0
Eliya @eliya_mkom
Target Trending Topik hari ini pendukung pakde yg ahoker kembali ke biasa awalnya yaitu gaya komunikasi agresif provokatif. Jika ingin kalahkan pakde @jokowi kondisi seperti harus terus dipertahankan. Pendukung pakde yg ahoker ini cuma sedikit, tapi daya hancurkan dirinya besar. twitter.com/hariadhi/statu…
Eliya @eliya_mkom
Tuips nanti habis Ashar, Insya Allah aku akan kultuitkan soal gaya komunikasi agresif provokatif yang dimiliki pendukung pakde @jokowi yang ahoker, yang menjadi Kunci utk mengalahlah Pakde di Pilpres 2019. Ayuk di RT dan Like siapin kopi, gorengan, gelar tiker. twitter.com/eliya_mkom/sta…
Eliya @eliya_mkom
Yuk tuips bahas gaya komunikasi agresif provokatif yang dimiliki pendukung Pakde @jokowi maaf baru sampai rumah, acaranya lebih lama dari yang dikira. Hapenya lowbat, jadi kultuit di Laptop aja. yang mau nyimak RT dan like, pendukung ahok yang mau Stalking boleh kok. ngintip twitter.com/eliya_mkom/sta…
Eliya @eliya_mkom
semua tahun pilpres 2019 merupakan ajang kontestasi politik yang nuasanya jauh berbeda dari semua pemilu presiden yang pernah kita lalui, karena dilaksanakan serentak dengan pemilu legislatif. banyak resiko dan yang dipertaruhkan dalam pemilu serentak ini.
Eliya @eliya_mkom
menang di Pilpres juga akan menuai hasil di pemilu legislatif, Pemilu serentak ini nampaknya memang bertujuan agar pemerintahan dapat berjalan lancar, karena menang di kursi eksekutif, juga menang di lembaga legislatif. akan lebih mudah mengatur pemerintahan, sedikiti kritisi, eh
Eliya @eliya_mkom
pendukung pakde @jokowi tentu mengharapkan agar pakde dapat kembali menang untuk melanjutkan ke periode ke 2. lawan politiknya tentu juga ingin menang mengalahkan dan menggantikan posisi pakde disinggasana, tempatkan kader terbaik yang akan diusung oleh masing masing partai.
Eliya @eliya_mkom
sejak Pilpres 2014 bangsa ini bagai terbelah dua, pendukung Jokowi vs Pendukung Prabowo. Pilkada DKI 2017 menambah tajam terbelahnya bangsa ini, menjadi pendukung penista agama vs pembela Ulama. masih banyak yang belum bisa move on dikedua belah pihak. berbahaya bagi bangsa
Eliya @eliya_mkom
jika terbelahnya bangsa yang terjadi di Pilkada DKI 2017 dibawa dan dilanjutkan ke pemilu serentak, pilpres dan pemilu legislatif 2019 berpotensi mengoyak persatuan bangsa ini, perlu diwaspada oleh kedua belah pihak, semua pihak yang berkepentingan atas persatuan bangsa ini.
Eliya @eliya_mkom
menyadari potensi kerawanan tersebut mulai pertengahan februari 2018, aku berusaha memberikan gambaran dan prediksi tentang hasil pilkada 2018, dan pilpres 2019 dengan mengedepankan sudut pandang netral, melepaskan hasil analisis dari preferensi pribadi, tujuannya jaga persatuan.
Eliya @eliya_mkom
dengan sudut pandang netral justru terbuka banyak potensi bangsa yang dapat dikembangkan termasuk tokoh tokoh yang dapat maju dalam pilpres, didasari kepentingan dari partai politik, bukan hanya di pilpres tapi juga dampaknya bagi pemilu legislatif. semakin terbuka wawasan.
Eliya @eliya_mkom
pentingnya menjaga persatuan dan menghindarkan perpecahan bangsa dalam pemilu serentak 2019, mungkin juga dilihat oleh pakde @jokowi yang berusaha mempersepsikan diri dekat dengan Ulama, menggandeng Ulama bahkan berusaha membebaskan Ustadz Ba'asyir dari penjara.
Eliya @eliya_mkom
saat ramai soal kasus MCA Family, Wakapolri juga memperlihatkan berusaha tidak terbawa oleh kepentingan politik untuk olah opini dan sesatkan persepsi. Wakapolri minta hentikan menggunakan istilah MCA dalam menyelesaikan kasus tersebut. ((((KodeKeras)))) akan ganti kapolri
Eliya @eliya_mkom
Wakapolri yang menunjukan sikap terlepas dari kepentingan politik praktis rasanya cocok untuk mengawal pelaksanaan Pemilu serentak, pilpres dan pemilu legislatif yang rawan perpecahan bangsa. Pak Tito sudah terlanjur dipersepsikan berpihak pada kelompok yang ingin JKW 2 Periode
Eliya @eliya_mkom
kepolisian harus bebas dari politik praktis, walaupun hanya dalam persepsi publik. kepolisian harus benar benar berusaha maksimal menghapuskan persepsi bahwa penegak hukum dikesankan berpihak dlm politik praktis. banyak kejadian sejak pilkada DKI 2017 yang memperkuat persepsi itu
Eliya @eliya_mkom
penegakan hukum tidak boleh dilandasi kepentingan politik, walaupun hanya dalam persepsi. perlu usaha keras untuk merubah persepsi tersebut. Pak Tito juga pernah menyampaikan tak akan menjabat sampai usia pensiun, alias pensiun dini. coba simak ini cnnindonesia.com/nasional/20170…
URL CNN Indonesia 3 Tito Karnavian dan Rencana Pensiun Dini Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan tidak akan melanjutkan jabatannya hingga 2022 karena berbagai persoalan yang dihadapi kepolisian membuatnya stres.
Eliya @eliya_mkom
melihat fenomena aku berpikir perpecahan bangsa saat pemilu serentak dapat dihindari. dan yang paling penting Pakde @jokowi sebagai presiden saat ini yang juga kembali menjadi kandidat capres didalam pilpres aktif merangkul Umat. walaupun dianggap sebagian karena alasan lain.
Eliya @eliya_mkom
terserah apapun alasannya, yg penting Ulama diberi tempat, Ustadz Ba'Asyir dapat diusahakan bebas, setidaknya jadi tahanan rumah. kasus kasus hate speech diproses secara proposional adil tanpa pandang bulu berasal dari kelompok mana, jangan ada lagi si bopeng, dan kawan kawannya.
Eliya @eliya_mkom
tapi usaha menjaga persatuan bangsa itu tak bisa hanya dibebankan pada pakde @jokowi semata. yg teramat penting peran pendukung pakde yg juga pendukung ahok dalam pilkada DKI 2017. perlu memperbaiki gaya komunikasinya, aku mengistilahkannya gaya komunikasi agresif provokatif.
Eliya @eliya_mkom
tak semua pendukung pakde @jokowi yang merupakan pendukung Ahok. pendukung pakde yang pendukung ahok itu hanya sebagian kecil, yang aktif di medsos dengan menggunakan gaya komunikasi agresif provokatif. para pendukung ahok ini terinpirasi oleh gaya komunikasi ahok. keren katanya.
Eliya @eliya_mkom
pada gaya komunikasi agresif provokatif yg penuh dengan kata kata umpatan tak pantas disampaikan diruang publik. walaupun sosmed bisa diposting dari ruang, dikamar dengan privacy tinggi, tapi saat dilepas keruang publik, itu disimak oleh banyak orang, jangan gunakan umpatan kotor
Eliya @eliya_mkom
aku menduga bahwa pendukung pakde sudah mendapatkan arahan yang baik untuk merubah gaya komunikasi agresif provokatif menjadi gaya komunikasi informatif persuasif yaitu menyampaikan hasil kerja yang dicapai @jokowi dan merangkul semua pihak untuk turut serta mensukseskannya.
Eliya @eliya_mkom
dalam beberapa hari juga @hariadhi menggalang dukung untuk tagar yang adem, mungkin tanda bahwa himbauan untuk menggunakan gaya komunikasi informatif persuasif sudah dilaksanakan. tapi ternyata hari ini ada tagar yang jelas menggunakan gaya komunikasi agresif provokatif. duhhh
Eliya @eliya_mkom
Ternyata masih banyak pendukung pakde @jokowi yang juga pendukung ahok tak bisa move on dari kekalahan di Pilkada DKI 2017. Itu terbukti banyaknya respon atas Tuit yang halus tapi sebenarnya merupakan merupakan stimulus untuk melihat respon pendukung ahok. Ternyata benar.😁😁
Load Remaining (9)

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.