahri @Syahri35998453

15. Dewasa ini, Indonesia dihantui gerakan jihad dari beberapa sekte radikal. Lebih memilukan, ideologi jihad kini mulai merambah ke kalangan kampus, terutama kampus negeri. Dengan pemahaman keagamaan yang dangkal para mahasiswa dengan mudah disusupi paham radikal tersebut.

23/03/2018 09:05:51 WIB
Syahri @Syahri35998453

16. Oleh karena itu, jangan heran ketika menjumpai gerakan kemahasiwaan yang dengan lantang berteriak bahwa negara Indonesia adalah negara kafir.

23/03/2018 09:05:52 WIB
Syahri @Syahri35998453

17. Atau suara lain yang mengatakan bahwa Pancasila perlu diganti dengan sistem khilafah dan lain sebagainya. Itu karena ideologi radikal sudah menyusupi aktivis dan aktivitas kemahasiswaan kampus.

23/03/2018 09:05:52 WIB
Syahri @Syahri35998453

18. Dalam konteks ini, saya sependapat dgn almarhum KH Ahmad Hasyim Muzadi, sekjen ICIS, yg menyatakan bahwa embrio utama lahirnya gerakan radikal ini adalah manhaj takfiri (pemahaman yg sarat pengkafiran), sehingga orang yg takfiri itu pekerjaanya adalah mengkafirkan umat Islam.

23/03/2018 09:05:53 WIB
Syahri @Syahri35998453

19. Pernyataan mantan Ketua Umum PBNU ini cukup beralasan sebab, sejarah telah memberikan bukti bahwa paham takfiri kerap kali membuat gaduh dalam internal Islam itu sendiri.

23/03/2018 09:05:53 WIB
Syahri @Syahri35998453

20. Salah satu gerakan atau aliran yang terkenal dengan model seperti ini adalah Khawarij. Kelompok ini pada dasarnya mengikuti dan setia terhadap Sayidina Ali.

23/03/2018 09:05:54 WIB
Syahri @Syahri35998453

21. Namun, mereka akhirnya membelot, karena Ali Ibn Abi Thalib telah menerima arbitrase (tahkim) dari Sayidina Mua’wiyah Ibn Abi Sufyan di arena perang Siffin. Hingga pada akhirnya mereka beranggapan semua pihak yang terlibat dalam perang Siffin adalah kafir.

23/03/2018 09:05:54 WIB
Syahri @Syahri35998453

22. Akibat pemahaman ini, mereka merencanakan pembunuhan kepada Sayyidina Ali, Sayidina Mua’wiyah dan Sayidina Amr Ibn Ash. Dari ketiga sasaran tersebut hanya Sayidina Ali yang menjadi korban. Mua’wiyah Ibn Abi Sufyan dan Amar Ibn Ash selamat.

23/03/2018 09:05:54 WIB
Syahri @Syahri35998453

23. Sayidina Aly wafat sebagai syahid ketika ia hendak menjadi imam salat Subuh di tangan Abdurrahman Ibn Muljam, dedengkot kaum Khawarij.

23/03/2018 09:05:55 WIB
Syahri @Syahri35998453

24. Radikalisme Khawarij muncul disebabkan kekecewaan politik, baik kepada Mua’wiyah dan Aly Ibn Abi Thalib. Di samping itu, mereka merupakan masyarakat pedalaman (badu’i) yang berpendidikan rendah. Dengan mudah mereka dimobilisasi untuk melakukan kekerasan atas nama agama.

23/03/2018 09:05:55 WIB
Load Remaining (1)

Comment

No comments yet. Write yours!