2
Rizma Widiono @RizmaWidiono
Yusril Bongkar Dusta Amien Rais Pada Pilpres 1999 “Saya sudah sering mengatakan Amien Rais itu berdusta. Sampai hari ini Amien Rais tidak berani men-challenge omongan saya tidak benar. Itu fakta sejarah,” kata Yusril. jurnalpolitik.id/2018/03/03/yus…
URL www.jpnn.com 5875 Try Sutrisno Tuding Amien Rais Pengkhianat, Kader PAN Protes Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) MPR Saleh Partaonan Daulay, protes terhadap tudingan Wapres Keenam RI Try Sutrisno yang menyebut Amien Rais
🎹🇮🇩BOEMI_PERTIWI🇮🇩🎹 @Boemi_Pertiwi12
@RizmaWidiono Klau udh bgini sbnarnya yg tukang dusta atau tukang bohong itu siapa. Embah Rasis udahlh akhiri smua nyanyiannya .... Kurangi dosa ya .... Umur udh diambang fajar lho ... 😉😉😉😉😉😠
el_rummy @elfadiel1
@RizmaWidiono Mendekati pilkada & pemilu para poliTIKUS saling menjatuhkan 1 sama laen. Untuk pakde Jokowi jgn ikut” an y,tetep kerja & kerja buat rakyat indonesia
haribangkit @_haribangkit_
@RizmaWidiono Gusdur jatuh karena bulok gate yg tidak pernah terbukti.

Jakarta, CNN Indonesia 03/03/2018-- Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan bahwa Amien Rais pernah berdusta saat menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat 1999 silam.

"Saya sudah sering mengatakan Amien Rais itu berdusta. Sampai hari ini Amien Rais tidak berani men-challenge omongan saya tidak benar. Itu fakta sejarah," ucap Yusril di kantor Bawaslu, Jakarta, Jumat (2/3).

Dusta itu terkait pemilihan presiden di mana dirinya saat itu harus berkompetisi dengan Gus Dur dan Megawati, padahal ia semestinya calon tunggal.

Yusril menceritakan, masa pendaftaran calon presiden 1999 ditutup pada pukul 07.00 WIB. Yusril mengaku telah mendaftar sebelum pendaftaran ditutup. Berkas-berkas persyaratan pun telah diserahkan ke pihak MPR. Saat itu memang pemilihan presiden dilakukan oleh anggota DPR dan MPR, tidak seperti sekarang yang dipilih langsung oleh rakyat.

Pada waktu pendaftaran ditutup, kata Yusril, tidak ada orang lain yang mendaftar sebagai calon presiden selain dirinya. Dia berani mengatakan hal tersebut karena mengaku berada di gedung MPR memantau siapa yang akan mendaftar.

"Gus Dur belum daftar, Megawati belum juga. Jam 8 mereka daftar," kata Yusril.

Bukan hanya terlambat, berkas mereka juga tidak lengkap.

usril kaget, karena Amien Rais yang kala itu menjabat sebagai Ketua MPR, mengatakan bahwa ada tiga calon presiden yang akan dipilih. Mereka adalah Gus Dur, Megawati dan Yusril. Menurut penuturan Amien, lanjut Yusril, ketiga calon presiden telah menyerahkan berkas-berkas syarat pendaftaran.

"Ketiga-tiganya telah menyerahkan berkas dan lengkap. Jadi kita sahkan tiga calon, setuju?.... Setujuuu," tutur Yusril menirukan Amien kala itu.

Kata Yusril, ia bisa saja menginterupsi dan mengatakan bahwa Amien Rais berdusta. Ia melanjutkan, dirinya bisa saja membeberkan bahwa Gus Dur dan Megawati mendaftar setelah masa pendaftaran ditutup. Keduanya juga belum menyerahkan berkas-berkas persyaratan.

Namun, Yusril memilih untuk diam. Ia saat itu menilai, keputusan yang diucapkan dalam rapat terbuka untuk umum adalah sah secara hukum.

URL CNN Indonesia 8519 Kasus PBB, Yusril Teringat Dusta Amien Rais di Pilpres 1999 Yusril Ihza Mahendra membandingkan kasus PBB yang dianggap tidak memenuhi syarat sebagai parpol peserta Pemilu 2019 dengan bohongnya Amien Rais pada 1999.
URL Tribunnews.com 2317 Impian Yusril Jadi Presiden Kandas di Tangan Amien Rais - Tribunnews.com Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra menceritakan kisahnya yang hampir menjadi Presiden RI

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA 24/11/2013 - Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra menceritakan kisahnya yang hampir menjadi Presiden RI pada tahun 1999. Hal itu terjadi ketika pidato pertanggungjawaban Presiden RI BJ Habibie ditolak MPR.

Namun impian Yusril sebagai presiden akhirnya terhenti ketika Amien Rais yang saat itu menjabat sebagai Ketua MPR mencalonkan Abdurahman Wahid atau Gus Dur menjadi orang nomor satu di RI. "Amien terjebak dengan permainan sendiri," kata Yusril dalam diskusi di kantor media online, Jakarta, Minggu (24/11/2013).

Yusril mengatakan dirinya dan MS Kaban tidak setuju mencalonkan Gus Dur sebagai calon presiden. "Tapi okelah," katanya.

Saat itu, ia diajak untuk menemui Gus Dur. Dalam pertemuan tersebut juga dihadiri PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Yusril dengan sejumlah tokoh Islam mengatakan kepada Gus Dur ingin mencalonkannya sebagai presiden.

"Gus Dur jawab, lho kok persis kayak mimpi saya, pas keluar saya dongkol," tuturnya. Gus Dur lalu diberitahu bahwa ada Yusril di rumahnya. Gus Dur lalu menyapa Yusril kemudian bercerita mengenai mimpinya. Dalam mimpinya, Gus Dur mengatakan ada sapi yang berontak. Kemudian orang disitu meminta tolong Gus Dur untuk mengendalikan sapi itu.

"Sapinya manut saja, saya (Yusril) bilang itu sapi apa banteng, lalu Gu Dur bilang itu sapi. Tapi sapi itu tiba-tiba berontak ke belakan, ternyata ada yang narik ekornya. Saya (Gus Dur) juga mimpi didatangi ayah saya dan bilang saya harus siap kalau enggak jadi presiden ya ketua MPR," kata Yusril menceritakan obrolannya kepada Gus Dur.

Pada pertemuan itu, Matori Abdul Djalil (Mantan Ketua Umum PKB) berkomunikasi dengan Yusril. "Saya diajak ngomong dengan Matori Abdul Djalil, benar tidak Amien mencalonkan Gus Dur, main-main atau tidak, kalau tidak nanti disembelih NU," ujar Yusril.

Padahal, kata Yusril, dirinya juga telah mendaftar sebagai calon presiden. Ia juga telah melengkapi syarat-syarat calon presiden ke MPR. Sedangkan dua calon lainnya Megawati Soekarnoputri dan Gus Dur tidak melengkapi syarat tersebut.

Yusril kemudian bercerita saat pidato pertanggungjawaban Habibie ditolak MPR, maka peta politik berubah. Saat ia datang, ternyata sedang terjadi perdebatan antara Habibie dan Marwah Daud Ibrahim. Saat itu, kata Yusril, Marwah menginginkan Habibie tetap maju sebagai presiden.

"Habibie enggak mau maju, disitu ada Pak Ginanjar (Ginanjar Kartasasmita) enggak bersedia, Akbar (Akbar Tandjung) enggak bersedia, Hamzah Haz engga enak karena sama-sama NU," tuturnya.

Ketika tidak ada yang mau maju sebagai presiden, Yusril mengajukan diri. Ia mengatakan telah memiliki persiapan dengan surat-surat kelengkapan syarat calon presiden. Namun, forum tersebut memutuskan untuk menunggu Amien Rais.

Amien Rais akhirnya datang dan mengaku telah mencalonkan Gus Dur. Padahal, kata Yusril, forum akan memutuskan Amien Rais menjadi presiden kalau Mantan Ketua Umum PAN itu bersedia. "Saya sudah mencalonkan Gus Dur, saya minta waktu temui Gus Dur. Kita tunggu Amien engga muncul-muncul," kata Yusril.

Saat itu, Habibie memberikan lampu hijau kepada Yusril untuk menjadi presiden. Tapi ada satu syarat yakni memilih Wiranto sebagai calon wakil presiden. Tetapi yang terjadi, kata Yusril, namanya sebagai calon presiden hilang saat Sidang MPR dibuka. "Ada skenario memaksa saya untuk mundur," katanya.

Pascapelantikan Gus Dur sebagai presiden, Yusril lalu dihubungi untuk datang ke Wisma Negara. Ia lalu diminta Gus Dur sebagai Ketua MA (Mahkamah Agung). Tetapi Yusril menolaknya.

"Bagaimana saya jadi ketua MA, memang bisa Ketua MA ditentukan oleh presiden," katanya.

Akhirnya Gus Dur memutuskan Yusril menjadi Menteri Kehakiman. Beberapa bulan kemudian Yusril pun berkomunikasi dengan Gus Dur. Saat itu ada pertemuan menteri di Istana Negara. Saat waktu senggang, Yusril bertanya kepada Gus Dur apakah benar ditemui Amien Rais. Gus Dur membenarkannya. Pertemuan itu dilakukan di Hotel Mulia.

"Amien bilang Gus sudah selesai tugasnya, Gus Dur tanya maksud Pak Amien apa, ya mundur sebagai calon presiden," kata Yusril.

Lalu apa jawaban Gus Dur?

"Kan yang calonkan Pak Amien, silakan Pak Amien bilang ke rakyat, Gus Dur ditarik pencalonanya, ya (Amien) engga berani," ujar Yusril.

Comment

No comments yet. Write yours!

Login and hide ads.